Kenapa kami Homo? Berkelaminkah Jiwa?

April 4, 2008

Siang itu, 4 – 5 tahun yg lalu, saya lupa tepatnya, didalam sebuah kamar yg gelap karna satu-satunya sumber cahaya tanpa lampu adalah sebuah jendela kaca kecil buram berukuran tidak lebih besar dari lebar badan anak kecil berusia 10 tahun, terjadi curhat antara seorang laki-laki dg sahabatnya.

Laki-laki itu berambut cepak, berperawakan seperti anggota satuan brimob berpangkat prajurit satu, yg karna seringnya berlatih dan dijemur akan sangat sulit dikenali (baca: dilihat) dalam ruangan gelap itu. Sedangkan sang sahabat, sebaliknya berperawakan kecil sedikit bungkuk karna kurus (maklum anak kost), dg rambut yg tipis-kriwil, kulitnya yg putih membuatnya tampak pucat.

Sahabat: Jo, mmmm kamu…emmm, (tampak ragu dia)

Jo: ada afa? Sambil ngelus2 jengot yg Cuma 11 gelintirs

Sahabat: mmmm, menurutmu jiwa itu berkelamin gak?

Jo: Waks, (setengah melompat)…maksutmu ada jiwa laki laki dan ada jiwa perempuan gitu? Ntar…ntar… maksut mu apa nanya gitu?

Sahabat: (tertunduk) aku masih ingat, waktu kecil, kira2 umur 5 – 6 tahun, aku selalu malu dan canggung saat mandi di sungai atau kolam bersama teman2ku. Entah…aku juga gak tau kenapa aku merasakan demikian, sebaliknya aku sama sekali ndak malu dan canggung klo disitu ada anak2 perempuan, bahkan kami sama2 telanjang bulat.

Saat SMA aku menyadari bahwa aku tertarik bukan pada lawan jenisku. Aku homo…Jo!

Aku sudah coba, coba untuk menyukai perempuan, bahkan yg paling cantik pun tidak membuatku bergeming.

Jo:

Sahabat: Aku merasa terjebak dalam tubuh yg salah Jo! Jiwaku tidak seharusnya ada dalam tubuh ini!

Jo:

Sahabat: Sampai sekarang aku masih tidak mengerti kanapa kami dihukum, banyak ‘teman2’ ku yg berakhir di tiang gantungan (mengusap air mata). Kalian tidak mengerti kami!!!, kalian tidak tau yg kami rasakan!!!, Karna kalian BUKAN kami!!! Kenapa kami dihukum atas sesuatu yg tidak kami lakukan…?!!!

Tags:

56 Tanggapan ke “Kenapa kami Homo? Berkelaminkah Jiwa?”

  1. viar Berkata

    pertamaaaaaaaax…..!!!
    *nah skarang baru mulai baca*


  2. Si Jo diem aja lagi. Temennya sampe histeris begitu..

    Jiwa itu berkelamin, Bro. Kalo ga ya ga akan ada lelaki dan perempuan. :mrgreen:

  3. ojie Berkata

    keduaaaaax…..!!!
    hmmm, kalo saya cenderung pengennya bertelanjang bareng bersama perempuan,mengumbar syahwat!!!

  4. edy Berkata

    entahlah…
    saya merasa beruntung karena diberi kesempatan untuk menikmati perbedaan kelamin

  5. Tito Berkata

    Di sebuah buku yg saya baca, dijelaskan bahwa umumnya homosexualitas disebabkan oleh faktor genetik, yg mana bagian otak yg menentukan orientasi seksual kekurangan hormon testosteron sehingga menyebabkannya menjadi gay (pada kasus lesbian, bagian otak ini terlalu banyak hormon testosteronnya)…

    jadi semestinya kita jangan lantas menvonis mereka sebagai pendosa, melainkan sebagai orang yg kurang beruntung….


  6. tak ada seorang pun yang kepingin memiliki kelainan2 seksual, termasuk sahabat mas joyo itu. namun, agaknya perjalanan hidup setiap orang beda2 kok. oleh karena itu, saudara2 kita yang kebetulan memiliki kelainan semacam itu butuh kita dampingi dan berikan kekuatan moral. *halah sok tahu*

  7. danalingga Berkata

    Sepertinya Jiwa ndak ada klaminnya sih . Tapi entar saya cek dulu, biar pasti.

  8. danalingga Berkata

    tapi saya mo nanya dulu, ini jiwa samadengan roh nggak bro?

  9. syahbal Berkata

    assalamualaikum..

    homo!?!
    *mrinding bulu kuduk saya*

    eh iya yah..
    jiwa berkelamin g yah?
    *ngikut nyari*

  10. hamuro Berkata

    Kalo ama perempuan gak canggung berarti dia bisa suka ce juga kayaknya…… Teman gw tuh karena saking homonya kalo liat ce bugil jadi jijik katanya… apalagi sampe megang2… hahaha….

  11. Nazieb Berkata

    Jadi siapa yang harusnya disalahkan? Tuhan?

    Hhhh.. lagi-lagi Tuhan, kasihan Dia, disalahkan terus..

  12. zal Berkata

    ::sepertinya tidak setiap lelaki homo, menjadi homo karena terlahir, demikian juga wanita lesbi, jadi… :) terserah kamu, sekarang yg merasa laki, coba bangun image diri menjadi wanita secara total…lalu nikmati hubungan sejenis… akan langsung dirasakan efek yang luar biasa.. :)
    hah… :shock: joyo.. homo… :mrgreen:

  13. Euji Berkata

    setuju ma Mas Tito..
    kita sudah saatnya terbuka. tidak memvonis.

  14. hamuro Berkata

    KLASIFIKASI
    ——————————–
    Co suka ce = co heterosex
    {
    maskulin-> co hetero
    feminin -> banci heterosex
    }
    ——————————
    Co suka co = homosex
    {
    maskulin-> co homosex
    feminin-> banci homosex
    }
    ——————————
    Co suka co & ce = bisex
    {
    maskulin-> co bisex
    feminin-> banci bisex
    }
    ——————————

    Hayo pada setuju gak???

  15. norie Berkata

    idih… Mas Joyo Homo. :mrgreen:
    hus… hus… jauh2..
    ga penting kelaminnya. Yang penting kasih sayang. wkwkekeke… :mrgreen:
    Tapi sejauh pengalaman saya berintraksi dengan mereka yang homoseksual. Mereka masih terjebak dalam kenikmatan materi, bahwa yang ‘gede’ itu lebih enak.
    Soal jiwa kah itu?

  16. joyo Berkata

    @viar
    selamat anda dapat payung cantik :D

    @calonorangtenarsedunia
    weh yg bener sis?, sptnya topik ini banyak di bahas di psychology, coba dijelaskan :D

    @ojie
    wooo dasar pedophilia

    @edy
    syukur, ternyata ke’normal’an itu patut sekali di syukuri, kapan makan2 syukurannya? :D

    @tito
    hmmm sepertinya ada aturan di kitab suci agama yg tidak mengijinkan keberadaan mereka, jadi gimana ni? apa aturan kitab itu yg kita revisi aj?, wong kenyataannya homoseksualitas itu alami.

    @sawali tuhusetya
    betul pak, setelah saya coba pahami, bunyi ayat kitab suci yg menyatkan bahwa kita ini diciptakan berpasang2an itu ternyata bukan berpasangan dua2 beda jenis, tapi berpasangan batin, berpasangan dalam persahabatan, saling mengasihi dan menjaga. (tidak peduli jenis kelaminnya apa, atau bahkan jenis speciesnya apa) :D

    @danalingga
    roh dan jiwa?? apa bedanya?? entahlah bro ada yg bilang sama ada juga yg bilang beda, ada juga yg bilang keduanya gak ada.

    @syahbal
    cari di kitab gih
    nanti klo dah ketemu saya dikasih tau :D

    @hamuro

    saking homonya

    ada kadarnya juga ya…?

    @nazieb
    yaaaah…siapa lagi bro, Beliau kan yg diklaim menciptakan kita semua :D

    @zal
    weh bukan saya Pak De, saya laki tulen, dah terbukti lagi :D

    @euji
    ya seharusnya seperti itu

    @hamuro
    weh sintaks apa ini ? :D

    @norie
    jiwa dan fisik, dua2nya mungkin saling mempengaruhi, mana yg dulu saya juga ndak tau,
    apakah rasa termasuk jiwa atau fisik?

  17. nenyok Berkata

    salam
    Menarik nih …*senyam senyum” menurut gw, menjadi homo adalah pilihan, sama sekali bkn takdir so yang namanya pilihan kan terserah but resikonya tanggung sendiri, setiap orang nuraninya pasti faham kok mana bener mana salah *halah sok tahu gw*
    lam kenal :)
    ( http://nenyok.wordpress.com )

  18. erander Berkata

    Jadi ingat serial postingan saya — http://erander.wordpress.com/2008/03/13/jiwa-kemana/ — tentang jiwa.

  19. Landy Berkata

    ehmmmm……”didalam sebuah kamar yg gelap karna satu-satunya sumber cahaya tanpa lampu adalah sebuah jendela kaca kecil buram berukuran tidak lebih besar dari lebar badan anak kecil berusia 10 tahun, terjadi curhat antara seorang laki-laki dg sahabatnya.” kejadiannya bukan di kamar mandi kan :) he..he..he..

  20. edy Berkata

    …idih… Mas Joyo Homo…

    :lol:

  21. Hamuro Berkata

    Jo, anakmu Gaia kok sama sekali gak ada mirip-miripnya sama kamu hahahaha….. Gw udah mikirin ini sejak lama…. tp baru kali ini dapat momen yang tepat buat ngungkapin…hahahaha…..

  22. realylife Berkata

    pilihan hidup memang terasa berat , namun bukan alasan untuk menyalahkan jiwa yang salah tempat . apapun yang dipilih komitmenlah . karena hidup adalah jiwa yang hidup , serahkan lah pada Tuhan , niscaya bertemu apa yang dicari

  23. Santri Gundhul Berkata

    Lah..wis weruh nek Menunso diciptakan pasang-pasangan ngono kok Kang. Nek ono BARANG sing SUWEK mesti ono pasangane BARANG sing NYURUNG….
    ONO SEWEK yoh mesti ono SARUNG.

    Lah…saiki opo bedone SEWEK karo SARUNG Kang…??

    Kabuuuuuuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrrrr….keburu disunat Kang Joyo

  24. mybenjeng Berkata

    dalam mencari “kelaminnya” kadang manusia terlalu lemah untuk menemukannya.
    tetaplah selalu dijalanNya, mudah-mudahan ini semakin menguatkan jati diri kelaminmu

  25. qzink666 Berkata

    Jadi homok beragama memang serba salah, bro..
    Mo nggak nurutin nafsu takut masuk surga, kemudian di kerubutin 70ribu bidadari.. Ih, jijay nek..
    Tapi mo nurutin nafsu juga takut masup neraka dan disiksa selama-lamanya.. :D

    kecuali kalo memang tuhan nyediain bidadagay.. Tp keknya tuhan ga mungkin secerdas itu deh.. :mrgreen:
    *lari sebelum di halalkan darahnya*

  26. dobelden Berkata

    itu suatu penyakit dan perlu di obati…

  27. deteksi Berkata

    menurut saya, orang menjadi homo karena tidak mampu mengendalikan diri… tidak ada upaya untuk meluruskan kembali apa yang mulai bengkok..

  28. bedh Berkata

    kalau nggak salah sih jiwa itu ditiupkan ketika kandungan berumur 4 bulan 10 hari, waktu itu tubuh bayi yang ada di kandungan sepertinya belum terbentuk dengan benar jadi belum ada jenis kelaminnya. jadi jiwa yang datang belakangan saya rasa tak punya jenis kelamin.

    kalau soal homo dan gay saya nggak tau bro, karna nggak pernah ngerasaain dan nggak pengen.
    apa enaknya adu pedang
    huhuhuhu

  29. daeng fattah Berkata

    Sebagian keadaaan mental, normal atau tidak, telah lama dianggap sebagai gejala psikologis karena kita belum mampu memahami biologinya. Kita cuma tidak punya informasi atau kemampuan untuk turut campur dalam sebuah penyakit otak yang manisfestasi utamanya adalah gejala psikologis. Namun teknik riset neurologi semakin maju. Kini kita dapat mengetahui paling tidak sedikit mengenai mekanisme2 tertentu, hingga taraf molekul, yang memainkan peran dalam banyak keadaan yang sebelumnya di anggap murni psikologis. Walau riset2 seperti ini telah memberikan banyak manfaat, kita masih jauh dari memiliki cetak biru mengenai beragam penyebab dari keadaan psikologis tertentu.
    Homoseksual adalah sesuatu yang multi faktor. Dengan demikian ada tiga kemungkinan:
    1. Homoseksual murni genetik
    2. Homoseksual murni psikologis
    3. Campuran antara psikologis dan genetik
    Saat ini sains mengambil posisi ketiga.

  30. Jems Berkata

    Pendidikan yang salah…..
    Coba dia diarahkan atau dididik dengan “benar”.

  31. joyo Berkata

    @nenyok
    hmmm saya rasa manjadi homo/lesbi bukan pilihan, bisakah anda menjadi homo atau lesbi?
    membayangkan pun saya ndak bisa :D

    @erander
    iya pak mirip2

    @landy
    sial, itukan cuma biar agak dramatis, jngan dipolitisir dong :D

    @edy
    arrrghhh, bukan saya

    @hamuro
    ben, sak karepe

    @realylife
    saya kira jadi homo/lesbi bukan pilihan, dan salahkan lah mereka yg mengucilkan mereka

    @santri gundhul
    ngejar pak De sambil nenteng2 bendho :D

    @mybenjeng
    ya ya, menguatkan kelamin :D

    @zink
    homok dilarang beragama :D

    @dobelden
    itu menurt mereka yg normal

    @deteksi
    klo secara alami memang bengkong, biarlah ia tetap bengkok, ‘meluruskan’nya malah bisa merusak

    @bedh
    ah itu salah :D

    @daeng fattah
    ya, tak kira masalah homo2an ini harus diliat kasus per kasus, ada yg genetik ada juga yg psikologis dan ada juga yg campuran keduanya. untuk kasus sahabat saya ini, sejak kecil dia sudah merasa canggung dg kawan yg sejenis, saya kira dia masuk pada kategori genetis.

    @jems
    tanyakan ibunya ivan gunawan, bagaimana ia mendidik anaknya :D

  32. slamet purnomo Berkata

    saya homo tapi saya gak suka laki-laki

  33. Rindu Berkata

    Duh saya agak tidak mengerti jika membicarakan soal jenis kelamin :)

  34. Santri Gundhul Berkata

    loh…loh…Kang Joyo,
    Katanya neh…kelak di SURGA ada BIDADARI yang selalu PERAWAN. Jadi…..??? BERKELAMINKAH JIWA…..

    Lah terus….nanti yg Ibu-Ibu…dijagongi sopo…?? wong gak ada BIDADARA jeh….
    Saya khawatir saja jangan-jangan nanti Ibu-ibu ngadain DEMO di SURGA…..halah…

    Nggelesod….NGELONI WIDODARI….

  35. daeng limpo Berkata

    berjenis kelaminkah jiwa………….?
    tunggu….semua pasien di Rumah Sakit Jiwa memiliki jenis kelamin. Semua yang berkelamin memiliki Jiwa….jika jiwa bisa berkelamin ….berarti jiwa juga bisa beranak pinak sebelum masuk kedalam tubuh.
    Lalu apakah jiwa juga mengalami orgasme….?
    wah…..kayaknya saya bakal korsluit kalau terlalu dalam.

  36. Pyrrho Berkata

    Homoseks itu bukan penyakit. Tapi kalau soal apakah jiwa itu berjenis kelamin, saya malah nggak tau. Apakah itu sama dengan : apakah Tuhan berjenis kelamin ? :)

  37. Faubell Berkata

    Kalau Saudara percaya bahwa manusia diturunkan ke bumi untuk menjalankan ujian Tuhan, bacalah penjelasan di bawah ini, kalau tidak janganlah dibaca.

    Kenyataaan di dunia yang dihadapi manusia :
    1. Tidak bisa pilih2 tubuh manakala turun ke bumi (lahir).
    2. Di dalam tubuh ada jiwa yang memiliki 2 potensi yang bertolak belakang , masing2 berusaha saling mempengaruhi si kusir.
    3. Kendala genetik yang diturunkan dari orang tua.
    4. Ada tukang gosok 1 yang mengarahkan ke potensi yang buruk.
    5. Ada tukang gosok 2 yang mengarahkan ke potensi yang baik.
    6. Ada teman setia yang selalu mengarahkan jalan hidup kita sesuai dengan alur cerita Dalang.

    Sekarang tinggal si kusir mau milih mau apa dengan kenyataan tersebut?

    Semoga Allah selalu memberikan petunjuk kebenaran yang lebih baik daripada hal tersebut di atas. Amin.

  38. hafidzi Berkata

    Berat …memang berat…
    sekuat apa pun tubuh kita, tetap tidak akan bisa menahan NAFSU yang besarnya melebihi jiwa raga kita.

    Kecuali di laparin (puasa) baru tuh nafsu bisa tunduk

    tulisannya menarik…slm knl^^

  39. RETORIKA Berkata

    @ Jomo :mrgreen: Joyo deng :lol:

    Mau homo silahkan
    Mau lesbi silahkan
    Mau dobel silahkan

    asal jangan ganggu ganggu saia … :-D

  40. gentole Berkata

    @joyo
    pertanyaannya tidak relevan mas joyo. implikasinya apa, kalo ternyata jiwa berkelamin atau tidak? apakah bila jiwa ternyata berkelamin, kita bisa memberi justifikasi/kompensasi bagi para homoseksual, untuk tetap menjadi homo dan beragama?

  41. kinang Berkata

    yah…begitulah hidup. Kalo cuma laki sama perempuan aja dunia ga akan jadi berpelangi. Ada gay, ada lesbian, ada pedo, ada sado, ada macem2….merasa dihukum atas sesuatu yang tidak kita lakukan? janganlah berpikir seperti itu. Merasa beruntunglah, dan tariklah segala keberuntungan untuk diri kita….

  42. kenthir Berkata

    sepengetahuanku tentang jiwa itu adalah
    ada jiwa pejuang
    ada jiwa pancasilais sejati
    ada jiwa patriot sejati
    kalau teantang jenis kelamin itu yang ditanya adalah
    orang itu perempuan atau laki-laki
    Kalau dari biologis alat perkembangbiakan manusia itu awalnya sama, tapi karena pengaruh hormon, ada yang berkembang menjadi rahim, ada yang berkembang menjadi kantung pelir, sedangkan ‘burungnya’ ada yang jadi clitoris ada yang jadi penis. ada juga yang secara genetis terganggu perkembanganya sehingga menjadi samar.
    kalau begitu boleh memlih antara wanita atau pria.
    sedangkan tentang homo atau lesbian itu termasuk hasrat seksual.
    Kalau mengikuti ajakan syaiton ya jadinya kayak kaummnya luth, jadi homo atau lesbi. meskipun itu dibilang ham ya tetap aja penyimpangan..

  43. Kopral Geddoe Berkata

    Homoseksualitas setahu saya bukanlah ‘penyimpangan’ yang terlalu ‘menyimpang’ seperti yang digadang-gadangkan orang. Di dunia binatang, ratusan spesies, termasuk lumba-lumba, kelelawar, kadal, penguin, dan lain-lain telah ditemukan elemen-elemen homoseksualitas.

    Jadi retoris “homoseksualitas itu merupakan penyimpangan karena tidak alami” sebenarnya tidak tepat.

    Soal jiwa… Saya tidak tahu. Apa jiwa itu ada? :?

  44. kenthir Berkata

    @Kopral Geddoe
    “homoseksualitas itu merupakan penyimpangan karena tidak alami” sebenarnya tidak tepat.
    Yang tepat apa?
    homoseksualitas adalah perbuatan laknat yang berdosa besar, ganjarannya adalah masuk neraka jahanam.

    Joyo jangan menjawab ” biarlah aku membusuk di neraka”

  45. Kopral Geddoe Berkata

    @ kenthir
    Yang tepat, “penyimpangan yang alami”? Sebab seperti yang saya jabarkan, di dunia binatang pun hal ini terjadi. :P

    homoseksualitas adalah perbuatan laknat yang berdosa besar, ganjarannya adalah masuk neraka jahanam.

    Silakan mempercayai demikian. :)
    Nah, justru karena ganjarannya sedemikian berat di alam sana, maka saya rasa sebaiknya anda biarkan saja mereka hidup dengan tenang di dunia ini. :D

  46. wahyu Berkata

    dari dulu juga Jiwa itu laki-laki.
    wong dulu aku sering mandi bareng koq sama dia di kali..

  47. kenthir Berkata

    @Kopral Geddoe
    Lho kapan saya “mengganggu” mereka. Nabi Luth sendiri “hanya” menyerukan untuk kembali beriman/normal. Masalah ketenangan hidup mereka itu sih bukan termasuk kapasitas saya. Mereka mungkin setres atau depresi sendiri. Mencari ketenangan lewat agama tentunya tidak ada pembenaran atas perbuatan homoseks tersebut. Yang jadi masalah mungkin kalau kaum homoseks mencari justifikasi agama untuk membenarkan perbuatan mereka, dan teriak-teriak agama xyz tidak sesuai ham karena tidak membenarkan perbuatan mereka. dan biasanya menyalahkan Tuhan.

  48. Irdix Berkata

    sebenarnya

    hmm.. Kok critanya ga dilanjutkan Oom?? Kemudian apa yg terjadi??ato sengaja ga ditulis krn Oom takut ga mau berbohong?

    soal jiwa..
    hmm… menurutku kok sulit ya klo ditentukan “jenis kelamin” nya menurut aturan kita.. Secara kita cuma punya 2 jenis kelamin, jantan dan betina.. ya meski pada beberapa bokep ada juga yang berkelamin ganda sih.. hehehe..

    klo boleh sharing pemahamanku yang “ngawur” dan ga mengikuti kaidah “budaya beragama”, saya deskripsikan si jiwa ini berjenis kelamin ‘XXX’ ngomong soal ginian sih.. Jadi hot deh saja, jadi jiwa berjenis kelamin tunggal ato Eka ato Esa yayang ato tak ada duanya..

    sebentar… Saya ndak tertarik berdebat soal keyakinan, lha saya lho bisa jadi ga normal jika menurut anda begitu dan juga sebaliknya.

    “jiwa manusia” bukan apa yang kita kenal sebagai “manusia” seutuhnya.. Dimana ada komponen yang namanya jasad ini, yang katanya dan menurut isu-isu yang beredar merupakan tempat yang ‘disemayami’ oleh jiwa itu tadi.

    nah.. Karena semua jiwa ini sejenis, jangan anggap mereka bakal ber-homo-sex ria.. Jiwa ga butuh itu kok kayaknya.. Secara yang butuh itu mungkin sebenarnya jasad kita yang dikaruniai (maap) penis dan vagina.

    namun.. Menurut saya, jiwa ini juga punya pasangan kok, yaitu… (ah ga jadi tx sebutin ah).

    sebenarnya yang benar itu yang ga memiliki nilai dualitas lagi
    dooh.. Udah ah sampe sini aja komen nya, daripada ngelantur.. :p
    maap ya Oom joyo..

  49. Irdix Berkata

    Aaaarggh… Gara2 komen dari ponsel jadi kecoret semua.. :(
    tx fix dulu dah..

  50. Irdix Berkata

    sebenarnya

    hmm.. Kok critanya ga dilanjutkan Oom?? Kemudian apa yg terjadi??ato sengaja ga ditulis krn Oom takut ga mau berbohong?

    soal jiwa..
    hmm… menurutku kok sulit ya klo ditentukan “jenis kelamin” nya menurut aturan kita.. Secara kita cuma punya 2 jenis kelamin, jantan dan betina.. ya meski pada beberapa bokep ada juga yang berkelamin ganda sih.. hehehe..

    klo boleh sharing pemahamanku yang “ngawur” dan ga mengikuti kaidah “budaya beragama”, saya deskripsikan si jiwa ini berjenis kelamin ‘XXX’ ngomong soal ginian sih.. Jadi hot deh saja, jadi jiwa berjenis kelamin tunggal ato Eka ato Esa yayang ato tak ada duanya..

    sebentar… Saya ndak tertarik berdebat soal keyakinan, lha saya lho bisa jadi ga normal jika menurut anda begitu dan juga sebaliknya.

    “jiwa manusia” bukan apa yang kita kenal sebagai “manusia” seutuhnya.. Dimana ada komponen yang namanya jasad ini, yang katanya dan menurut isu-isu yang beredar merupakan tempat yang ‘disemayami’ oleh jiwa itu tadi.

    nah.. Karena semua jiwa ini sejenis, jangan anggap mereka bakal ber-homo-sex ria.. Jiwa ga butuh itu kok kayaknya.. Secara yang butuh itu mungkin sebenarnya jasad kita yang dikaruniai (maap) penis dan vagina.

    namun.. Menurut saya, jiwa ini juga punya pasangan kok, yaitu… (ah ga jadi tx sebutin ah).

    sebenarnya yang benar itu yang ga memiliki nilai dualitas lagi
    dooh.. Udah ah sampe sini aja komen nya, daripada ngelantur.. :p
    maap ya Oom joyo..

  51. joyo Berkata

    terima kasih sudah komen, maaf saya ndak bisa nanggapi komeng nya satu2, lagi migren soalnya :D

  52. gagah77 Berkata

    Selain blog retorika.wordpress.com ternyata masih ada lagi nih blog yang menyuarakan persamaan hak bagi seluruh WNI tanpa melihat SARA plus jenis kelamin. Cool!!! Salam kenal buat mas JOYO.

  53. QueeNerva Berkata

    … disorientasi bukan kejahatan …
    hetero dan homo hanya masalah mayoritas dan minoritas, bukan normal dan tidak

  54. wawan setiawan Berkata

    Homo dan tidak, tergantung waktu kecil sistem operasinya pake Windows XP atau linux. Homo bisa DISEMBUHKAN. Tanya rizal malarangeng if there is a will there is a way.

  55. joyo Berkata

    @gagah77
    salam kenal mas, manusia harus berangkat lebih jauh lagi dari sekedar simbol2 material, kita harus bergerak ke arah kemanusaian itu sendiri…salam

    @QueeNerva
    setuju mba

    @wawan setiawan
    hehehe saya pake XP, kecenderungannya apa ya Pak? :D

  56. wawan setiawan Berkata

    Kalo pake windows xp menurut eyang pohon beringin itu kecenderungannya kayak syech puji. Pedofilia :-) )

    salam
    wawan


Tinggalkan Balasan