Aku
Hanyalah manusia saja
Ingin melihat harmoni terwujud dalam diriku, sekitarku,
kampungku, kotaku, daerahku, negaraku, bumiku
Aku
Hanyalah manusia saja
Andai aku orang Papua, bagaimana perasaanmu padaku?
Andai aku orang Sunda, bagaimana perasaanmu padaku?
Andai aku orang Batak, bagaimana perasaanmu padaku?
Andai aku Bule/Arab/India/Afrika/Yahudi, salahkah aku?
Aku
Hanyalah manusia saja
Ingin hidup damai dan tenang, bisa berkeluarga dan mencari nafkah,
Bisa mengantar cucu kelak masuk sekolah pertama kalinya, mengenakan celana/rok yang kebesaran dan ceria,
Dan akhirnya berakhir secara alami
Aku hanyalah manusia saja
Andai aku Buddha, bagaimana perasaanmu padaku?
Andai aku Hindu, bagaimana perasaanmu padaku?
Andai aku Kristen, bagaimana perasaanmu padaku?
Andai aku Islam, bagaimana perasanaanmu padaku?
Andai aku tidak beragama, bagaimana perasaanmu padaku?
Andai aku atheis, salahkah aku?
Aku
Hanya manusia saja
-joyo-
Tags: bertanya






April 20, 2008 pada 6:20 am
Nice Poem…. Two thumb for mr joyo
April 20, 2008 pada 2:48 pm
sapa bilang kamu manusia?
April 20, 2008 pada 5:23 pm
@mr joyo
manusia = mana anu sia…??? ( kamu NYA yang mana…??? )
dalem… tuh
salam
April 20, 2008 pada 8:33 pm
kesederhanaanlah yang memberikan kebahagiaan
April 20, 2008 pada 9:25 pm
Jadi ingat pertanyaan “jika syurga dan neraka tidak ada, masihkah kita ingin beribadah, memperbaiki diri untuk masuk syurga dan menjauhkan diri dari neraka” …
April 20, 2008 pada 11:58 pm
andaikan kita tidak terlahir sebagai Muslim, apakah kita akan jadi…
syukur yang mendalam karena kita terlahir dalam keadaan suci agama Islam.
“Allaaah…..”
April 21, 2008 pada 10:57 am
andai banyak orang punya pemahaman yg sama…
April 21, 2008 pada 11:06 am
Emangnya waktu saya dan anda lahir langsung beragama ?
Pernahkah saya dan anda “meminta” terlahir kedunia ini ?
Emangnya bisa milih sebelum dilahirkan ?
Lalu mengapa saya harus “membenci” orang lain yang tidak pernah minta terlahir dan tidak diberi kesempatan memilih sebelum dilahirkan ?
Tetapi………..
Jika saya dan anda sudah menetapkan pilihan setelah terlahir……maka berpegang teguhlah kepada pilihan anda……dengan dasar “Kasih Sayang”…..Jika anda merasa salah memilih….anda boleh pindah juga dengan dasar….”Kasih Sayang”
April 21, 2008 pada 11:08 am
BTW………
Ah……marilah kita pergi ke tempat pemancingan menenangkan diri.
April 23, 2008 pada 8:41 am
tidak bisa begitu. kesalahan bukan pada komputer anda. cuma anda salah ketika ja.
April 23, 2008 pada 1:43 pm
oooo @Joyo ” hanya manusia saja ” to
saya kira “@joyo juga manusia”.
hek hek hek
April 25, 2008 pada 11:43 am
ah itu kan kebetulan yahudi lagi “di atas” saja ..
coba sedang di posisi seperti aborigin, kurdi, asmat, mungkin gak disikapi seperti puisi mas joyo ..
ato
menjadi “murtad” dan beragama seperti yang kita anut ..
wah .. lain ceritanya tho..
btw, dash dapet pencerahan kalo sampeyan manusia tho ..
April 27, 2008 pada 10:20 pm
SALAH dan BENAR…???
Hmmm…hmmm…menurut UKURAN siapa…???
Ah….sambil garuk-garuk…
Mau beragama apapun monggo, mau tidak beragamapun juga silahkan, mau beribadah ya monggo, mau mencoba menghasut orang ya silahkan. Asal AJARAN yang satu itu (kasih sayang ) tetap dijalankan. he he he he….
Kalaupun mau menimbulkan gangguan sekecil apapun saya sangat percaya cepat atau lambat si berbuat, akan menerima akibat dari perbuatannya sendiri, cepat atau lambat, semenit dua menit, sehari, seminggu, setahun, seratus tahun, seribu tahun pasti kembali disadari ataupun tidak. Seperti kita melempar batu ke atas cepat atau lambat jauh atau dekat pasti kembali jatuh ke bawah.
Semakin tinggi sebuah benda yang kita lempar semakin lama melambung, semakin keras jatuhnya bukan…?
http://kariyan.wordpress.com/2008/04/25/benarkah-perbedaan-adalah-rahmat/
April 28, 2008 pada 11:43 am
andai aku atheis salahkah aku?
nggak salah cuma bingung caranya ngubur kalau anda meningal.
he he he
April 28, 2008 pada 2:52 pm
andai kita dilahirkan di suku/agama/ras/golongan yg lemah, hidup memang akan terasa lebih berat…
sedangkan yg kuat hari ini belum tentu kuat esok hari…
karenanya jangan lakukan ke orang lain, hal2 yg kau tak mau org lain lakukan padamu.
April 28, 2008 pada 7:27 pm
Andai engkau seorang Muslim, maka akulah Allah..
Andai engkau seorang Kristen, maka akulah Yesus..
Andai engkau seorang Yahudi, maka akulah Yahweh..
Andai engkau atheis, maka aku …….
April 29, 2008 pada 9:24 am
Hohohhoh
Mas Joyo suka Radja ya (puisinya mirip lagunya Radja)
Buat saya sih yang penting bagaimana seseorang bertindak, bisa berbuat baik terhadap orang lain, bukan latar belakangnya.
Tapi sepertinya tidak semua orang punya pendapat seperti ini…
April 29, 2008 pada 3:06 pm
iya.. andai anda seorang yahudi… sya pasti tanya2 mulukk… hehehe
April 30, 2008 pada 3:36 pm
Sajak yang keren!
Eh, betewe… untuk yang terakhir itu, jawaban saya jelas: TIDAK.
Apa kabarnya batam, brother?
Mei 1, 2008 pada 1:32 pm
*sok tau mode ON*

jadi, intinya, kalo mau kehidupan di dunia ini harmonis, setiap orang harus saling menghargai. menghargai aja apa susahnya tho?
*sok tau mode OFF*
Mei 1, 2008 pada 11:13 pm
@suluh
terima kasih thumbs nya
@danalingga
eh em anu…dia (nunjuk2 kaca)
@abah
weh ini konteks manusia bha, jng dibawa ke dalam
@tony
klo saya kok, kesederhanaan itu merupakan akibat dari kepasrahan, nah kepasrahan ini yg membahagiakan.
@rindu
mudah2an masih
@hafidzi
…
@edy
andai…saya adalah kamu
*halah
@daeng limpo
mari berkasih2 sayang di pemancingan
@nizarahmad5
mungkin kesalahan ada pada otak saya, eh tapi siapa yg cipta otak saya?
entahlah
@kenthir
saya bukan apa2
@nindityo
…
@santri gundhul
ya seperti itulah Njeng, sayangnya banyak yg lupa dan tidak luput juga saya.
@ahlikubur
kenapa harus bingung, diemin aj ntar juga ilang sendiri.ha memang nya ‘cara’ dikubur akan mempengaruhi alam memproses tubuh kita?
@tito
ya…cobalah berempati
@nazieb
Alam
@lambrtz
ya, kadang ada manusia yg terjebak simbol2 dan atribut2 formal yg mereka ciptakan sendiri
@rama
eh saya orang yahudi lho, mo tanya apa ?
@Alex

thanks,
syukurlah klo ndak masalah, saya sudah pindah ke Jogja bro..
@bagindo
susahnya karena tiap orang dilengkapi ego sama Alam, jadi kadang ego nya ini yg di duluin, mungkin gitu
Mei 2, 2008 pada 12:50 am
::ini lagu tandingan betharia sonata ya…??? andai aku punya sayap, terbang-terbanglah aku…
aku hanya zal, dan kamu joyo…satu saat kita hanya jadi elemen dan menyatu…jadi nikmati aja yg sekarang…yang engga nyatu, berarti jenis plastiknya beda…
Mei 14, 2008 pada 4:21 pm
nyampah
@bagindo ……….tiap orang dilengkapi ego sama Alam,
saya kira Alam cuma bisa nyanyi dangdut.
Mei 14, 2008 pada 6:02 pm
*atas saya*
mending nyanyi dangdut kan daripada kerjaannya neror orang pake neraka??
Mei 16, 2008 pada 4:07 pm
@zal
kita ini sama sama Alam
@kenthir
manuasia itu Alam bukan?
menurut mu Alam itu apa?
@qzink666
sulit ngomong sama orang yg gak mau memahami orang lain
Mei 17, 2008 pada 3:02 pm
agama untuk manusia , bukan manusia untuk agama.jadi siapapun manusia itu harus kita cintai sebagai sesama
Mei 20, 2008 pada 12:22 am
banyak yang belum mengerti arti manusia.
Mei 20, 2008 pada 10:53 am
@joyo
“sulit mengajak orang omong yang gak mau memahami orang lain”
kayaknya kita sama
@.qzink666
kalau nggak percaya neraka kenapa harus merasa terteror, katakan aja mana neraka?
Mei 26, 2008 pada 10:09 pm
manusia itu pelupa
Juni 3, 2008 pada 2:43 pm
Mas, apakah sudah ikut merasakan antri minyak tanah?
Juni 5, 2008 pada 3:55 pm
setiap manusia BERHAK memilih..

intinya adalah…bagaimana qta mempertanggung jawabkan APA yg qta pilih..
JADI…
silahkan memilih…
Juni 9, 2008 pada 3:50 am
Andai Aku Seorang Yahudi…
Maka aku akan berlibur ke pulau dewata
Juni 9, 2008 pada 12:26 pm
@rudy rushady
setuju
@adi isa
banyak yg belum kenal dirinya sendiri
@kenthir
…
@adi isa
hmmm begitulah
@ant
sudah
@ans
monggo
@riyadus
hehehe
awas kena BOM
Juli 14, 2008 pada 12:15 pm
Tembok Berlin yang memisahkan Jerman Barat & Jerman Timur telah lama runtuh, menyatukan kembali satu bangsa yang terpecah oleh ideologi.
Namun akankah kiranya, TEMBOK JORDAN yang dibangun dari kebengisan hati manusia, yang telah memisahkan anak2 Ibrahim dapat diruntuhkan ?
Juli 14, 2008 pada 7:42 pm
kalau masih mempertanyakan, mungkin belum manusia mas.. hehehe. konon manusia yang manusia, dalam banyak tanya.. sudah penuh paham. bertanya hanya sekedar tuk beri alasan..
itu… konon loh.. ga tahu juga deh.
saya sih sudah pasrah..
Juli 30, 2008 pada 11:23 am
ga’
ga ada yang salah kok.
yang salah adalah yang mepermasalahkan