inilah yang aku tahu
segala benda itu menyatu
seperti hubungan darah
mengikat seluruh anggota keluarga
yang terjadi pada bumi
terjadi juga pada semua penghuninya
manusia tidak merajut jaring kehidupan
ia hanyalah secarik benang yang ada padanya
apapun yang ia lakukan pada jaring itu
akan mengena pada dirinya sendiri
untuk sahabat2 ku para manusia yg belum menghargai perbedaan
Tags: Kesadaran





Mei 2, 2008 pada 12:36 am
::ah, semakin lama semakin pendek rasanya tulisan di blog ini..ya…
tanda tangan dulu sudah lama engga namu…
Mei 2, 2008 pada 12:40 am
:::kenafa bung…, kenafa…, jangan-jangan mereka engga terjaring… jadi engga ngerasa terjerat pada ikatan…, udahlah kalimat pendek ini sudah paten…
Mei 2, 2008 pada 12:41 am
:::mumpung tulisannya pendek, enak juga nyamfah disini…
Mei 2, 2008 pada 7:56 am
terdengar seperti “jenuh”..
istirahat kawan
@ zal
madsuknya mau hetrix gitu??
Mei 2, 2008 pada 8:54 am
gil gil… tangi gil… anakmu jaluk kelon kae… hwekekekek…
semangat gil…. semangat…
ikut nyampah…
Mei 2, 2008 pada 11:53 am
Berarti bukan buat saya ya?
Mei 2, 2008 pada 11:54 am
Wah, Anda juga sedang menggetarkan jaring kalau begitu?
Mei 2, 2008 pada 12:17 pm
Jarinnya mungkin putus nggak bro?
Mei 2, 2008 pada 12:29 pm
Saya menghargai perbedaan …. seperti darah putih dan darah merah
Mei 2, 2008 pada 5:05 pm
justru itu masalahnya.
kalau benang-benag itu menyatu, jadinya ruwet om.
Mei 2, 2008 pada 5:59 pm
Bosen, bang??
Sama, saya juga bosen nih.. Bunuh diri bareng aja yuk..
*menghasut.com*
Mei 2, 2008 pada 6:19 pm
benangnya buatan negara mana sih…?
Mei 3, 2008 pada 1:47 am
Apa sejak nyebrang ke jawa nulisnya jadi pendek2, bro?
Sibuk kah?
Mei 5, 2008 pada 4:40 pm
Pindah ke jogja, namanya jadi terlalu berat, karena Joyokusumo nama sodara Sri Sultan Hamengku Buwono X, kalo ada orang kurang kerjaan mendakwa mencemarkan nama baik Bapak Joyokusumo, assasination caracter/pembunuhan nama bisa repoot nanti.
Mei 6, 2008 pada 3:40 pm
* himpunan benda dan himpunan anggota keluarga keduanya terbuka,
Mei 7, 2008 pada 10:07 am
@zal
entahlah Ki, itu yg saya rasakan dan cerna
@brainstrom
iya saya capek
@suluh
wooo
@calonorangtenarsedunia
sepertinya bukan
@nazieb
sepertinya setiap apa yg saya lakukan selalu menggetarkan jaring kehidupan
@danalingga
hmmm spertinya ndak
@rindu
sama lah mba
@mybenjeng
, iya masalahnya mungkin jaringnnya ruwet
@qzink
ah aku menunggu panggilan alam saja, matilah kau sendiri
@daeng limpo
napa pak? mo ikutan nyuplai
@tgk. alex
woi lama gak nonggol juga, kemana aj situ?
hmmm engahlah lagi males nulis yg panjang2 soalnya saya juga lagi males baca yg panjang2
@kenthir
oh joyokusumo itu pakde saya
mau tak kenalin?
@daeng fattah
terbuka gimana bro?
Mei 7, 2008 pada 12:35 pm
Keduanya sambung menyambung menjadi satu. Selalu ada yang baru seiring berjalannya waktu dan berarti semakin besar dan banyak. Semakin beragam, semakin ramai, semakin susah mengurusnya. Mungkinkah dalam satu milenium ke depan, manusia menyerah untuk mengtur dirinya sendiri krena terlalu banyaknya yang mesti di atur?
Atau mungkinkah di masa datang ditemukan metode mengatur yang sangat efektif untuk mengatur berapapun banyak manusia?
I dont know. Tpi postingan saudara joyo saya rasa meminta kta semua menemukan metode mengatur tersebut.
Keren
Mei 7, 2008 pada 12:40 pm
ataukah kita akan dimusnahkan (lagi) seperti saudara2 kita kel. dinosaurus
, dan apapun itu kita hanyalah secarik benang.
thanks
Mei 7, 2008 pada 2:40 pm
inilah yang aku tahu
segala benda itu menyatu…
Hmmm…
Nek wis ngene iki tibone ” ROSOMU yo ROSOKU…lah ROSOKU yo ROSOMU “. Asal jangan sampek ” BOJOMU yo BOJOKU ” wae kang…
Kabuuuuuuuuurrrr….keburu dijaring koyo iwak teri…
Mei 9, 2008 pada 12:05 pm
respon kang santri gundhul sering bikin ketawa sendiri.. xixixixixixiixi…
buat kang joyo, jaring aja tuh santri gundhul biar kapok.. hehehehe
Mei 9, 2008 pada 4:43 pm
Woy Pak,
Nomer HaPemu genti po?
Tak tilpan tilpun ra tau iso..
Piye kabarmu Pak?
Mei 10, 2008 pada 3:30 pm
nyokkk , kita saling menghargai perbedaaan
Mei 14, 2008 pada 3:24 am
Selamat datang…
Mei 16, 2008 pada 4:13 pm
@daeng fattah
entahlah, itu yg saya rasakan, kita smua terikat oleh Alam
@santri gunhul
wah “BOJOMU yo BOJOKU” opo masih ngaruh Kang??
@gempur
biarkan saja nanti juga kena jaring nya sendiri
@antiw
hehehe iya, sorry gak kasih kabar, tapi sekrang dah aktip lagi kok no yg lama
@realylife
ya karena perbedaan itu alamiah
@irdix
monggo
Mei 17, 2008 pada 12:01 am
Selain blog retorika.wordpress.com ternyata masih ada lagi nih blog yang menyuarakan persamaan hak bagi seluruh WNI. Cool!!! Salam kenal buat mas JOYO.
Mei 20, 2008 pada 12:18 am
kalau didunia real, rasanya saya sangat menghargai
perbedaan itu,
bahkan saya yang paling banyak bergaul dengan
orang yang diluar komunitas saya.
Juli 14, 2008 pada 12:13 pm
ashadu anna muhammadar rasulullah
Kesaksian bagi SETIAP manusia sebagai utusan Sang Hidup
Untuk saling berjumpa menjadikan rahmat bagi seluruh semesta
Dalam perjumpaan,
Dalam relasi yang saling memerdekakan,
Hidup berjumpa dengan Hidup membangun rangkaian indah Pohon Kehidupan