Disclaimer:
- Bukan postingan, karna tulisan ini adalah jawaban saya atas komengtar saudara Soopo disini.
- Bukan jawaban, karna saya lebih banyak bertanya dari pada menjawab.
- Maaf beribu-ribu maaf pada taman2 Muslim, saya hanya bertanya tidak bermaksud melecehkan apalagi menghina atau menghujat, karna bagi saya keyakinan adalah keyakinan saja, yg terkadang sangat tidak perlu pembuktian ini itu.
- Pembuktian2 yg saya pertanyakan adalah berlaku bagi saya, mungkin juga berlaku untuk anda, tapi bisa jadi TIDAK berlaku (bahkan mungkin haram hukumnya) bagi anda. Jadi harap maklum.
Soopo>>
Nabi tidak pernah menyuruh menulis kitabnya karena; hampir semua sahabatnya hafal.
Joyo>>
Wah saya jadi bertanya lagi ni:
Benarkah sebagian besar sahabat hafal Al Quran?
Al Quran yg mana?, Sdkn pada saat itu belm juga ada Al Quran yg tunggal.
Gini, setelah saya cari di Wiki saya temukan bahwa Al Quran disusun beberapa tahun setelah nabi Muhammad wafat oleh sebuah tim (lebih dari 1 orang). Nah dalam paham saya, ketika suatu masalah dibahas dalam tim, menunjukan bahwa ada kesepakatan (tim) pada hasil akhirnya. Pertanyaan saya lagi: Apakah Al Quran juga merupakan hasil kesepakatan tim tadi?. Oh ya kita saat ini sedang mbicarakan masalah sejarah, perlu anda tau bahwa sejarah ditulis oleh penguasa. Nah saat ini yg mungkin bisa kita ketahui adalah bahwa Al Quran disusun oleh sebuah tim, yg sepertinya tim tersebut dg sukses menyusun AlQuran dengan lancar, tapi apakah selancar itu? Ataukah sebenarnya ada perbedaan pendapat dan pertentangan didalamnya? Lagi2 mungkin penguasa saat itu berpikir demi kemaslahatan umat maka sejarah penyusunan AlQuran ditulis: BERHASIL DISUSUN dg TANPA KENDALA.
Tapi
Tapi
Tapi
Pada saat bersamaan kita disuguhi fakta bahwa 3 dari 4 Rashidun meninggal dengan cara dibunuh!!! Hallo (pake toa)…DIBUNUH!!!
Bisa anda bayangkan seberapa parah dan besar masalahnya klo kita bawa ke suasana kita saat ini, Megawati, Gus Dur dan SBY dibunuh!!!
Pertanyaan saya lagi: kenapa juga Allah yg bisa melindungi Al Quran dari kesalahan2 pencatatan (seperti yg anda sebutkan) tidak mampu/mau melindungi orang2 yg dengan setia mengabdi pada nabi Muhammad dan dengan setia mengawal disusunnya Al Quran menjadi sebuah kitab tunggal?
Soopo>>
Keaslian dan kebenaran kitab suci Alquran khan udah dijaga kesucian kebenarannya oleh Allah swt
Joyo>>
Hmmmm kalimat anda diatas merupakan contoh sempurna logika sirkuler. Bagaimana cara saya memverifikasi bahwa Al-Quran itu suci sendangkan jaminan bahwa AlQuran itu suci tercakup dalam AlQuran itu sendiri?.
Soopo>>
Zaman penulisan dulu selalu sahabat mohon petunjuk kepada Allah swt agar tidak tertipu oleh nafsu dirinya sehingga keliru menuliskan ayat-ayat Alquran.
Joyo>>
Hmmm yg ini doktrin, doktirn pembenaran bahwa AlQuran itu suci dan benar. Seperti saya bilang, nabi Muhammad tidak sempat ngecek kebenaran AlQuran jadi pernyataan diatas sebenarnya sepihak, jadi belum tentu benar lho.
Soopo>>
Seperti kisah ka’bah yang mau dihancurkan oleh pasukan gajah dari gubernur yaman. Abdul muthalib hanya minta kambing2nya yang dirampas oleh pasukan gajah, sedangkan ka’bah dibiarkan saja, dengan doa’ ya Allah kalau ka’bah itu memang rumahmu jagalah sendiri, karena aku hanyalah hambaMU. Yaa akhirnya pasukan gajah diserang oleh burung2 ababil yang membawa batu dari neraka, semua anggaota pasukan gajah mati seperti daun yang dimakan ulat
Joyo>>
Nah klo yg ini mitologi. Sepemahaman saya manusia itu punya kecenderungan nambah2in ato ngurang2i informasi yg mereka sampaikan demi kepentingannya sendiri. Klo gak percaya, coba bawa 3 teman anda, A, B dan C, lalu bisikan sebuah kalimat pada A (B dan C tidak dengar), lalu A anda suruh membisikkan informasi ini ke B, dan B ke C. saya yakin kemungkinan besar kalimat yg anda bisikkan ke A akan berbeda dengan kalimat yg disampaikan C ke anda.
Soopo>>
Dengan mengenal ciptanNYA niscaya engkau akan mengenal Allah swt
Joyo>>
Yg ini saya setuju, klo dalam Buddha Zen kalimatnya jadi seperti ini, “Kenalilah dirimu maka kau akan mengenali Tuhan”
Soopo>>
Coba sampeyan pikir: Allah swt menciptakan ruang dan waktu.
Joyo>>
Benarkah ruang dan waktu diciptakan oleh Tuhan? Lalu siapa yg ciptakan Tuhan?
Soopo>>
Pernahkan sampeyan berpikir bahwa ruang hening terang damai yang merasuk ke dalam hati itu bukan Tuhan.
Joyo>>
Pernahkah anda belajar tentang cara kerja otak dan system rasa?, bahwa semua yg kita rasa ini hanyalah persepsi belaka (bukan kanyataan), bahwa rasa hening dan damai itu tidak lebih dari sekedar banjir neurotransmitter pada salah satu sudut otak anda. Dan pemicunya bagi tiap2 orang beda2 sebab perkembangan jaringan otak itu menganut asas evolusi (Neural Darwinism).
Soopo>>
Pernahkah anda berpikir bahwa ruang tidak terbatas pada ruang 3 dimensi, pernahkan sampeyan berpikir bahwa waktu tidak hanya lampau kini mendatang.
Bagaimana saya tau bahwa ruang tidak terbatas pada 3 dimensi sdkn kemampuan tubuh dan otak saya hanya cocok untuk dimensi ruang (3) - waktu saja?
Benarkah waktu tidak hanya lampau, kini dan mendatang?
Sekali lagi mohon maaf atas pertanyaan2 liar saya, maklum otak ini, dimana pertanyaan2 diatas muncul, adalah salah satu anugrah terindah yg diberikan Alam pada saya.
Link:
Tags: bertanya






Maret 26, 2008 pada 2:00 am
assalamualaikum..
mas sopoo.. jawab tuh..
saia pgn ikut jawb dunk.. tp yg pertama aja.. yg selanjutnya mah hanya bìsa dijawab oleh IMAN..
bgini.. jadi..
AQ itu tidk turun sperti taurat.. yg langsung breg sekitab.. tp sedikit demi sedikit.. jd setiap suatu ayat turun maka Rasululla lngsng mengajarkannya pada para sahabat RA.. lalu lngsng di baca dalam pelaksanaan shalat subuh n isya.. knapa pd subuh n isya.. karena 2 shalat ini bacannya lantang.. magrib jg kan.. tp pd magrib Rasulullah menganjurkan untk membaca alkafirun n alikhlas saja.. lalu setiap ayat turun Rasul lngsng menempatkan ayat tersebut pada tempatnya.. sehingga para sahabat tau dimana letak ayat tersebut.. lalu Rasul pun hampir tiap hari mengecek hafalan sahabat.. jika ada salah lngsng diperbaiki.. dan memperintahkan mereka untk mengecek istri2, ibu, n anak2 mereka.. jd dapat dilihat AQ saat itu mau dibukukan atw tidak itu g masalah.. sbab mereka hafal.. cm mereka khawatir dgn kami2 ini.. karena Rasul sudah bìlang.. akan ada suatu masa dimana waktu semakin sempit.. jd mereka berfikr.. n lngsng menanggapinya.. lalu jg pada masalah wilayah.. wilayah islam itu makin luas jd susah untk diawasi hafalannya.. sdangkan ini adalah tugas khalifah.. y jd dibuatlah AQ yg tepadu,n sesuai.. sehingga umat bisa menghafalnya dgn mudah.. tp kami2 ini sudah salah persepsi.. menganggap AQ itu untk dibaca bkn dihafal.. jd klw ada pertanyaan harus buka lagi.. klw dihafal kan g?
Maret 26, 2008 pada 3:21 am
Gil hari ini gak ol kamu? weleh gara gara ganti kulit earningku turun tuh… sial… oot mode on….
Maret 26, 2008 pada 10:27 am
wow…, persepektif baru buat saya…
Maret 26, 2008 pada 11:28 am
Alquran dianggap dokrim
lha wiki dianggap kitab suci…
Kenalilah dirimu maka engkau akan mengenal Allah, saya dapatkn dari hadist (bukan hadis), kata-kata Zen yang mirip itu saya dapatkan dari majalah humor tahun 90-an.
Bagaimana saya memverifikasi Zen kalau beliau tidak pernah menjamin kebenarannya, bagaimana saya menveriikasi alam kalau alam tidak pernah mengatakan jaminan kebenaran?
“Bagaimana Allah swt yang melindungi AlQuran, tidak bisa melindungi pengawal Muhammad dan pengawal alquran”.
Melindungi dari apa? Kematian? manusia mana yang tidak bisa mati?
Alam mana yang tidak bisa rusak?
jawabnya gini, kalau manusia beriman kepada Allah dan mati di jalan Allah pahalanya masuk surga. Lha masuk surga khan lebih enak buat orang yang terbunuh di jalan Allah
Kalau mitologi memang begitu, tapi kalau hadist itu penyusunnya pasti diketahui riwayat dan silsilahnya sampai sekarang.
otak menganut azas evolusi, menurut saya menganut pembelajaran.
siapa yang menciptakan Tuhan? Allah swt yang maha menciptakan, Maha awal-Maha Akhir (dimensi waktu yang lain), Allah swt tidak diciptakan karena Dzat Allah swt merupakan causa prima.
Rasa hening dan damai itu di hati bukan di otak, pemikiran tidaklah mengenal rasa yang ada hanyalah ilmu.
Mosok otak hanya mampu mengerti 3 dimensi saja, khan udah diajarkan di sma dalam diagram cartesius, ada sumbu x sumbu y sumbu z, dan nilai min dan plus, kalau nggak salah baru ketemu 8 dimensi.
“Nabi tidak sempat mengecek kebenaran AlQuran”, alasannya mungkin karena sudah meninggal. Lha dari pemikiran kalangan sebagian pengamal tarekat (Islam) malah ada yang diberi (doa-doa) langsung dari ruh Nabi Muhammad, ada yang menyusun shalawat atas seijin Nabi. Lha dari kalau ziarah kubur ingin bertemu dengan yang sudah meninggal khan cukup bilang assalamualaikum ya ..(nama ahli kubur), namun (bukan bermaksud sombong) hanya kalangan orang-orang yang hatinya suci/bersih saja yang mampu merasakan kehadiran ruh itu.
Jawaban-jawaban ini juga saya sampaikan dari otak saya yang mungkin bebal ini yang dianugerahkan Tuhan pada saya
Kok nggak tanya kalau begitu siapa yang menciptakan alam,
lho katanya galaksi terjadi dari bigbang (kabut nebula) yang mendingin sehingga terjadi planet dan bintang-bintang. Katanya ‘mendingin’ kok terjadi pencairan es di kutub sehingga terjadi laut?
Maret 26, 2008 pada 11:38 am
@sopoo
Cuma yang berhati bersih dan jujur?
Saya bisa. Tapi saya bandel sekali.
@Joyo
Bukan buat saya kan pertanyaannya? Jadi saya ga ikut jawab.
*guling2*
Pada prinsionya, yang mau saya sampaikan sudah disampaikan oleh syahbal.
Maret 26, 2008 pada 2:33 pm
tunggu joy….guwe telaah dulu satu persatu kalimatnya…seminggu guwe kasih komentar lagi
Maret 26, 2008 pada 5:03 pm
[...] Keisengan Joyo [...]
Maret 26, 2008 pada 8:32 pm
kapiiiiiiiiiiiiiiiiir, berhentilah mempertanyakan tuhan dan kitab suci kami……..
duh, iman saya yang kemarin sudah setara dengan nabi, sekarang gonjang-ganjing lagi gara-gara berkunjung ke blog ini..
*jedut-jedutin pala ke tembok sambil mohon ampun ke… ke sapa yak? miyabi aja deh*
Maret 26, 2008 pada 9:59 pm
@ joyo
*guling2*
@ soopo
kadang argumen yang hanya dipahami oleh umatnya saja, …
Maret 27, 2008 pada 12:42 am
Wah…kang Joyo neh lagi membuktikan Teminologi
” Malu Bertanya SESAT di jalan ”
Jadi bener…bener….TANYA…TANYA….
Asal Kang Joyo tahu saja,
Orang yg sudah terlalu MEMPERCAYAI sebuah Teks book Kitab Suci dan memperlakukannya, meng AGUNG-AGUNG kannya melebihi Tuhan. Biasanya mereka SULIT menerima KRITIKAN dari orang lain.
Wong Teks book Kitab Suci itu kan barang DIEM, MATI, KERING dan TERBATAS….kok.
Lagian Teks book Kitab Suci apapun namanya…gak sanggup untuk menjelajahi dan menjabarkan ISI Alam secara menyeluruh…apalagi jika digunakan untuk mengungkapkan RAHASIA ke Tuhanan….
Halah…halah….MIMPI kali…
Maret 28, 2008 pada 2:53 am
Ada apa sih mas? koq seperti ada ribut-ribut … minggir dulu deh. Takut.
Maret 28, 2008 pada 8:39 am
Dalam matematika ruang memang tidak terbatas. Ruang di definisi oleh sumbu2 tegak lurus yang berpotongan pada satu titik. Ruang -1 dimensi adalah ruang mutlak kosong, 0dimensi titik, 1 dimesi garis, 2 dimensi bidang, 3 dimensi ya ruang tempat kita tinggal, 4 dimensi dan lebih tinggi tidak dapat dibayangkan secara visual, namun dapat dengan mudah di analisis dengan matematika. Kalau sekedar berpikir si bisa.
garis Waktu berbeda dengan garis ruang, karena hanya tersusun dengan satu garis saja. Kecuali kita melibatkan perhitungan dengan semesta paralel dan teori mesin waktu, ya bisa.
Koq ujung2nya soopo jadi lari ke fiksi ilmiah y?
Maret 28, 2008 pada 9:29 am
@syahbal
, tapi tetap saja bagi saya tidak ada bukti bahwa Al-Quran itu benar sesuai yg diajarkan nabi, lha wong nabi ndak sempat ngecek
,pun kalo nabi sendiri yg nulis blm tentu juga saya akan menggunakannya sebagai pedoman hidup saya.
terima kasih penjelasannya
@suluh
sabar bro, ntar juga reme lagi
@mybenjeng
)
syukurlah klo sekadar dianggap presepktip baru (bukan fitnah ato apa
@soopo
pada bagian mana saya bilang AlQuran doktrin?
saya juga ndak pernah bilang wiki itu kitab suci, bagian mana yak?
saya jadi malu snediri
ah anda terlalu jauh menyimpulkan tulisan saya, sudahlah ndak usah dibahas lagi,
@hana
yah kamu dah tau kesimpulannya sis, kita sama ndak punya bukti, spt pada disclaimer saya, keyakinan ya keyakinan saja, kadang sangat tidak perlu pembuktian, saoale nek dibuktikan malah jadi wagu :D, ada pasukan burung lah bawa batu dari neraka, lha apa ndak kebakar dulu tu burung ?
@daeng limpo
silahken
@zink
dasar nabi gadungan
@retorika
awas guling2nya ati2 ntar kejedut tembok
@santri gundhul
lha iya, wong tanpa teks book saja saya nemu Tuhan yg maha Agung dan Segala2 kok Pak De, buat apa kitab2 yg gak saya ngertiin tulisan dan makna nya
bukannya Quran (bacaan) itu sudah tertulis di batu, kayu, air, udara sejak jaman baheula, eh itu saya juga liat Quran (bacaan) di kaki nya Pak De
*ndlosor mbasuh kaki Pak De*
@rindu
oh gak papa, cuma rombonga fpi lewat, awas kepalanya
@daeng fattah
betul Da, klo dipikir2 tuhan kok malah bikin bingung manusia ya dg nurunin banyak nabi dan rosul dg kitab yg bermacam2?
Maret 29, 2008 pada 4:26 pm
::orang jerman, kumpul dengan orang jerman berbahasa jerman, namun jika berkumpul dengan banyak bangsa mereka menggunakan bahasa inggris, demikian juga banyak suku di indonesia, dengan bahasa masing masing, berkumpulnya disatukan dalam bahsa indonesia..,
itulah makanya disebutkan dalam AQ, “pada tiap-tiap kaum ada rasul”, “rasul dari golonganmu sendiri, agar kamu bertenang dengannya”
jika tak sebahasa, hanya ramai namun belum tentu difahami, bagaimana debat seorang dokter dengan tukang bengkel, meski keduanya bergerak dibidang kesehatan namun berbeda object yg dipegang…, saling mencoba memahami, mungkin sisi yg memperluas…namun tidak menutup kemungkinan berbantahan juga memperluas…jadi teruskanlah berbantahan….
April 1, 2008 pada 2:06 am
@joyo
maksudnya wiki, pendapat sampeyan, sumber-sumber sampeyan belum tentu benar (suci dari kesalahan)
April 1, 2008 pada 2:26 am
@santrigundul
bukan mengagung-agungkan kitab suci, tapi cuma menggaris bawahi Allah swt yang suci menyampaikan wahyu yang suci lewat jibril ditulis oleh Al Amin dalam bahasa manusia (kalau bahasa semut cuma nabi sulaiman yang paham), mestinya Al Quran itu suci/bersih dari penyimpangan dari pesan aslinya.
Teksbook terasa kering karena tidak paham.
amalan dari Al Quran bisa memnyelamatkan, membersihkan jasmani dan rohani, tapi kalau serdadu amerika yang rasional itu mempergunakan kertas lembaran Al Quran digunakan untuk membersihkan wc.(siapa yang gebleg he he he..)
Misal shalawat 1000 kali maka diharamkan masuk neraka. Adakah yang lebih teles untuk melawan api neraka?
April 1, 2008 pada 2:33 am
@daeng fattah
Koq ujung2nya soopo jadi lari ke fiksi ilmiah y?
“Jangalah berpikir tentang Tuhan niscaya otakmu tidak akan sampai”
“Kenalilah ciptaan Allah swt, maka engkau akan mengenal Allah swt”
fiksi ilmiah kan termasuk ciptaan Allah swt (Allah mengilhamkan kebaikan dan kefasikan..)
April 3, 2008 pada 1:25 pm
@mas soopo
menurut abah, penggunaan istilah “suci” dalam bahasan ilmu agama adalah berbeda makna nya dengan istilah “suci” dalam bahasan ilmu yang lain.
“suci” dalam bahasa sehari-hari, bermakna bersih, putih tanpa terlihat noda / kotoran.
“suci” dalam bahasa medis, bermakna steril, bebas kuman meskipun berwarna hijau.
penempatan istilah “suci” dalam bahasan agama ( Kitab “suci”, Tuhan Yang Maha “Suci”, dsb ) adalah diluar itu semua.
setiap “sebutan” adalah menunjukan atau memaknai “sesuatu”. ada baiknya kita memahami “makna akan sesuatu” itu sebelum menyebutkannya… biar ngga pabeulit, kusut.
segini dulu mas…
salam
April 6, 2008 pada 1:24 pm
@Joyo
sampeyan percaya nggak kalau Al-Qur’an itu dari Tuhan ??
April 7, 2008 pada 9:28 am
@soopo
Allah mengilhamkan kefasikan?
Hmm, ini membuat beliau yang bertanggung jawab terhadap kefasikan bukan begitu?
Oh ya saya mengenal ciptaan Allah, seperti orang buddha, kristen, yahudi, animisme, dan mereka mengatakan allah versi mereka sendiri, bahkan mereka juga mengalami perasaan transedensi sehingga merasa allah mendukung agama mereka. Dengan sudut pandang anda, saya mengenal allah, bahwa allah senang membuat orang bingung. hati2, kalau anda kebingungan lalu menerima allah versi islam, dari mana anda tahu kalau ini agama yang benar? Bagaimana dengan kristen, yahudi, animisme, buddha? Ini masalah hidup dan mati loh.
April 7, 2008 pada 12:41 pm
@daeng fatah
Hmm, ini membuat beliau yang bertanggung jawab terhadap kefasikan bukan begitu?
-
manusia mempunyai hak pilih, baik dan buruk, semua pilihannya adalah tanggung jawab manusia sendiri.
jangan lupa setan, iblis dll itu semua ciptaan Allah.
—-
Bagaimana dengan kristen, yahudi, animisme, buddha? Ini masalah hidup dan mati loh.
-
waah saya tidak bisa mengintervensi pilihan beliau2 itu.
—-
maafkan bagi yang menolak AlQuran
saya tahu Islam benar ya dari AlQuran,
“telah kusempurnakan agamaKU, dan kuridhai Islam sebagai agamamu”.
April 7, 2008 pada 12:44 pm
@abah dedhot
jadi
Al Quran suci apa tidak?
Bayi suci dari dosa dan kesalahan tidak?
April 7, 2008 pada 1:00 pm
@daeng fatah
Dengan sudut pandang anda, saya mengenal allah, bahwa allah senang membuat orang bingung. hati2, kalau anda kebingungan lalu menerima allah versi islam, dari mana anda tahu kalau ini agama yang benar?
—–
itu komentar anda.
Allah swt telah menciptakan segalanya. Manusia sendiri yang kadang2 bingung. Petunjuknya AlQuran dan sunnah. Kalau tidak memahami AlQuran dan sunnahnya bisa bertanya pada yang bisa, atau tanya langsung pada Allah swt, misalnya ya Allah tunjukkanlah kami jalan yang benar
April 10, 2008 pada 3:51 pm
@soopo
Pernahkah saudara bertanya pada Allah? Bagaimana cara ia memberi jawabannya ke anda?
Misalkan anda bertanya, mengapa islam berperang dengan hampir semua agama di dunia di zaman ini? Bagaimana cara Tuhan menjawab pertanyaan anda?
April 13, 2008 pada 12:29 pm
Ah… asli lieur…
@mas soopo
Kenali dulu sesuatu yang dimaksudkan (Al Qur’an). ada “sebutan” yang berbeda yang menunjukan objek yang sama…??? atau maknanya yang tidak sama…???
Yang mana yang mas soopo tanyakan…???
Al Qur’anul Karim…?
Al Qur’anul Adzim…?
Al Qur’anul Hakim…?
Al Qur’anul Madjid…?
Dimana letak ke”suci”an nya…??? “suci” yang mana yang dimaksud…???
Bayi…??? ah… tidak punya dosa, tidak punya pahala, tidak punya kesalahan, tidak punya kebenaran.
Orang fakir miskin “suci” dari materi, harta benda…???
Abah makin lieur…
Fahami dulu makna “suci” dalam agama…
biar abah ngga lieur…
@boss joyo
kumaha yeuh…???
salam
salam
April 23, 2008 pada 1:35 pm
@Daeng Fattah
Islam berperang dengan semua agama di dunia ini di zaman ini?
Tuhan menunjukkan koran ini :
Menurut Samuel Huntington, setelah komunisme runtuh maka musuh barat adalah islam, jadi yang mempersepsikan islam perang adalah barat sendiri. Buktinya perangnya bukan di benua eropa-amerika, tapi di negara2 islam, karena barat ingin menguasai kekayaan alam semua negara, kebetulan dalam ajaran islam diajarkan spirit perang sehingga mampu melawan dominasi barat.
Sebenarnyalah perang yang sering tidak direken adalah perang melawan diri sendiri alias mujahadah, biasanya puasa ramadhan, itulah perang terbesar dalam islam, dan kebanyakan orang-orang kalah melawan hawa nafsunya sendiri..(termasuk aku)
@abah dedhot
aku gak eruh boso sunda Bah…
Mei 1, 2008 pada 4:10 am
Ha.ha.ah.
Mo bukti…..
Makanya jangan banyak nonton sepak bola kalau lagi puasa…. eh maaf ada yang nggak puasa yaah.
IMAM MASJID DI MEKAH DAN MADINAH mungkin juga dinegara-negara timur tengah, setiap shalat tarawih mereka melantunkan 1 juz /hari artinya jika puasa 30 hari maka mereka meng”hatam”kan /menamatkan 1 Qur’an…= 30 Juz
Pakai TOA 30 Euy
Mei 1, 2008 pada 11:18 pm
@zal
jadi yg terfahami ya Njeng, mangut2
@soopo
saya tidak tau apakah ada yg suci, apa itu realitas?
@watonist
bagi saya agama itu ciptaan manusia. sebuah keniscayaan bagi evolusi peradaban dan kebudayaan manusia.
@haniifa
so…?!! it does not make any difference.
Mei 2, 2008 pada 9:12 am
@joyo
saya masih belum bisa mengaitkannya dengan pertanyaan saya, bisa dibantu ?!
Mei 2, 2008 pada 9:17 am
@watonist
ya sudah klo nggak bisa, saya bisa jawabnya gitu saja
Mei 2, 2008 pada 11:13 am
alah gil…. pake diplomasi segala kamu tuh… si watonis juga pura pura gak ngeeh aja ah kamu… hik hik hik… canda lo
Mei 5, 2008 pada 5:01 pm
@ haniifa
sudahlah haniifa, kang joyo ini berbeda, perbedaannya adalah
1. Tidak/mungkin belum percaya adanya Tuhan
khusus untuk islam
2. tidak mempercayai Nabi Muhammad
3. Tidak mempercayai AlQuran
4.Keyakinan dirinya tetaplah keyakinan, entah itu buatan manusia, pikiran sendiri dll dan tidak boleh diganggu gugat. Sedangkan keyakinan orang lain ke no-5.
he he he yang ke
5. mempercayai no1,2,3,4 hanyalah buatan manusia
6. untuk nggak serius, semua teorema dan tulisan kang Joyo ini juga cuma buatan manusia, ada kemungkinan untuk skeptis.
he he he kang joyo pusing nyari ide postingan
Mei 6, 2008 pada 12:50 pm
@mas Kenthir
“ ada kemungkinan untuk skeptis.
he he he kang joyo pusing nyari ide postingan…”
Ha.ah.ah
Salah pangsa pasar tuh….
Muslim : Non Muslim = 1 : 6
Tukang gorengan juga tau atuh… musti mejajakan ke satu orang ato ke 6 orang…
Mei 6, 2008 pada 2:06 pm
Nambah ahhh… biar kenceng toaNya
by the way … eh salah
bus on the way … eh salah
the way on the bus … ups !!!
Asongan in the bus…. YES… YES…
Walah…. bingung : (Many to One) or (One to Many) ??
Jadi inget konsep dagang Nabi Muhammad s.a.w (baca: Rasulullah).
Proof:
Muslim : Non Muslim = 1 : 6
Ini menurut koe, yang skeptis ya….
Jual sama kesemuanya (baca: 7) biar cepet laku….
Trim’s kasih mas Kenthir,smoga Allah s.a.w merahmati mas, Amin.
Mei 7, 2008 pada 10:00 am
@haniifa & kenthir,
silahkan tanggapi postingan saya. tapi klo mau OOT juga silahkan.
Mei 14, 2008 pada 4:11 pm
saya cumak membiarkankang joyo berpendapat
1.agama adalah ciptaan manusia
2.membiarkan pengertian suci menurut kang joyo sendiri
3.membiarkan berpegang keyakinan dan berpendapat apa saja
4.membiarkan kang joyo merasa paling benar dan menyalahkan/mengkafirkan pendapat orang lain.
5.karena berpendapat dijamin undang-undang
6.tetapi saya berpendapat lain dengan kang joyo
Mei 14, 2008 pada 6:14 pm
*atas saya*
tidak cuma Joyo kok mas.. bahkan saya pun berpendapat kalo agama memang hasil budaya manusia. tapi seperti yang sampeyan bilang, pendapat itu dijamin undang-undang, maka saya pun membiarkan pendapat siapapun yg menganggap bahwa agama itu ciptaan Tuhan.
piss ah…
Mei 15, 2008 pada 1:31 am
#atas saya#
:D 
Setuju pendapat itu dijamin undang-undang, sebagai jaminan udang lobster….
#bawah saya#
Mei 16, 2008 pada 4:09 pm
@kenthir
anda sama sekali tidak layak berkomentar karna berpikir pun, saya yakin, anda tidak mampu
@qzink666
orang-orang ini adalah orang2 biasa, dan orang2 biasa memang sering terjebak ide2 mereka sendiri, biarkan saja
Mei 18, 2008 pada 4:42 am
@All
@Semua
@Kabehan
@Sadayana
@Pokoke Siapa Saja….
Coba buktikan … siapa yang punya mata, akal dan fikiran ??
http://haniifa.wordpress.com/2008/05/09/mekah-sebagai-pusat-bumi-3/
Mei 18, 2008 pada 11:19 am
@atas saya
1. buktikan klo Tuhan itu ada!
2. buktikan klo muhammad itu utusan Tuhan!
3. buktikan klo Al-Quran itu dari Aseli dari Tuhan!
i bet you can’t
Mei 18, 2008 pada 5:40 pm
Kiri kena, kanan kena
http://haniifa.wordpress.com/2008/05/14/mekah-sebagai-pusat-bumi-4/
Mei 19, 2008 pada 1:30 am
Yang masih TK, Jangan baca ini….
Cucikaki bobo ajah…..
http://haniifa.wordpress.com/2008/05/01/mekah-sebagai-pusat-bumi-2/
Mei 19, 2008 pada 1:34 am
Naah…. nyang nie, boleh buat anak SD
Mas Joyokusumo, ma kacih …. banyak hiburan hizt..hix.heq .)
Mei 19, 2008 pada 1:35 am
Hua…ha.ha.ha mulai geliii
:D 
http://haniifa.wordpress.com/2008/04/22/mekah-sebagai-pusat-bumi/
Mei 19, 2008 pada 7:12 am
@haniifa: mbak hanifa ini pengen spamming ya?…. promosi terus … lagian terlalu jauh ama isi artikelnya…. tahu spam kan mbak/ mas?
Mei 19, 2008 pada 11:42 am
@mas Suluh

Saya berkumis dan berjenggot ….
spam.. ? nggak tahu mas.
promosi … yach namanya juga orang jualan.. .
Salam kenal, Haniifa.
Mei 19, 2008 pada 11:51 am
@mas Suluh
Dari pada mas suluh, salah “Definisi” saya itu laki-laki atau peremtuan…
Silahkan mas Definisikan sendiri….
http://ayruel.minanghosting.com/2008/04/malaikat-robot/
Mei 19, 2008 pada 3:59 pm
si Haniifa ini goblok banget, pertama dia gak bisa definisikan kata ‘pusat’ dari judul artikelnya sendiri, kedua dia nge judge mas suluh salah mendefinisikan kelaminnya, padahal suluh nulisnya
“mas/mba” karena suluh benar2 nggak tau kelaminnya si haniifa ini laki/perempuan/bencong.
cih orang2 gini ni yg sok2 pintar, cerdas, tapi otak nya gak lebih besar dari otak udang
Mei 19, 2008 pada 4:08 pm
Huaa…ha…ha… .)
Mas Iwan Kacau “do” ehh.. “dut….eh’ ketut…ehh
mas kentut.kacau.comberan bisa nulis tapi nggak bisa
“BACA” …
:D
http://haniifa.wordpress.com/2008/05/14/mekah-sebagai-pusat-bumi-4/#comment-269
Mei 19, 2008 pada 6:20 pm
@haniifa: orang bertamu atau berkomentar itu ada etikanya haniifa… Untuk lebih kenal apa itu spam di blog silahkan baca:
http://en.wikipedia.org/wiki/Spam_in_blogs
Mei 20, 2008 pada 1:42 am
@mas Suluh
Trima kasih mas, tapi etikanya… menyakiti.
Coba mas tolong periksa lagi
Mei 18, 2008 pada 4:42 am
@All
@Semua
@Kabehan
@Sadayana
@Pokoke Siapa Saja….
Coba buktikan … siapa yang punya mata, akal dan fikiran ??
Ini yang ada di postingan saya :
Yang menjadi pertanyaan terbesar adalah :
Patutkah Bangsa Indonesia ini mengagung-agung golongan ??
@atas saya
1. buktikan klo Tuhan itu ada! ??
SIAPA YANG MENYAKITI DULUAN ??
SAYA NGAJAK BERFIKIR, DIA MENGHUJAT ??
Mei 20, 2008 pada 9:26 am
@Haniifa
1.Bukti kalau Tuhan ada : ada ciptaanNYA.
2.Bukti Muhamad utuasan Tuhan : beliau membawa surah-surah dari Tuhan.
3.Bukti AlQuran Aseli dari Tuhan : Semua yang ada di dunia ini kan aseli ciptaan Tuhan. Misal mobil aselinya ciptaan Tuhan, mulai dari bahan-bahan pembuatannya(bijih besi dll), ilmu mesin/termodinamika, ilhan seni ntuk rancangan desain, bahan karet untuk ban, pasir kwarsa untuk kaca, ilham kabaikan dan kefasikan, semuannya kan aseli ciptaan Tuhan.
4.hak memilih juga ciptaan Tuhan, artinya mau percaya Tuhan atau tidak itu terserah manusianya, semuanya ada tempat akhirnya sendiri-sendiri, termasuk hak untuk berkreasi.
Timbul pertanyaan, kalau begitu kitab-kitab lain juga aseli ciptaan Tuhan, jawabnya adalah YA. Tapi kalau kemudian menjadi berubah juga karena takdir Tuhan, karena Tuhan telah mengizinkan iblis untuk mempengaruhi manusia agar menyangkal adanya Tuhan.
Kalau begitu AlQuran juga disangkal, YA, tapi Tuhan memberi jaminan untuk menjaga kesucian AlQuran, lewat banyak orang-orang yang diberi ilmu.
Sebenarnya pemikiran/debat tentang kitab suci telah ada sejak zaman filsuf Origenes-dikarenakan tidak adanya peninggalan tulisan nyata dari nabi terdahulu. Sedangkan Turunnya Nabi Muhammad dengan AlQuran adalah untuk menjawab kehirukpikukkan pemikiran tentang Tuhan.
Bukti AlQuran dari Tuhan yang lain adalah khasiatnya-dan ungkapannya nyata. Misal;
Bagi yang meyakini, memahami, AlQuran maka jika diperdengarkan ayat-ayat AlQuran hatinya menjadi sejuk, selamat, berserah(islam) hanya kepada Allah, bukan kepada orang, alam, atau pemikiran2.
Bagi yang tidak mempercayai AlQuran maka jika diperdengarkan ayat2 AlQuran atau disebut tentang AlQuran dadanya serasa sesak, seperti mendaki bukit, berusaha mencari dalil-dalil untuk menolak.
Yang mungkin lupa adalah rasa was-was/keraguan, keraguan itu adalah datangnya dari syaitan hingga untuk belajar AlQuran dengan melawan syaitan, melawan keraguan, bukan memupuk-mupuk keraguan, Kalau masih tidak percaya bisa diperbandingkan dengan kitab lain, tetapi kalau menemukan kebenaran dalam Islam biasanya akan muncul pendapat, bahwa Islam hanya mengakui yang paling benar adalah IsLam, Islam menganggap orang lain “sesat” dll, dan akhirnya menjadi debat lagi. Begitulah sunnatulah dari zamanAdam sampai akhir zaman, karena menurut ISlam manusia diturunkan ke muka bumi itu untuk diuji keimanan kataqwaan dan ketawakalanya.:-) :-):-)
Mei 20, 2008 pada 9:44 am
@mas Hwah
Alhamdulillah….
Ternyata kita seri
Mei 20, 2008 pada 9:44 am
Ada juga pendapat bahwa agama adalah hasil kebudayaan manusia, pemikiran tersebut (bukannya menuduh) terlahir karena rasa “mengabaikan/mengkerdilkan Tuhan, artinya Tuhan membutuhkan makluk, seperti pemikiran demikrasi.

Tetapi kan boleh juga berpendapat bahwa kebudayaan manusia adalah buah karya Tuhan, karena kebudayaan berasal dari pemikiran, sedangkan pemikiran baik atau buruk (ilham yang baik atau buruk) muncul di otak manusia, walaupun ilham buruk itu dikipasi oleh iblis yang juga telah diizinkan untuk menyangkal.
Kalau kebudayaan ciptaan Tuhan, agama adalah hasil kebudayaan maka dalam premis logika agama adalah ciptaan Tuhan.
Ada juga memang yang menganut kebebasan berpikir, tapi dalam kenyatannya kebebasan berpikir melahirkan banyak pertannyaan yang malah mungkin tidak bisa terjawab, itu sama saja”bodoh” kan, artinya kebebasan berpikir juga membawa efek ketidak tahuan.
Secara logika bebas mana orang yang berpikir-dengan orang yang tidak berpikir? Jadi apa artinya kebebasan itu? Contoh orang barat banyak mengagungkan kebebasan, tetapi saat kebebasan menyinggung orang lain dan dilawan, maka pihak yang melawan tadi biasanya dianggap “lawan”, kenafa yaa tidak berpikir bahwa yang melawan itu adalah sahabat karib? Artinya bangsa barat masih belum bebas dari standart yang mereka buat sendiri.
Mei 20, 2008 pada 9:49 am
Tambahan:: Otak- insting- kemampuan berpikir-ilham baik/buruk, semuanya itu adalah ciptaan Tuhan.
Mei 20, 2008 pada 10:09 am
Muncul lagi pertanyaan apa bedanya Rasul dengan manusia biasa?
Bedanya adanya mujizat yang dibawanya dan kemampuan untuk memahami dan memahamkan orang lain tentang Tuhan, dari segala segi. Kalau begitu bisa dong kita-kita jadi rasul dan bikin agama lagi?
Kenapa nggak..!
Dosa kagak?
Tanya aja diakhirat nanti setelah manusia bangkit dari kematian.
Yaaaa dalam konsep Islam memang semua perbuatan manusia di dunia ini nantinya setelah manusia hidup lagi/usai kiamat akan diminta tanggung jawabnya/ diadili. lalu masuk surga atau neraka.
Ada debat lagi surga atau neraka adalah hasil imajinasi manusia.
Jawabnya:: penolakan adanya surga dan adanya neraka juga hasil imajinasi manusia. Biasanya karena takut mempertanggungjawabkan perbuatan buruknya.
Ada debat lagi: kalau beramal jangan karena surga tetapi karena Allah, jawabnya, lha Allah memberi kita surga mosok kita tolak.
Akhirtnya kembali ke zaman Origenes debaat lagi,
Jawabnya kalau bingung kembali ke AlQuran dan sunnah,
muncul lagi debat
Ada Tuhan? agama ciptaan Tuhan?? AlQuran suci? dan seterusnya, begitulah sunnatulah akan terus berlaku sepanjang zaman.
Mei 20, 2008 pada 10:22 am
Terakhir
Tetapi jangan sampai berpikir, karena Tuhan menakdirkan saya sesat maka biarlah saya sesat dan menyesatkan orang lain.
Berpikir menyalahkan Tuhan tsb di atas adalah hasil pemikiran IBLIS, jangan diikuti karena iblis arah tujuannya ke neraka.
Betapapun adanya iblis / setan itu musuh selamanya buat manusia.
Jadi harus dimusuhi. Godaanya dari Adam sampai akhir zaman sama saja, bahwa tuhan lebih dari satu dan bukan Allah, atau menyangkal keberadaan Tuhan.
Mei 20, 2008 pada 11:56 am
@haniifa: oh ada kata kata saya ya yang menyakiti? maaf kalau begitu… boleh ditunjukkan dimana letak kesalahan saya sampai menyakiti mas haniifa?
Mei 20, 2008 pada 1:48 pm
@mas Hwah
Duhhh… terimakasih banyak mas pencerahannya, semoga Allah selalu merahmati mas (
sekeluarga kalau udah nikah lho…) serta handai taulan, AminSalam kenal mas Hwah.
@mas Suluh
Waahhh… bagaimana mungkin orang sebaik mas Suluh yang telah memberikan penerangan hati saya yang gelap jadi semaking terang (bhs. sunda: suluh = kayu bakar, untuk memasak nasi)
Jujur saja mas, pada hekekatnya kita semua merasa prihatin terhadap bencana-bencana yang menimpa tanah kelahiran kita.
Apalagi tadi diberita ada gempa bumi di P. Sumatra, duh.. seandainya kita punya alat Seismograph secangking negara-negara adikuasa tentunya, kita bisa memperingatkan… terlebih dahulu untuk mengurangi kerusakan yang lebih parah, walaupun takdir tidak bisa kita tolak.
Saya yang mohon maaf sama mas Suluh, jika ada kata baik secara redaksional maupun secara kontektual menyakiti hati mas Suluh (khususnya), umumnya kepada rekan-rekan bloger.
Wassalam, Haniifa.
Mei 20, 2008 pada 3:33 pm
@haniifa: sama sama mas..
Juni 30, 2008 pada 1:18 pm
manusia terikat oleh ruang dan waktu. penggalan kisah hidup kita adalah puzzle yang harus membentuk wujud (ini semua telah digariskan oleh Tuhan) tinggal kita bagaimana memerankannya. manusia mempunyai akal pikiran, hati dan perasaan yang semua itu bisa dimanfaatkan secara sempurna bila kita mampu mengasahnya. INGAT…. MANUSIA MEMPUNYAI KETERBARASAN