Sore tadi langit begitu cerah, nuansa jingga begitu kuat di ufuk barat yang perlahan memudar di tengahnya bercampur biru dan kegelapan disebelah timur. Hari ini ndak banyak yg saya kerjakan, edit 15 gambar, chatting, kulak kulik blog, makan dan tidur siang (sebuah ‘kemewahan’ yg ndak saya dapatkan waktu masih kerja kantoran beberapa bulan lalu, tapi harus dibayar mahal juga dengan begadang dan mengecilkan ikat pinggang).
Sore tadi, seperti sore2 sebelumnya, saya selalu menyempatkan diri main ke rumah kakak untuk sekadar say “hallo mbak, warung rame hari ini?” dan menyapa ponakan2 saya yg mulai suka berdandan, memakai sepatu hak tinggi dan lipstick ibunya dengan menenteng-nenteng tas pesta kecil berwarna unggu.
Sore tadi, seperti sore2 sebelumnya, saat saya muncul dari balik pintu dan menyapa “kulo nuwun”, ponakan saya yg paling kecil, Tika (6 thn), langsung menghampiri dan menarik2 tangan saya untuk bercerita ini itu dan memamerkan bibir merah yg dibalut lipstick ibunya.
Tika: “Om…om… tadi Saras main ke sini, terus kita main boneka”
Bla bla bla…
Saya: “Iya…”
Tika: “Om…om… tadi mba Ninda di marahi Ibu, soalnya gak mandiin Tika”
Blab la bla…
Saya: “Iya…”
(brrmmmm…suara mobil dari arah depan rumah)
Tika: “Om…om… Tuhan itu agamanya apa?”
Saya: “Iy…(terdiam) , emmm nanti Tanya Bapak ya…”
Saya pun terdiam, pulang dan berpikir sepanjang perjalanan pulang. “kira2 Kakak saya jawab apa ya”
Ah sore yg indah…
Tags: bertanya





Maret 28, 2008 pada 2:58 pm
Om joyo sendiri pernah bertanya demikian?
Maret 28, 2008 pada 3:01 pm
Tuhan agamanya apa?
hehehehehehe… saya kok malah mending ngluyur saja
*meniru kang joyo*
Maret 28, 2008 pada 4:41 pm
kayak pernah denger yah.. hihii
Maret 28, 2008 pada 5:14 pm
mas Joyo kayaknya perlu ngecek tetangga situ…
kali aja ada yang namanya “Tuhan”
jadi, bisa njawab pertanyaannya dik Tika
bangetMaret 28, 2008 pada 5:55 pm
Pertajaan bagus dari anak-anak yang susah dijawab kakek-kakek … gimana kalau dikatakan Islam? Soalnya kalau diberikan dasar aqli dan naqlinya terlalu ‘berat’ buat mereka. Kali aja …
Maret 29, 2008 pada 12:01 am
@kelepon
weh nama panjengan kok manis men
syukur saya ndak pernah nanya gitu, dulu cuma sempat nanya “Tuhan itu ada ndak ya”
@ghofur
lha ini baru datang malah pergi lagi
@jagoandi
weh brarti banyak mungkin ya yg nanya gitu
@mrs. fotynine
sudah di edit
wooo betul juga mungkin yg dimaksud Tika itu Tuhan tetangga nya…
@eris wa
lha, gak sekalian aja di bilang tuhan itu laki-laki pake baju gamis dan berjenggot
Maret 29, 2008 pada 3:00 am
Jah…
Tuhan beragama?
Tuhan masih harus menyembah sesuatu?
Tuhan yang aneh. (meniru gaya bicaranya Tora Sudiro)
*geleng2 spanjang perjalanan*
Maret 29, 2008 pada 4:28 am
waduh postingan yang kemarin belum bisa saya cerna…lha kok muncul lagi postingan ini……mumet aku
Maret 29, 2008 pada 4:32 am
Tuhan yang mana dulu ini?
Maret 29, 2008 pada 5:53 am
Minum bintang tujuh…….. over dosis, bru bisa jawab
Maret 29, 2008 pada 7:01 am
Setahu saya sih (ini setahu saya lho ya) Tuhan itu agamanya ngislam tapi anak semata wayangnya masup kresten, bro..
*ngumfet*
Maret 29, 2008 pada 10:37 am
[...] Mak Dheeeeg…..serasa diwejang Cahaya… pertanyaan-pertanyaan si kecil melalui bibir mungilnya yang tertuju pada ibunya, seolah sebuah tamparan keras yang sanggup menjungkir balikkan dan meluruhkan sang EGO kami sebagai orang tua. Entah kenapa, Tak terasa butiran air mataku meleleh dan jatuh satu persatu mengenai pipi si kecilku. Loh…ayah kok menangis yah…??. Aku hanya duduk terdiam, lidahku begitu kelu tak mampu untuk bisa menjawab 3 ( tiga ) pertanyaan si kecilku yang diajukan kepada ibunya. Akhirnya saya gendhong si kecilku keluar kamar, sambil merenumgi serentetan pertanyaannya. Uhhhhhfg….mungkinkah ini berupa teguran kepada kami selaku orang tua agar selalu “ MEPES ROGO MERACUT BUSONO…???”. Yah…yah…Biarlah pertanyaan si kecilku ini terjawab oleh DIRINYA sendiri kelak seiring dengan perjalanan dan perkembangan JIWANYA. Karena saya percaya suatu saat si kecilku akan tahu dengan sendirinya, Apakah Tuhan suka marah-marah atau tidak…Apakah Tuhan tinggal di Masdjid ataukah tinggalnya di Langit…Ataukah….entah dimana Tuhan tinggal menurut Persepsi dan pemahamannya kelak. Heks..heks…untungnya si kecilku tidak menanyakan Agamanya Tuhan itu apa…?? [...]
Maret 29, 2008 pada 10:48 am
Halah…halah….
Sepertinya kita menghadapi sebuah KASUS yang sama Kang,
purti kecilku malah menanyakan 3 hal tentang Tuhan seperti ini…
Tuhan itu suka marah-marah yah…
Tuhan itu tinggalnya di Masdjid….
atau Tuhan tinggalnya di Langit..??
nggelesod…ndheprok…nggembol PR yg dipertanyakan si kecilku….
Mondar-mandir nyari ” Topi Miring “…siapa tahu ketemu Tuhan…kek..kek..kek…
Maret 29, 2008 pada 11:45 am
Ehmmmmm,
Maret 29, 2008 pada 12:52 pm
bingung juga pak . nyerah dech
wallahualam
Maret 29, 2008 pada 2:37 pm
*gaya kaum yang itu tuh mode on*
selamat… keponakan anda kafir….
*gaya celo mode on*
nanti kalo ketemu Tuhan ditanya sendiri ya…???
Maret 29, 2008 pada 4:43 pm
::he..he…jadi punya ide buat postingan yg lagi diramein…koq bisa ya…
namun mungkinkah akan membuka…, ahhh….sayang kuncinya dibagian dalam masing-masing…
Maret 30, 2008 pada 2:16 am
Tuhan saya agamanya apa ya? Oh kalau tetangga saya sih yang namanya GUsti [TUhan juga kalau bahasa Indonesia diartikan] Agamanya ISlam rada Kejawen. Ada juga Gusti Yang agama Kristen…
Cuma canda
Maret 30, 2008 pada 4:17 am
*ngakak baca komen Qzink*
Bro, bilang aja sama Tika. “Tuhan itu ndak beragama, Nak.”
Maret 30, 2008 pada 4:38 am
Om…Jo guwe mau nanya nih…boleh kagak ?
joyo : boleh………………………………..
Tuhan itu perlu buat agama nggak ?
Maret 30, 2008 pada 4:40 am
ya..namanya juga anak..anak jo
jawabannya : tuhan itu kalau jumat ke mesjid kalau minggu ke gereja, tapi tuhan itu gak pernah cuti, apalagi bolos kayak kamu nak.
Maret 30, 2008 pada 4:42 am
maap, tuhan yang diatas bukan TUHAN lho…itu cuman nama orang jadi pake hurup kecil.
Maret 30, 2008 pada 4:43 am
@norie
hmmmm jangan2 tuhan nyembah2 dirinya sendiri
@daeng limpo
nyodorin topi miring, biar tambah mumet
@nazieb
iya tuhan yg mana ya? tuhannya siapa?
@budi
awas bablas….
@zink
wooo, teori baru, bisa jadi gitu bro…
*mikir*
@santri gundhul
wah, satu pertanyaan saja sulit njawabnya apalagi 3, hehehe
@Andrew Anandika Wijaya

sudah ketemu, sudah saya tanya juga, tapi beliau diam saja, mungkin malu
@zal
saya cuma melumasi lubang kuncinya, biar mudah dibuka Ki
@suluh
wah ternyata ada banyak ya…
@hana
hehehe, biar dia cari sendiri
@daeng limpo
weh mungkin juga yg ditanya Tika itu nama orang ya, wah saya terlalu jauh menyimpulkan kemaren
Maret 30, 2008 pada 5:29 am
nggak dijawab soalnya kamu nggak pernah sedekah dan nggak pernah beli surat penebusan dosa…
Maret 30, 2008 pada 5:33 am
jahh kepotong…..
nggak dijawab soalnya kamu nggak pernah sedekah dan nggak pernah beli surat penebusan dosa… tuhan kan butuh sesajen juga….
eh yang butuh sesajen itu tuhan atau yang ngiderkan kotak amal se…???
Maret 30, 2008 pada 6:27 am
Tuhan agamanya apa?
Ibarat sebatang pohon, Tuhan itulah pokok pohonnya. lalu ada banyak ranting2 yang bercabang-cabang. ranting2 itulah agama.
Maret 30, 2008 pada 6:32 pm
pertanyaan anak2 balita sekarang memang mulai cerdas dan kritis, mas joyo. tapi pertanyaan mereka agaknya perlu juga dijawab dg logika anak2. wah, memang repot juga sih!
Maret 31, 2008 pada 2:05 am
Sebab dunia yang dihuni manusia ini kerap menimbulkan chaos, maka agama adalah sebuah keniscayaan. Sekarang jika ditanya Tuhan itu agamanya apa, kita tanya dulu, memang ada gitu dunia Tuhan? Impossible. Tuhan itu Esa. Tak ada yg namanya sekutu, partner, apalagi komunitas Tuhan,
wew! Simpelnya lagi, jika memang Tuhan itu beragama, maka agamanya buat siapa dan untuk apa? Dan ritual apa saja yg setiap hari dilakukan-Nya?
.
Salam,
Maret 31, 2008 pada 1:45 pm
saya lagi nyari jawaban juga…
April 1, 2008 pada 2:36 am
assalamualaikum..
waduh.. buat apa nanyain? emang mau ikutin Dia?
bilang aja gtu..
hehe..
April 1, 2008 pada 2:54 am
ha ha ha ha
mbok yang merasa sudah bertemu Tuhan itu menolong menanyakan pada Tuhan, Ya Tuhan apakah agamamu itu?
Kalau tanya ke saya jawabnya gini…
-Tuhan agamanya X
brulll banyak sanggahan dan debat he he he
-Tuhan tidak menyembah Tuhan
“haaah ateis…”, berarti ateis sama dengan Tuhan… edan he he he.
April 1, 2008 pada 3:05 am
Koq ndak tanya definisi Tuhan itu apa?
Kalau maksudnya Tuhan itu yang disembah alias-yang paling dipatuhi, yang paling benar…
pendapat yang paling dipatuhi kaum ateis adalah “tidak ada tuhan”
berarti tuhanya kaum ateis yaaa pendapat itu sendiri, lalau jawabanya tuhan agamanya apa jawabnya ada pada diri sendiri he he he he
April 1, 2008 pada 3:34 am
wah sayang sekali belum ada yg sempet nanya ketika dia dipaku di palang kayu itu..
April 1, 2008 pada 8:19 am
jd jawabannya apa?
April 2, 2008 pada 5:29 pm
eh, tapinya, perlu ati2 lho ngasi jawaban ke anak kecil, balita sekalipun, justru umur segitu tu lagi enak-enaknya memahamin sesuatu, karakter & cara pikirnya sedang dibentuk, kalo salah jawab ato ngasal *karna mikirnya si anak blm ngerti apa2* bisa salah ngasi pengertian juga’,dan tentunya harus juga dengan bahasa & lingkup pemikiran yang mudah dipahami anak2, gitu si kata yg udah pengalaman ngurusin anak-anak.
humm..perlu segera nyari2 jawaban yg tepat yak, sebelum giliran ditanyain
April 3, 2008 pada 9:07 am
kenapa pertanyaan ini keluar dari seorang anak berusia 6 tahun..??? jadi jangan heran klu ditanyakan kepada wujud yang dia sendiri atau pun orang dewasa manapun tidak pernah mengetahuinya. karena dia sendiri pun tidak tahu apa agamanya. jawabannya ada pada rukun iman dan bagaimana cara menjawabnya tergantung dari orang yang ingin menjawabnya apakah mereka sudah benar-benar beriman atau mengamalkan rukun iman itu. maka dari itulah pendidikan yang lebih penting bukan dari rukun agamanya saja tapi ajari dulu tentang keimanan karena keimanan milik semua mahluk bukan hanya milik suatu agama manapun. jadi bukan pendidikan atau pelajaran-pelajaran tentang sebuah agama tapi pupuk dengan keimanan sehingga kelak saat dia dewasa dapat memilik dengan realistis agama mana yang menyempurnakan keimanannya itu. Subhanaallah… masih ragu dengan kebesaran dan keberadaan tuhan??? setiap saat tuhan selalu mengingatkan mahluknya.. bukan cuma dulu.. atau kemarin… atau sekarang… bahkan yang adan datangpun DIA selalu mengingatkan..
terima kasih
April 3, 2008 pada 10:35 am
langit akan terasa cerah bagi saya kalau agama bukanlagi suatu hal yang dipersoalkan.
April 3, 2008 pada 11:05 am
Setelah minum Topi miring kok saya menangkap omongan si Tika redaksinya begini :
Ika: “Om…om… Tuan Joyo itu agamanya apa?”
*sipat kuping…ngacir..*
April 3, 2008 pada 1:03 pm
…ehm. kayanya ngga ada yang tau nih.
*
*ngeluarin KTP tuhan…*
tapi…
biarlah rahasia tetap jadi rahasia…
*sambil ngantongin lagi KTP tuhan…
April 4, 2008 pada 1:55 am
@celo
hihi dua2nya butuh mungkin
@hanna
hmmmm mungkin ini bisa jadi jawaban, biat Tika mikir lagi
@sawali tuhusetya
pertanyaan sulit pak, kita yg sudah tua bangkok juga kadang gak bisa jawab dg yakin
@ariss
jadi tuhan tak beragama gitu, sip
@mybenjeng
selamat mencari mas mamad, ntar klo dah ketemu kasih tau saya ya
@syahbal
mungkin
@soopo
“kenalilah dirimu maka kau akan mengenal Tuhan”
tuhan itu subjektif dan personal, Tuhan ku bisa jadi beda dengan Tuhan mu, tapi apakah itu penting?
@deteksi
hehehe iya, sayang
@syafriadi
Tika ndak nanya bapaknya, mungkin lupa
@pipiew
iya klo perlu mulai sekrang di list
@weeqee
setuju, masalahnya kita bsa ndak mbaca tanda2 itu
kadang juga ada yg overconfidence menerjemhkan, tapi yg diterjemahkan teks book.
@311tooth
selama masih ada manusia, masalah selalu ada
@faubell
silahken baca tulisan saya di Saya dan Tuhan 1 dan Saya dan Tuhan 2
@abah dedhot
wah abah gitu, suka nya nyimpen2 rahasia penting, kasian ni pada bingung nebak2
April 4, 2008 pada 7:37 am
Waduh, ga mudeng aku, but its really2 nice post, i love it
April 7, 2008 pada 12:28 pm
Buat anak kecil, itu pertanyaan yang luar biasa. Tapi sayang kalau anak yang masih murni dan polos tidak ditunjukkan pada kebenaran. Orang tua, lingkungan dan pribadi2 sekitarnya lah yang akan mewarnai dan membentuk si Tika.
Sebelum mempertanyakan “Tuhan itu agamanya apa” ada baiknya kita mempertanyakan dulu “Apa itu agama”. Dan sebelum mempertanyakan “Apa itu agama” ada baiknya kita mempertanyakan “Siapa diri kita”, “Mengapa kita ada”, dan “Siapa yg Awal itu”.. pertanyakanlah dengan segala kerendahan hati, penuh kejujuran dan keterbukaan. Bukan dengan disertai jiwa pemberontakan, kesombongan dan penuntutan..
Salam pertanyaan (Loh?) Hehehehe
April 7, 2008 pada 1:06 pm
@joyo
kalau tuhan ada lain2, lalu siapa yang menciptakan manusia dari setetes air mani kemudian mematikannya.
April 7, 2008 pada 3:22 pm
@nenyok
thanks
@jems
iya,
apa itu agama?
siapa kita?
mengapa kita ada?
siapa yg awal itu? –> saya edit dikit “adakah yg awal?”
silahken dijawab, saya yakin jawabannya beda2
@joyo
waks, kyaknya ini cuplikan ayat, hmmmm sbnarnya menurt saya ayat tersebut kurang lengkap, mustinya dituliskan juga tentang sel telur.
bukti bahwa kitab itu dibuat berdasarkan pengetahun manusia pada saat kitab itu dibuatkah ?
silahken dijawab sendiri.
April 8, 2008 pada 8:39 am
Saya rasa caranya mengetahuniya mudah:
1. Pilih satu bilangan terdiri dari 20 angka
2. Sembunyikan di tempat rahasia
3. Pinta pemuka agama paling beriman dari beberapa agama berdoa serentak kepada tuhan mereka masing2 untuk menunjukkan kekuasaanNya lewat memberikan visi mengenai bilangan 20 angka tersebut tepat seluruhnya
4. Lihat agama mana yang benar menebak
5. Bila tidak ada yang benar, so paing tidak Tuhan bukan beragama tersebut.
Beres.
April 9, 2008 pada 12:48 pm
@joyo
lalu siapa yang membuat sel telur dan mani?
April 10, 2008 pada 3:11 am
@daeng fattah
@soopo
gini aj, saya tanya siapa yg ciptakan tuhan?
pas anda jawab tuhan adalah causa prima, lalu saya tanya kok tau klo tuhan causa prima???
hmmmm itu akal2an manusia saja karna nggak mampu jawab buntut panjang logika sebab-akibat. manusia memilih berhenti disatu titik, ada yg berhenti di Alam ada yg berhenti di Tuhan.
Saya paham buat mereka yg berhenti di Alam, karna Alam masih bisa dicerna otak dan indra, tapi berhenti di Tuhan itu lompatan keyakinan.
April 11, 2008 pada 9:30 pm
Oke, saya mengaku. Saya Tuhan.
April 11, 2008 pada 9:31 pm
Agama saya adalah Arsenal.
April 11, 2008 pada 9:31 pm
*dibuh beramai-ramai*
April 11, 2008 pada 9:32 pm
*dibunuh
April 11, 2008 pada 9:32 pm
Halah, nyampah.
April 12, 2008 pada 6:15 pm
Oh ternyata ngelink kesini to…
Jeruk Makan Jeruk
April 24, 2008 pada 12:23 pm
@joyo
hidup cuman sekali koq sukanya hanya berhenti di alam logika rasio saja, mbok sekali-sekali lewat alam ghaib, alam malakut, alam, nasut, alam lahut, alam ruh, alam kubur, alam barzakh, alam akhirat, alam rahim.
Kok sampayen ndak tanya, kenapa manusia nggak bisa mendeteksi gelombang ultrasonic kayak kelelawar, lho kok sampeyan tahu kelelawaran punya gelombang itu. Atau tanya burung hantu itu pada malam hari mendekteksi tikus dari bentuk tubuh tikus, bau, atau dari pantulan sinar jejak phosphor yang terjadi antara pergeseran tikus dengan jalan yang dilewatinya. Atau kalau bingung tentang tuhan berdoa langsung aja sama tuhan minta. penjelasan, kalau mohonnya sungguh2 dan berkali-kali nanti kan ada jawaban. Jangan mentang-mentang logika rasio kita tidak nyampe lantas kebenaran berhenti di situ.
salam damai…
April 24, 2008 pada 12:52 pm
@soopo
Kayaknya pertanyaan anda jawabannya bisa didapatkan dengan mudah di kelas-kelas biologi, deh.
BTW dibilang saya ini Tuhan kok ndak percaya? Siapa yang menciptakan anda? Siapa? Alam semesta ini besar, tidak mungkin tercipta dengan sendirinya! Makanya, sembahlah saya!
April 28, 2008 pada 11:30 am
@Kopral Geddoe
Waduh, saya kan mayor jendral mosok disuruh nyembah kopral
April 28, 2008 pada 1:55 pm
@ soopo
Itulah manusia… Sombong ndak mau menyembah Tuhannya.
Rasakan adzab saya di hari pembalasan nanti.
April 29, 2008 pada 9:37 am
bilang aja “meneketehe!!”
btw rada oot, saya pernah baca di buku matematika kaya gini ni. percaya gak percaya sih. tentang dimensi tinggi (lebih dari 3):
——————————————
Well, I am not able to realize physically the existence of four or higher dimensional spaces. Could you? How? It is algebraic method that convinces us properly the existence of higher dimensional spaces. Let me end up this puzzle with my own experience in the following story.
Some day in 1986, in a Taoism Temple in eastern Taiwan, I had a face- to-face dialogue with a person epiphanized (namely, making its presence or power felt) by the God Nuo Zha (also esteemed as the Third Prince in Chinese communities):
I asked: Does God exist?
Nuo Zha answered: Gods do exist and they live in spaces, from dimension seven to dimension thirteen. You common human being lives in dimension three, while dimensions four, five and six are buffer zones between human being and Gods. Also, there are “human being” in under earth, which
are two-dimensional.
I asked: Does UFO (unfamiliar objects) really exist?
Nuo Zha answered: Yes. They steer improperly and fall into the three-dimensional space so that you human being can see
them physically.
Believe it or not!
(I-Hsiung Lin. Geometric Linear Algebra. World Scientific Publishing, 2005.)
April 30, 2008 pada 2:04 pm
Heeeeeee………………………………….
Memang orang yang aneh dan selalu aneh.
Selamat beraneh-aneh ya?
Mei 5, 2008 pada 5:08 pm
@kopral Geddoe
mosok Tuhan pangkatnya lebih rendah dari manusia, mestinya saya kan lebih pantes jadi tuhan dan membuat azab, awas nanti kuturunkan pangkatnya jadi kopral 10
Juni 4, 2008 pada 5:45 am
salam kenal mas, blognya saya link ke blog saya ya..
Juni 4, 2008 pada 10:22 am
@gunawanwe
silahken
November 6, 2008 pada 1:54 pm
Kalo yang tanya ulfa ke syech puji, Om Tuhan itu agamanya apa yah? sambil cengar cengir syech puji jawab, ini lho nduk tuhan itu yang panjang dan bulet dan agamanya ya ehm ehm ehm pokoknya ritual deh untuk menghadap tuhan, yuk nduk ayu menghadap tuhan yuk.
November 6, 2008 pada 10:12 pm
@wawan setiawan
wah tuhannya kok rada serem ya syech..tapi lucu…hihihi
November 9, 2008 pada 1:08 am
coba aja liat KTP-nya
Desember 1, 2008 pada 4:32 pm
gak ada yang nanya lagi…………..
brarti udah pada liat KTP Nya ya…
sip lah
Desember 1, 2008 pada 10:29 pm
@iqbal_rekarupa
di KTP nya tertulis “-”
Desember 4, 2008 pada 11:01 pm
ini bukan masalah tuhan ato hantu, aku cuma mo pinjam space buat nyoba gravatar
Desember 7, 2008 pada 1:43 pm
MOHON IJIN
PERKENANKANLAH SAYA SEBAGAI ORG BODOH INGIN BERKONTEMPLASI UNTUK MENCARI TUHAN
Sewaktu umur 4,5 tahun, hati kecil saya pernah bertanya;
1. Tuhan itu agamanya apa?
2. Tuhan itu laki-laki yah?
3. Knapa kalau agama ku saja yg benar, tetapi orang yg agamanya berbeda dariku, kok tetep bisa dihidupi Tuhan ? doanya kok juga dikabulkan ?
4. Kalau Tuhan hanya mengakui dan punya 1 agama, kenapa manusia diciptakan di muka bumi dgn agama yg berbeda-beda lalu mereka disiksa dineraka karena agamanya tidak sama dgn agama Tuhan ? kok kejam ya Tuhan itu ? Bukankah mayoritas manusia di dunia ini memeluk alah satu agama, bukan karena kesadarannya untuk memilih, tetapi HANYA KARENA IKUTAN AGAMA ORTUNYA ? kok..kalau salah pilih mau diceburkan ke dalam nroko ? piye..??
5. Kalau Tuhan cuma mengakui 1 agama saja, kenapa semua manusia tidak diciptakan dalam satu agama saja ? kan Tuhan Mahakuasa !
6. Saya melihat tetangga saya agamanya beda dgn saya, ia orangnya baik sekali, dermawan, suka menolong sesama. apakah ia akan masuk neraka juga gara-gara telah salah memilih agama ?
7. Tuhan itu katanya berbeda dengan makhluk, tapi kenapa yah, kok Tuhan itu punya nama sekian banyaknya; ada God, Tuhan, Tuang Allah, Pie Kong, Dewa, Allah, Alloh,Hyang Widhi ? jangan-jangan yang ngasih nama Tuhan itu manusia juga ? seperti misalnya; secara nasional dibilang Tuhan, secara adat dibilang Gusti Pengeran, secara Islam disebut Alloh SWT, Kristen menyebut Allah.Jawa, Gusti Ingkang Akarya jagad. dosa nggak kalau menyebut salah satu di antara ?
daripada bingung; pas usia saya 7 tahun, saya memutuskan ;
pokoke Tuhan itu tetep satu, tapi mungkin orang2 bebas mau menyebutnya apa, mau menyembah dgn cara apa. mau berdoa dengan bahasa apa saja silahkan. Mungkin Tuhan juga gak butuh agama, yg butuh itu ya manusia sendiri. yang mewajibkan menyembah Tuhan itu ya kesadaran manusia sendiri sbg makhluk. setan itu ya hawa nafsu kita sendiri. yg membelenggu setan itu berarti ya kita sendiri. Tuhan tidak kemana-mana, tidak dimana-mana. akhirnya saya mencari Tuhan dengan terlebih dulu mengenali diri saya sendiri. oooo..ternyata, setelah nafsu (setan) ku sirnakan dari dalam hatiku, lalu tampaklah di sana Zat Tuhan. akhirnya aku bener2 bisa merasakan keberadaan (energi) Tuhan.
akhirnya……..saya ingin mentaut blog ini ke gubuk kami !
http://sabdalangit.wordpress.com
Desember 10, 2008 pada 2:27 am
13 Desembaer 2008, ADGI Yogyakarta chapter ngadain creative sharing yang bakal nambah jaringan dan pengetahuan kita. Acara ini terbagi dalam 2 sesi yaitu :
D’edge, kampus ADVY (Akademi Desain Visi Yogyakarta) Jl. Taman Siswa 150 B Yogyakarta jam 08.30-11.00 Wib. HTM Rp. 20.000,-
Zoom in, Jogja National Museum (eks. kampus FSRD ISI Yogyakarta) Jl. Gampingan/amri yahya No. 1 Wirobrajan, Yogyakarta. jam 14.00-16.30 Wib. HTM Rp. 50.000,-
Desember 18, 2008 pada 12:11 am
@iqbal
walah ada yg narsis
Desember 22, 2008 pada 9:00 pm
biar narsis asal gak rasis