Jah!!! Masih soal karikatur yg ada disini dan sini, terlepas dari dalil2 dan perintah kitab suci (yg tentu saja, Tidak-Boleh-Dilanggar-Apapun-Alasannya™). Kali ini saya ingin berbagi cerita soal definisi Karikatur.
Menurut mbah Wiki,
Karikatur adalah gambar atau deskripsi (dalam studi bahasa) yg sifatnya membesar2kan (exaggerate) atau sebaliknya memupus (distort) karakter seseorang atau sesuatu untuk menciptakan kesan kemiripan sehingga mudah dikenali antara karikatur tersebut dengan objek sebenarnya (manusia/banda/keadaan).
Karikatur dapat digunakan sebagai media untuk menghina (insult) maupun memuji (complementary) atau sekedar sebagai hiburan (entertain).
Di Indonesia sendiri, hampir semua majalah politik (gatra, tempo dll) dan beberapa majalah harian (kompas, jawa pos, dll) selalu menggunakan karikatur untuk menggambarkan kondisi politik, ekonomi yg sedang dibahas dalam editorialnya. Nah untuk kasus karikatur nabi Muhammad, saya pikir permasalahannya ada dua yakni:
- penggambaran sosok nabi Muhammad, untuk yg ini saya kira selama bukan muslim yg nggambar, ya ndak papa, lha wong hukum dan ketentuan dalam ajaran agama Islam itu kan berlakunya untuk umat Islam, bukan untuk umat lain. Analoginya gini, umat Hindu di India sana kan percaya bahwa sapi itu suci, shg sapi2 disana mendapat perlakuan khusus, sperti tidak boleh disembelih dsb, tapi saya kok ndak melihat protes dari umat Hindu India ya ketika misalnya pada hari raya kurban, muslim diseluruh dunia membantai sapi. Oh ya saya pernah liat sapi disembelih, kasihan…sapi itu bahkan menitikkan air mata.
- muatan dari gambar nabi tersebut, nah disini sebenarnya permasalahan bisa muncul, apabila content gambar itu menghina ya…memang sudah seharusnya umat muslim protes. Ayoo protes..
Secara psikologis, penggambaran secara karikatur memang lebih menarik perhatian, demikian hasil studi yg dilakukan Gillian Rhodes, professor bidang psikologi asal Australia.
*ngeloyor ke tempat zink, bosan dg karikatur
Tags: jalanjalan, karikature





Maret 22, 2008 pada 3:00 am
::meski ini pertamax…tapi saya engga akan ngmong PERTAMAX….
puwaasss…
Maret 22, 2008 pada 3:11 am
::Joyo, saya kira baik yg menggambar, maupun yang protes, sejatinya adalah dalam kebingungan…baik disadari maupun tidak…khususnya karikatur Nabi Muhammad, sebab memang secara gambar/foto tidak ada, namun jika secara ciri sebenarnya ada gambarannya, dan itu engga ada yang memasalahin…agak aneh memang, padahal ciri dengan karikatur bedanya dimana ya… ???
yak beda, kalau karikatur = gambar, mungkin kalau ciri = gambaran…
Maret 22, 2008 pada 3:29 am
@zal
, ganteng, cantik, buruk rupa, hitam, pesek, smua yg nggambar siapa? bahkan otak ini dimana gambar2 itu meng-imajinasi juga dari sana kan?, kenapa? kenapa selalu luarnya saja yg diperhatikan? kulitnya! padahal isinya jauh lebih nikmat
selamat anda pertamax
lha itu dia, semua ini kan informasi…marahlah pada Tuhan karena dia yg nggambar smuanya
Maret 22, 2008 pada 3:30 am
Jujur, saya belum pernah liat karikatur itu, jadi gak tau itu menghina apa bukan.. Tapi kalo memang menghina, ya balas aja pake karikatur lagi.. Karikatur di balas karikatur kan keren..
Dan akhirnya, perang antar agama lagi.. Saya liat tulang yang menonjol lagi, saya liat darah berceceran lagi, saya liat daging manusia yang tercabik lagi.. Sluurpp..
Maret 22, 2008 pada 3:46 am
mas joyo, sebagai produk seni dan budaya, karikatur sebenarnya tak jauh berbeda dengan produk seni dan budaya yang lain, seperti musik. yang berbeda hanyalah media dan pruduk yang dihasilkan. karikatur berupa visual, sedangkan musik berupa audio. analog dengan itu, kalau memang musik memperbolehkan untuk melakukan pengagungan dan kecintaan terhadap rasulullah, karikatur pun ndak harus dilarang sepanjang berupa ekspresi pengagungan dan kecintaan terhadap rasulullah. wah, maaf, kalau ndak nyambung, hehehehe
Maret 22, 2008 pada 7:06 am
lagi2 karikatur..
ada apa seh dgn karikatur??
oh yg tentang Muhammad SAW itu toh..
emang knapa seh?
biarin lah si penggambarnya itu bebas mengekspresikannya..
biar mukminin bisa bebas menggal lehernya..
btul?
Maret 22, 2008 pada 10:27 am
aku ikut protes
kalo gitu kita buat aja yuk karikatur yang lebih menarik dan mengagungkan untuk melawannya
gimana setuju nda ?
Maret 22, 2008 pada 11:16 am
Dari pada menjawab mending saya bertanya
Borongan ah… nanyanya. hehehe…
mulai dari:
Karikatur nabi Muhammad?…(1)
Karikatur nabi Muhammad?…(2), sampai
Karikatur (lagi) ?!!!
pertanyaan pokoknya kan:
nah saya tambahin deh pertanyaannya.
.
-Apakah hukum membuat karikatur/gambar/patung manusia dalam ajaran Islam? (boleh, haram, sunnah, atau dsb.)
-Apa ada dasar diperbolehkannya karikatur/ gambar/ patung nabi Muhammad? (apakah hal tsb tercantum dalam Al-Quran?)
-seberapa persis mendekati aslinya pembuatan karikatur/ gambar/ patung nabi itu?
-apakah ciri-ciri penggambaran dalam pembuatan karikatur/ gambar/ patung nabi adalah sesuatu hal yg universal? (sehingga bisa diterima umat Nabi itu) atau itu jangan-jangan hanya persoalan persepsi yang tidak pada sampai ada kebenaran soal wajah nabi??
-apakah ada orang di wiki yang bisa membeberkan ciri-ciri itu dengan valid??-apakah karikatur/gambar/patung dapat berpotensi sebagai media penghinaan?
-apakah karikatur/gambar/patung dapat berpotensi sebagai media penghormatan?
-apakah selalu karikatur/gambar/patung sebagai media penghinaan itu?
-bagaimana sikap orang yang mengaku umat Nabi Muhammad, bila Nabi nya dihina orang (jelaskan hanya yang ada dalilnya di dalam Al quran)?
-apakah karikatur/gambar/patung Nabi Muhammad berpotensi sama dihujat oleh manusia biasa? (sebagaimana Penggambaran Jesus yang dihina oleh para feminis kulit hitam, bagi mereka Jesus harusnya adalah wanita feminis berkulit hitam, bukan lelaki gondrong kulit putih yang patriakis)
-seberapa bermanfaatnya pembuatan karikatur/gambar/patung Nabi dan juga seberapa merugikannya?
demikianlah pertanyaan saya untuk
memperkeruhmemperdalam pembahasan ini. heheheada pepatah kan,
malu bertanya sesat di jalan.
kebanyakan nanya di…
*kabuur ah..*
Maret 22, 2008 pada 11:20 am
@atas saya
Baca postingan trilogio postingan karikatur ini dari yg pertama kah? Kalo iya, seharusnya Anda tidak bertanya lagi.
@Joyo
Sudahlah, dibahas begini toh tidak merubah apa2. karikatur tetap ada, yang marah tetap marah. Yang merasa bingung kenapa harus marah juga tetap bingung.
Biarkan yang mau gambar karikatur. Biarkan juga yang marah. masing2 punya pembenaran atas tindakannya. Dan semua itu subyektif sifatnya. Sampe kapan pun akan sulit ketemu.
Maret 22, 2008 pada 11:26 am
@bakalcalonorangtenar
Jah.. sudah saya baca. Tapi belum jelas, makanya saya bertanya. cogito ergo sum.
Nanya aja masa’ ga boleh. apa lagi bikin kariktur. beuh… >_<
Maret 22, 2008 pada 1:26 pm
Wadaw, karikatur lagi.
Saya skip aja deh yang ini.
Maret 22, 2008 pada 2:39 pm
@ Syahbal
penggal kepala
bar bar nya kliatan ?
Maret 22, 2008 pada 2:53 pm
mungkin yang menggambar juga penderita schizorophenia.
yang jelas guwe gak mau si joyo menggambar wajah guwe diblognya apalagi foto guwe…haram.
Maret 22, 2008 pada 7:00 pm
sepertinya saya ikut danalingga aja degh huhuhuhuh
Maret 22, 2008 pada 8:03 pm
Selama ini karikatur hampir selalu dipersepsikan menghina dan melecehkan, sama seperti satir…
Saya sendiri sudah melihat karikaturnya, dan dalam pemahaman saya, selalu saja ada Prejudice dalam menggambarkan karakter seseorang. Prejudice itu yang dibuat dalam bentuk gambar. Dalam karikatur itu termuat prejudice dari masyarakat Barat (saya sulit mendefinisikan apa itu barat) terhadap karakter dari Timur Tengah.
Kasarnya, prejudice itu bisa dimunculkan dalam bentuk apa saja. Bisa dengan gambar karikatur, tulisan-tulisan, film, iklan, atau apa saja. Saya jadi ingat nonton film luar yang ketika menggambarkan/mendefiniskan TERORIS selalu dengan ciri-ciri : bersorban, berwajah Arab, ganas, dan mengucapkan Allahuakbar… Itulah prejudice
Prejudice ini bisa sebaliknya. Penggambaran umat Islam terhadap Barat (lagi-lagi kesulitan mendefinisikan barat)
juga bisa penuh dengan prejudice.
@ Qzink :
Kalau terjadi lagi seperti itu, saya berniat pindah ke Planet Klingon. Mau ikut ?
Maret 23, 2008 pada 1:52 am
@retorika..
gpp lah bar-bar..
dr pd hidup g jelas..
bar-bar itu pa seh? tempat minum2 itu bkn? eh itu mah bar y?
Maret 23, 2008 pada 2:43 am
@qzink
dan sebagian agamist itu menginginkannya…kan iming2nya syurga nan indah dan penuh bidadari
@sawali tuhusetya
hmmmm saya dengar ada juga tu yg melarang musik….jangan2 nanti ngomong dilarang
@syahbal
gak ada apa2, sekadar pengen nulis soal karikatur
menggal lehar? wah ini perbuatan paling terkutuk bro, menghina yg ngasih hidup,
dan saya heran mreka yg suka menggal2 laher ini kok bangga ya, pake nyebut2 nama tuhan lagi.
@realylife
setuju…
@norie
waks…hebat bro…gimana klo diseminarin
ada yg bisa bantu ?
@calonorangtenarsedunia
jah…katanya suruh ngapdet
sekalian sis klo gak ganjil kok rasanya ganjil *halah*
@danalingga
silahken
@retorika
awas bro leher ente…
@daeng
wah daeng lagi demen ma schizo ya..dari kmrn ngomong schiza schizo mulu
siapa juga yg mo nggambar apalgi majang foto daeng, alamat blog nya sepi ntar
@bedh
monggo
@phyrro
padahal bisa juga untuk memuji.
betul karakter itu (yg ingin ditonjolkan dalam karikatur) sudah ada sebelum karikatur itu dibuat.
dan begitulah adanya…
@syahbal
(menggal orang dibilang bener)
hidup gak jelas gimana bro?
dari pada hidup jelas tapi jelas2 salah
*geleng geleng*
Maret 23, 2008 pada 3:04 am
Setuju dengan mas Fertob; ini perang prejudice.
Yang di barat (Sebenarnya yang mana itu barat? Sumbar termasuk kah?
) melihat yang Islam sebagai gerombolan bersorban dan berjubah, brewokan, dan hobi meledakkan restoran dengan yel-yel takbir.
Yang di Islam (timur?) melihat ‘barat’ sebagai gerombolan nudis yang hobi berbugil ria, hobi seks bebas (Benarkah? Saya jadi ingat seorang tamu di Oprah yang dikucilkan masyarakat karena mempraktekkan seks sebebas-bebasnya), anti-Islam, tidak beragama, dan mendedikasikan hidup mereka untuk menghancurkan Islam (buat apa?).
Prejudice oh prejudice…
Maret 23, 2008 pada 8:10 am
@joyo
kan Tuhannya mereka uwdah ada di Hati Nurani…
mereka kan yang mengikuti Aku…
jadi ga menghina dunks…
Maret 23, 2008 pada 8:14 am
@joyo
ya gag jelas ajah Tuhannya siapa….hehehehe….
Maret 23, 2008 pada 11:09 am
@Norie Gazalba
Di mana bagian tulisan saya yang mengatakan tidak boleh bertanya? Dan apa pula hubungannya dengan cogito ergo sum”? Mana juga saya bilang ndak boleh gambar karikatur?
Kalau Anda mengikuti seri ini dari awal dan membaca semua komennya, pertanyaan Anda itu sudah dibahas dan dan dipertanyakan berkali2. Silakan dicek lagi.
@Joyo
Memang ganjil kalo ga ada yang ‘ganjil’, tapi ketika berputar2 dengan suatu ‘keganjilan’ sehingga terkesan dipaksakan yang ada justru ‘maksa suapaya ganjil’ kan?
Ya, utang apdetmu terbayar, Bro.
Maret 23, 2008 pada 4:07 pm
Menggambar KARIKATUR kang Joyo ” Cengengas-cengenges ”
sambil naik Sapi….
Lempar Seruling….hik mirip Dewa Seruling
Ada yg PROTES gak yah….ada yg MARAH gak yah…ada yg mo PENGGAL leher gak yah….
Nggelesod…nyodhorin gulu….
Maret 23, 2008 pada 4:28 pm
@Syahbal
gag jelas bijimane??
Bukannya mending ga jelas daripada barbar??
Maret 24, 2008 pada 2:38 am
@qzink
lho koq malah esmosi..
kan orng2 seperti anda ini yg mengatakan bebas untk mengutarakan pendapat..
lha skarang terserah cangkemku aja mw ngomong apa..
kcuali klw anda salafi.. maka saia akan menghargai peraturan anda.. g boleh ngomong sembarangan tanpa dalil..
y toh?
Maret 24, 2008 pada 4:41 am
@Syahbal
lha, saya nanya lho, bukan emosi..
gag ada tanda seru sama sekali di komentar saya kan? Ah, bapak terlalu perasa sepertinya..
Maret 24, 2008 pada 8:31 am
@qzink
ya pak…sepertinya saia terlalu esmosi….
btul2….
lebih baik bar2 dari pada gag jelas…itu kata saia…
Maret 24, 2008 pada 1:28 pm
@Syahbal
nah, geto kan enak.. Makanya pak, lain kali jgn liat karena yg nanya orang kapir lantas di anggap nyolot.
Ok, sekarang bisa kasih alasan ga kenapa menurut bapak, barbar lebih baik daripada gak jelas??
Sekali lagi, saya bertanya lho ya pak..
@joyo
soir bro, ngobrol di sini..
Maret 24, 2008 pada 2:18 pm
@ Syahbal and Retorika
Pindah arena ya Bung?
Karikatur? gak menarik, mending nonton pelem….
Maret 24, 2008 pada 2:21 pm
Bar itu :
1.tempat minum2 biasanya buka di malam hari. pelanggan setianya biasanya FPI
2.tekanan udara pada ban motor eg: 30 bar
3.singkatan nama depan pembalap Rubens Barichello
4.suku pedalaman yang bersikap brutal
Maret 24, 2008 pada 3:44 pm
gambarnya kok aneh yah….
Maret 25, 2008 pada 12:18 pm
@qzink
assalamualaikum..
iy neh klw di tanya orng kapir bawaannya esmosi..
bawaan orok kali y? alah emang gw hamil apa..hehei..
begini pak..
saia kan suwdah mulai mengerti apa yg di maksud bar2 disini.. maksudnya islam garis keras.. y kan? nah orng2 ini jelas dalam melakukan sesuatu.. yaitu membela.. membela islam.. nah mereka melakukan itu karena diperintah.. cegahlah kemungkaran.. dgn cara apa.. dgn tangan, mulut, n hati..
nah bgtu..
jd mereka lebih jelas dr pada yg g jelas..
nah saia blik bertanya..
kenapa menurut bapak lebih baik yg g jelas dr pada bar2?
klw bisa menurut dua versi..
versi logika.. n
versi hati.. karena iman adanya dihati pak..
uwdah ah maen bapak2an nya.. capek..
@hilda
saia mah maennya diblog kapir..hehe..
Maret 25, 2008 pada 5:42 pm
@kopral
perlu saling lebih mengenal satu sama lain, biar gak salah persepsi dan timbul prejudice ini itu
@syahbal
??? gak ngerti apa maksutnya
@hana
fiuuuuh…
*terbebas dari utang updetan*
@santri gundul
narik pak De ke atas sapi, trus turun lan nuntun lakune sapi
@zink
monggo
@hilda
iya ni berdua ngadu mulu
pilem apa nih, 3gp kah?
@retorika
bar itu basa inggrisnya batang bro
@moerz
itu karikatur Mahatma Gandhi, walopun digambar seperti itu saya kesalehan beliau tetap bagi saya
Maret 27, 2008 pada 9:28 am
Bagi saya. Apa yang digambarkan oleh karikaturis itu adalah isi otaknya tentang Islam. Cara merubahnya ya merubah pandangan dunia khususnya barat kepada Islam. Bukan dengan melakukan protes anarkis seperti yang dilakukan beberapa oknum Muslim.
Bisa juga si itu adalah propaganda dalam usaha memecah belah dan meresahkan umat Islam. ya tergantung umatnya sendiri, mau menyikapinya bagaimana..
Maret 28, 2008 pada 5:21 pm
yak betoool…
dan karena kita tak bisa
maksamerubah pandangan orang lain, maka, ya kita cuma bisa merubah diri biar mereka berubah pandangan terhadap kita.ndak cuma perotes, petisi ini dan itu, yang mbikin keliatan
analkisanarkisnyaah, kenapa pacar saya di atas itu bijaksana sekali ya?
Maret 28, 2008 pada 11:49 pm
@Mr dan Mrs. Fortynine
silahken diminum tehnya mumpung masih angget
*OOT*
Maret 28, 2008 pada 11:57 pm
@Mr dan Mrs. Fortynine
iya, menolak dibilang anarkhis kok pake ngacam mbunuh, walah piye to…to…
*geleng2*
April 7, 2008 pada 1:25 pm
Seperti ketika orang buta (kemudian bisa melihat) pertama kali melihat kaleng Coca Cola. Dia terkejut. Karena wujud Coca Cola tidaklah sama dengan yang selama ini dia bayangkan…
Orang buta tersebut kini sudah bisa melihat. Dalam arti, dia menilai dari sudut pandang yang berbeda.
Benarkah Islam adalah Barbar seperti yang Anda persangkakn sebelumnya? Sudahkah anda melihat dari sudut pandang yang berbeda?
Mei 1, 2008 pada 11:51 pm
@jems
weh? bagian mana saya bilang Islam bar2?
wah anda secara bar2 telah menginterpretasikan secara salah postinga2an saya.