Muak
Jengah
Lelah
Aku pada mu
Berbaju putih
Berjidat hitam
Bercelana congklang
Komat kamit merapal asma Tuhan
Seolah2 hanya kau yg mengenalNya
Seolah2 Ia mengenal mu
Padahal diri sendiri pun tak kau kenali
Berbaju putih
Berjidat hitam
Bercelana congklang
Teriak teriak kau tentang Kebenaran
Kebenaran yg tak kau mengerti artinya
Kebenaran yg tertulis pada sebuah kitab
Tertulis pada sebuah kitab
Sebuah kitab
Kitab
Sebuah
Kitab
Sebuah
Muak
Jengah
Lelah
Aku pada mu
Teriak2 lah kau sendiri
Tak perlu kau mengajakku
Karna aku sedang sibuk
Sibuk mengenali siapa diriKu
Siapa Aku
Bukan Dia tapi Aku
Aku
Muak Jengah Lelah
Aku pada mu
Pergilah sendiri
Biarkan Aku sendiri
Karna ini jalanKu





Mei 23, 2008 pada 9:04 am
ati-ati dan selamat jalan
sampe ktemu di tujuan
mmm tujuannya sama ato beda?
Mei 23, 2008 pada 11:36 am
wah om joyo sedang coba mengenal diri juga to..
jangan lupa berbagi ya om..
Mei 23, 2008 pada 12:08 pm
Kok serasa bait ini familiar banget nih bro. *nginget nginget*
Mei 23, 2008 pada 4:34 pm
Wadhuh…..
Untung wae Bathukku ora Ireng,
Untung wae Jubahku ora Putih,
Untung wae Clonoku ora CINGKRANG,
Untung wae AKU ora duwe JENGGOT,
Untung wae AKU ora hoby KOMAT-KAMIT…
Wes ketimbang MISUH-MISUH…
Golek ono : Galihe Kangkung, Susuhe Angin lan Tapak-e Kuntul Mabur…
Neng kono mengko Sliramu WERUH, sopo SEJATINING Ingsun lan Gusti
Mei 23, 2008 pada 9:13 pm
emang siapa yang ingin menuntun domba tersesat ini ke jalan yang di ridhoi Alloh??
*muntah-muntah*
Mei 25, 2008 pada 9:29 am
ah masak mas joyo… keknya sibuk berburu dolar deh…
jadi inget tiap hari ym-an ma dikau cuma ngomongin “itu tuh”
he he he…
btw, semangat!!! my blog trafic goes to normal again… glad to know that… how bot your blog mr joyo?
halah ngomongke kuwi kuwi meneh aku..
ha ha ha…
Mei 26, 2008 pada 7:24 am
woo saya malah terkesan yang tertulis/tergambarkan di atas
yang berbaju putih… dst
adalah mas joyo.
kayaknya nggak beda tulisan antara “aku”, “mu”, dan”kau”
weex koyo lagune dewa
selamat mencari…..
Mei 28, 2008 pada 8:17 am
Berbaju putih
)
kulit saya coklat sawo ke-mateng-en mas, nggak ada hitam2nya

boro-boro kenal, kenalan juga belom
nha kalo ini sih saya ndak tahu
suwer deh mas, saya nggak punya baju putih, ada juga item, belang-belang biru-coklat, abu-abu, dst… (he… gak ada yg nanya yah
Berjidat hitam
Bercelana congklang
celana model apa pula itu? di jaman Rasul ada kagak? klo ndak ada, berarti bid’ah tho?
Komat kamit merapal asma Tuhan
woo… [ndak tau untung ato tidak] yg jelas saya jarang menyebut2 nama-Nya (edan!)
Seolah2 hanya kau yg mengenalNya
Seolah2 Ia mengenal mu
Padahal diri sendiri pun tak kau kenali
kali ini mas joyo benarrr
[eh, ini ditujukan buat "mereka2 yg itu kan"? yg itu tuh, tuh, tuh, tuh, yg suka maen keroyok, maen gebuk, maen robohin dan ngancurin rumah & mesjid ahmadiyah]
*buru2 kabur!!!
*
Mei 29, 2008 pada 7:52 am
Ya. Seringkali kita merasa sudah kenal dengan-Nya. Masalah Dia mengenal saya atau kita, itu juga perasaan. Tak ada kepastian.
Tapi… apakah satu saat nanti kita pun akan dipersalahkan juga karena seolah-olah sudah mengenal diri sendiri?
Semangat yang bagus, Bro.
Konon, saat manusia sudah mengenal tuntas dirinya, maka ia mencapai tahap pembebasan dari kungkungan lahir dan batin. Ia akan paham eksistensinya. Dan ia akan lebih bisa menerima hidup.
Keep the spirit
Mei 29, 2008 pada 4:19 pm
Permisi…
Mei 30, 2008 pada 12:12 am
sabar mas! mereka juga mencari jalannya, tentu dengan cara yang mereka pahami dan tentunya juga tak sama dengan cara yang sampean pahami.. hehehehehehe….
sabar… dalam pencarian dilarang saling mengutuk.. nanti sama saja dong.. hehehehehe… mas joyo khan lebih bijak dan bajik… Amiiiiiiiiiiiiinnn Allahumma Amin
Mei 30, 2008 pada 12:53 am
numpang lewaaaaaaaaaaaaaaaat
*kedip-kedip nahan ngantuk*
Mei 31, 2008 pada 11:25 am
Meludah menurut hadist mesti kesamping bro. Hehehe. Cuih
Mei 31, 2008 pada 4:37 pm
Sudahlah Kau diam!!!
Kalau tak mau dengar, enyah saja!!!
Kalau tak mau menerima, pergilah sana!!!
Ga usah pake puisi segala!!!
Membusuklah saja kau di neraka!!!
–
Juni 2, 2008 pada 7:04 pm
Kepada YTH,
DETASEMEN 88 ANTI TERORIS
Di Tempat
Saya melaporkan bahwa ada suatu gerakan teroris yang sangat membahayakan jiwa masyarakat umum dan keamanan secara umum.
Kelompok teroris tersebut bernama FPI atau disingkat dengan FRONT PEMBELA ISLAM, adalah suatu kelompok teroris yang setiap saat bisa membunuh siapa saja.
Mohon segera diproses secara hukum, kelompok teroris tersebut segera dibubarkan, serta para anggota yang diidentifikasi ikut di dalamnya untuk segera dilakukan penangkapan dengan segera.
Indonesia, 2 Juni 2008.
Juni 3, 2008 pada 1:31 pm
Sampeyan kurang tidur ya, cuci kaki dan pergi tidur gih…semoga mimpi indah.
Apa sampeyan ini lapar ya? makan dulu gih, kasian cacing di perutmu, minta jatah.
Sesuai kata-katamu, Kenali dirimu sendiri, jangan cuma kenal orang lain dan kasih komen ngak manfaat.
Juni 3, 2008 pada 2:41 pm
Mas, daripada sampeyan bicara asal dan beresiko ngawur, lebih baik sampeyan datangi markasnya (petamburan), atau liat dari dekat aksi-aksinya (anggap saja sampeyan wartawan amatiran yang lagi training) coba sampeyan liat dari dekat apa yang menurut sampeyan ragu itu. Jadi apa yang sampeyan katakan dan rasakan tidak hanya merujuk hanya kepada tontonan di televisi, dan berita saja. Sampeyan harus buktikan langsung, sampeyan bisa bawa tustel atau alat perekam agar bisa jadi bukti dan menjadi bahan perbandingan, itu jika sampeyan pencari kebenaran sejati, tidak cuma pengkhayal sejati.
Juni 4, 2008 pada 1:25 am
Seperti kata pepatah, baik buruknya pohon dapat dilihat dari buahnya.. jika buah nya baik, tentu baik pulalah pohon itu.. tidak ada pohon baik yang menghasilkan buah yang tidak baik…
Jadi, jika buahnya kekerasan, dapatkah dikatakan itu berasal dari induk yang baik??? mohon sampeyan pikirken….
*sambil manggut-manggut*
Juni 4, 2008 pada 10:48 am
haduh.. gak ikut2an deh.. :p
Juni 4, 2008 pada 11:32 am
Hee, muak? hak asasi tu sam
, perlu dihargai
Sib kalu sudah yakin dengan jalan yang dipilih….
Juni 4, 2008 pada 4:52 pm
mas, kadang-kadang saya merasa seperti yang mas sebut tadi.
dalam sisi yang berbeda.
Juni 5, 2008 pada 3:59 pm
YA..BENARRR
itu jalanmu…
dan ini jalan ku..
untukmu agamamu…
untukku agamaku…
QTA berbeda..
Juni 7, 2008 pada 2:21 am
::nontonin joyo yang lagi muak,…*nyari jalan yg belum diklaim kepemilikannya..*
Juni 21, 2008 pada 4:18 pm
Somehow i missed the point. Probably lost in translation
Anyway … nice blog to visit.
cheers, Isabella
Juli 14, 2008 pada 12:10 pm
tinggalkan saja aku
sudi apa mengikutimu
kalau gambaran surgamu
hanyalah pendambaan puncak kenikmatan nafsu
caci maki saja aku
sudi apa mendengar celotehanmu
sebab aku tahu
sejatinya engkau seorang pemburu
memang aku berjalan diatas awan
hidupku membadai topan
kalau awan ketidakpastian
halilintar kujadikan pedoman
kutuk saja aku
sudi apa menggubrismu
sebab aku juga telah tahu
berjuta kepentingan bersembunyi di balik baju
sudah sudahlah
tinggalkan saja aku
Agustus 3, 2008 pada 10:37 am
lw tau diri sendiri sendiri trus,,, ngapa,,,????
ojo dadi wong aneh joyy,,
sok2 bgt sieh ,,, biar tampil beda gt?
biar diakui eksistensinya gt?
ktemu ya d nreaka,,, di sana cewNya cantik loeh,,,,
September 13, 2009 pada 3:20 am
Andaikan bumi pendendam, tentu tak seorang pun manusia yang pernah melakukan dosa sekecil apapun sempat menjejakkan kakinya karena dijepit dan ditelan olehnya. Andaikan langit pemarah, tentu tak seorang pun pendosa yang bisa berteduh di bawahnya tanpa reruntuhan batu-batu meteor dan komat-komet yang bisa menghanguskan dan meluluh- lantakkan bumi seisinya. Itulah pula sebabnya Tuhan pernah menegur Ibrahim alaihi salam dengan teguran yang keras untuk mengorbankan putra kesayangannya, Ismail alaihi salam. Waduh, ngedongeng bentar ya bro! Al kisah, Ibrahim alaihi salam dalam perjalanannya mengenal diri, beliau dibukakan Allah kekuasaan alam malakut sehingga terlihat olehnya segala misteri alam gaib. Dalam perjalanannya beliau melihat seorang melakukan kejahatan (maksiat),lalu seketika itu Ibrahim mengatai orang itu dengan manteranya (Jawa, dipasot) seingga ia mati. Lain kali Ibrahim melihat orang lain melakukan kemaksiatan lagi dan dikatai (dipasot) lagi sehingga mati, begitu seterusnya berulangkali. Akhirnya Ibrahim ditegur oleh Allah. Hai Ibrahim, kata-katamu itu sabdo pandito ratu (pasti terkabulkan). Jangan berbuat aniaya seperti itu. Aku (Allah) amat berbelas kasih kepada hamba-hambaKu. Karena hamba-hambaku itu ada tiga macam: 1)Ada hamba-hambaKu yang melakukan dosa dan kemudian minta ampunan kepadaKu dan Aku ampuni, 2)Ada hamba-hambaKu yang akan Aku berikan keturunan dan yang akan memuji serta berbakti kepadaKu, 3)Ada pula hamba-bambaKu yang akan Aku hadapkan kepadaKu dan kemudian Aku masukkan sorga atau neraka. Alhasil Bung Joyo, kalo kita lagi ngomong soal mengenal diri itu berarti kita siap jadi “Satrio Pinandito” yang berwatak bumi berjubah langit dan siap menampung semua jamuan, anggap saja kita sedang diberi tontonan, dan berusaha jadi pemirsa dan pendengar yang baik, tidak banyak protes. Percayakan pada sang sutradara. Maaf, bukan maksud menggurui, apalagi sok “metuwek”. Sory, aye tidak berpretensi untuk membela siapa pun. Aye juga pingin bisa belajar mengenal diri dari Bung Joyo, kok. Ajari ya Bung!