Masih tentang karikatur nabi Muhammad, kali ini saya akan merangkum tanggapan para sahabat blogger yg sempat urun rembug mengenai pertanyaan saya (disini.)
Apa dasar tidak diperbolehkannya karikatur/ gambar/ patung nabi Muhammad? (apakah hal tsb tercantum dalam Al-Quran?)
Berikut adalah tanggapan2 yg terekam:
- tidak tau, disampaikan oleh sahabat Sawali Tuhusetya, Deking, Nazieb,
- sedih, dsampaikan oleh Landy
- supaya gak timbul pertanyaan baru semisal “koq yang di saya engga begitu gambarnya”, disampaikan oleh Zal KL *halah*
- nggak masalah, disampaikan oleh Abah Dedhot, Santri Gundhul.
- Rasul tetaplah Rasul, Tuhan tetaplah Tuhan, mau dihina sejelek apapun, itu tidak mempengaruhi keRasulan atau keTuhanan nya, disampaikan oleh Danalingga
- bingung, didukung oleh Indra1082
- tidak boleh karena: 1. menghindari pencemaran/pelecehan kesucian nabi Muhammad, 2. menghindari pengkultusan dan penyembahan gambar/lukisan atau visualisasi nabi Muhammad, 3 kesepakatan ulama (ijma) yg mengharamkan penggambaran sosok nabi Muhammad, disampaikan oleh Sylviapoe3, Oni Suryaman, Bedh, CalonOrangTenarSedunia, Daeng Limpo, Cabe Rawit, Zakiyah Umami, Morishige dan Roele.
- nggak masalah asal jangan ngehina, oleh qzink *tumben komeng ente beradab*
lha…jadi gimana ni?
Hmmm bagi saya, pada akhirnya demi terciptanya perdamaian dan kebahagian bersama, sebaiknya kita harus saling menghormati saja (ngutip Pancasila
). Mulai untuk memaafkan, tidak menyinggung dan melecehkan pihak lain adalah hal yg utama.
Untuk komeng2 diatas saya menaruh simpati pada komengtar Abah Dedhot, Danalingga dan Santri Gundhul, bahwa kesejatian hidup itu tidak diperoleh melalui simbol2 tapi melalui Kesadaran Diri sebagai bagian dari sang Empunya hidup.
ps. trima kasih buat Roele yg sudah menjawab pertanyaan saya diatas dalam postingannya dsini





Maret 7, 2008 pada 5:35 pm
*kesumon*
eh, komeng saya kan memang selalu beradab, bang..
sebagai yang sesama nabi, saya akan menghormati beliaunya ini..
*masih menunggu ada yg bersedia menggambar wajah saya biar umat saya di kemudian hari tidak menganggap bahwa nabi qzink itu mitos belaka*
Maret 7, 2008 pada 5:56 pm
mas joyo, saya juga dapat tembusan link dari roele. yups, sepakat aja sama pendapat mas joyo. kita mestinya juga saling toleran dan terbuka terhadap beragam pendapat, tidak mengklaim paling bener, apalagi sampek mengkafirkan orang lain yang tidak sepaham. repot jadinya.
Maret 7, 2008 pada 7:05 pm
@ qzink
tzah… ada baginda zink rupanya nongol di komeng pertamax lagi
Biasanya segala cacian, hinaan, pelecehan, fitnahan atau penganiyayaan sekalipun tidak akan membuat seorang nabi itu lemah , loyo apalagi melow. semua di respon dengan biasa-biasa aja ndak kurang ndak lebih.
dan yang jadi masalah dan selalu bikin ulah justru para simpatisannya. Aneh memang.
* Zink biar lo dibikin duplikat patung lilinnya aja ntar kalau dah selese di pajang di musieum kebun binatang atow musieum purba kala
*
Maret 7, 2008 pada 7:10 pm
apalagi cuman karikatur……
cetek buanget itu mah….
*cepet dewasa ya nak biar bisa bantuin bapa nyelesein kerjaan*
Maret 7, 2008 pada 10:51 pm
@Arwa : apalagi cuman karikatur……
cetek buanget itu mah….
Mas Arwa anda sudah tasahul (nganggap remeh) masalah ini. ini masalah besar, bukan hanya masalah karikatur saja. jika niatan pelukis melecehkan, berarti ini sudah urusan agama. menurut alquran hukumnya WAJIB untuk melawannya.
Maaf, saya hanya melaksanakan “Amar Ma’ruf Nahi Munkar”
Maret 8, 2008 pada 2:39 am
Kesimpulan yang bagus…walaupun sekarang saya agak lebih condong ke…..nabi blogosphere Tuan Danalingga
Maret 8, 2008 pada 3:23 am
Tidak boleh karena… Mereka yang melarang itu meyakini bahwa kesucian dan segala keagungan nabi begitu rapuh. Sebuah karikatur saja akan mampu menodai dan meruntuhkannya, mereka juga yakin nabi adalah seorang pemurka yang dahsyat, seandainya masih hidup pun akan ngamuk luar biasa. karena itulah dilakukan pembelaan habis habisan, kalau perlu disertai pembunuhan terhadap pelukisnya.
Anda semua bisa saja membanggakan keyakinan yang anda pikir lebih waras dan manusiawi, tapi mereka yang marah juga punya keyakinan mereka sendiri. Kalau sudah tau bisa memicu kemurkaan masih digambar, itu namanya tolol dan cari masalah.
Kewarasan tidak bisa dipaksakan, yang ngaku waras harusnya ngalah dan mendukung perbaikan pendidikan, agar generasi mendatang lebih waras dan manusiawi.
Maret 8, 2008 pada 3:31 am
*terpesona dengan komentarnya Guh*
Ibarat air dan minyak ya mas Guh .. sulit disatukan. Bagaimana kalo diblender aja. Bisa ga disatukan ya??
Maret 8, 2008 pada 6:31 am
Hmmm.. jadi malu sendiri
Iya sih, sebaiknya ndak usah saja, daripada nanti malah perang gara-gara itu… Bukan masalah boleh tidaknya, tapi untuk menghormati keyakinan yang lain saja..
Maret 8, 2008 pada 7:44 am
Guh bijaksana sekali.
Mungkin masalah ucapan Nabi yang sudah dikultuskan itu saya melihatnya lebih kepada pedoman acuan hukum. Soalnya Tuhan kan sudah tidak berbicara langsung, jadi ya interpretasi kitab suci itu adanya di Nabi. Kalo digambar takutnya orang lupa bahwa dia hanya sekadar Nabi.
Maret 8, 2008 pada 9:34 am
::koq engga ada yang masalahin 23 – 24 Nabi dan Rasul sebelumnya, ada foto atau karikaturnya, atau filmnya sekalian…, tentunya keadaan ini ada maksudnya… koq engga bertanya..???
Misalnya Musa, dengan “The Ten Commandment”, bahkan dipampang jelas wajahnya…apakah sama dengan Musa dan Harun sebenarnya atau Fir’aunnya sekalian…berakhir tanpa protes…
karikaturkan hanya salah satu seni, (karikaturkan memberi pesan…) meski naturaly jugakan memberi pesan, bukan cuma karikatur…
kalaupun memang ada pesan menyimpang…, lha wong diri sendiri menyimpang aja jarang yang protes ke dirinya…yak..
Maret 8, 2008 pada 10:41 am
cihuyyyyy
seru ih……
huhuhuhuhuhu
*gak tau ini postingan kompor
apa komen ini yang kompor
terserah…..
yang penting seru
huhuhuhuhuhuhuhuhu
horeeeeee……………..
Maret 8, 2008 pada 11:26 am
Rasul tetap Rasul, Tuhan Tetap Tuhan tidak akan berkurang Kerasulan dan Ketuhanannya hanya karena sebuah ejekan….betul saya sependapat.
Manusia tetap manusia tidak akan bertambah kemuliaannya dengan menghasut dan menghina.
Manusia tetap manusia tidak akan merubah apapun jika hanya memaki dan melecehkan.
Jadi jika ingin menjadi mulia dan merubah sesuatu jangan hanya bisa menghasut, menghina, memaki dan melecehkan…itulah derajat manusia yang paling mulia disisi setan…iblis…dan mungkin Tuhan sang pencela dan penghina…kaleeee.
Maret 8, 2008 pada 1:12 pm
hmmm , tanggapan aku mana ya ?
nyari dan ngga muncul
jadi bingung
tapi ngasih tanggapan ngga ya kemaren ?
Maret 8, 2008 pada 4:47 pm
Ah, sebenarnya permasalahan soal kemarahan karena karikatur Nabi ini gampang. Mas Joyo aja keknya mempersusah nih.
Yang marah karena tersinggung, tidak kurang tidak lebih. Nah yang rumit itu kalo dibahas kenapa harus tersinggung? Berjuta pembenaran bisa diajukan baik yang pro maupun yang kontra.
Maret 8, 2008 pada 4:51 pm
Kesejatian?…..
Kesimpulan yang menarik dari hasil eksplorasi
Maret 8, 2008 pada 4:51 pm
Eh, ralat dikit, berjuta dalil. *biar nggak OOT*
Maret 8, 2008 pada 5:10 pm
aku ga donk…
Maret 8, 2008 pada 5:53 pm
Jawaban mas Joyo sendiri seperti apa ?
Maret 9, 2008 pada 2:13 am
Jawaban saya sih bukan ada tidaknya gambar, tetapi inti pesan dari gambar itu menghina tidak… seperti halnya kalau ada yang menghina saya kemungkinan besar saya bisa marah… atau malah tersenyum… yah itu tergantung pada emosi saya saat itu… kadang saya dihina juga tersenyum tapi seringnya juga merah padam muka saya… ya itu jawaban dari saya mengenai hina menghina.,.. bukan gambar menggambar lho… intinya gambar hanyalah salah satu sarana komunikasi penyampai pesan… jadi pesannya yang harus di kritisi…. bukan gambarnya…. jangan ad hominem lah pada gambar
Maret 9, 2008 pada 2:31 am
*liat komeng idola saya yang persis diatas saya*
hohoho… Sepakat bang.. Selama gambarnya gak menghina ya gak masyalah..
cuma gambar ini..
Maret 9, 2008 pada 4:13 am
@qzink
nabi zink saya mo kasih saran, walopun sekarang media tulis sudah maju, sebaiknya situ jangan nulis kitab sendiri, biarkan saja penggemarmu yg menuliskannya untukmu,
ya klo nulis sendiri nanti ketahuan kekurangan/kelemahan mu itu
sebaiknya jangan juga bikin photo ato film tentang dirimu, klo bisa larang para penganut, musuh dan orang2 yg tidak mengenalmu jika mereka ingin mangabadikan gambarmu, ya biar misterius saja, soalnya yg misterius2 itu bakal selalu menarik perhatian
@sawali tuhusetya
iya kebenaran kan relatif, subjektif dan lokal, jadi sebaiknya hidup damai dan tentram klo pun ada gesekan jangan sampe ada darah yg tumpah
@arwa
ya biasanya memang gitu, klo ada tawuran sepak bola, yg biasanya berantem dan cari gara2 kan sporternya bukan pemainnya, apalagi pelatih ato menagernya
gawan bayi kali yak
@roele
silahken
@daeng limpo
atas petunjuk daeng
@guh
serapuh itukah? yg rapuh tuhannya? nabinya? pengikutnya? ato ajarannya?
@erander
klo nggak bisa disatukan dan memang sifat dasarnya seperti itu, berarti memang nggak perlu disatukan pak, berarti tuhan yg maha agung menciptakannya demikian, nah menyatukan malah nyalahi aturan tuhan dung.
@nazieb
betul bro, perang itu kan mahal harganya, menyakitkan lagi, kok pada demen ya…*ngelongok palestina*
@calonorangtenarsedunia
lha bukannya klo digambar malah nunjukin bahwa dia hanya seoarang nabi yg juga manusia jeng, bukannya yg tidak bisa kita gambar itu tuhan sang segala2. tidak menggambar sosok manusia karena kesuciannya, bukannya malah menyama2kan manusia tersebut dg tuhan
*ngumpet*
@zal
wah saya gak ikutan ngomong lah klo kiai zal dah bicara
*nyimak*
@bedh
huhuhu…ngompor bareng bedh
@daniar
hmmm, tuhan tetaplah tuhan karena kita tidak tau sejatinya tuhan tu seperti apa.
nabi tetaplah nabi karena beliaunya sudah berlalu, lha klo manusia yg hidup sekarang, banyak yg bisa dilakukan, membuat karikatur, gambar, ngomong, ngeblog adalah kegiatan yg dilakukan untuk mengubah sesuatu termasuk mengubah persepsi manusia lain terhadap tuhan dan nabi
@realylife
wah, maap ada beberapa tanggapan yg isinya ngak bisa dikategorikan setuju ato ndak, seperti tanggapan ente, so tidak saya tulis diatas
@danalingga
iya, kenapa tersingung ya?
@perempuan
kesejatian…selalu menarik buat saya
@troyjm
makanya saya bertanya bro, biar ngerti
@pyrrho
klo saya, sebenarnya gak ngaruh juga, lha wong saya tidak berafiliasi sama agama manapun, pertanyaan saya sekedar rasa ingin tau
@suluh
bahkan mimik muka pun mengandung pesan
@zink
baru ini saya nemu nabi punya idol
Maret 9, 2008 pada 5:28 am
Mas joyo, saya udah pindahkan secara perlahan2 atheist indonesia ke wordpress. Sekarang gimana mas?
Maret 9, 2008 pada 12:17 pm
Yah…yah…Jaman terus berlalu dengan begitu cepat membawa segala persoalan dan permasalahan yg begitu kompleks utamanya yg berkaitan dengan kemajuan AKAL dan PIKIRAN Manusia itu sendiri. Disinilah TANTANGAN sebuah Kitab yang KATANYA SUCI di uji. Ketika sebuah KITAB-KITAB umat beragama menjadi STAGNAN dan STATIS, maka pada saat itulah Kitab SUCI tadi menjadi sebuah KITAB SUCI yang KERING….MATI…dan TERBATAS serta akan berupa TULISAN menarik YANG KOSONG dari MAKNA…!! Lalu apa GUNANYA sebuah KITAB SUCI jika keberaadaannya membuat manusia merasa TERPASUNG, DIKEBIRI…??. Bukankah Tuhan mengatakan bahwa AYAT-AYAT-NYA telah terhampar luas di Alam Semesta ini…?? Jadi MENYATULAH dengan ALAM. BELAJARLAH dengan perilaku ALAM Semesta ini.
WELAS ASIH…yah CINTA KASIH adalah Sifat-sifat yang ditunjukkan Gusti Kang Hakaryo Jagad.
” Bismillahirrohman Nirrohim ” Bukankah kata-kata ini yg diperintahkan Tuhan sebelum mengawali segala AKSI, TINDAKAN dan PERBUATAN…?!
Lalu PANTASKAH….jika kita berteriak ALLAHU AKBAR…tetapi perilaku yg ditunjukkan sebuah TINDAKAN ANARKIS…!! yang SEJATINYA berlawanan dengan KELEMBUTAN Tuhan…??
Nggelesod….nggembol Welas Asih….
Maret 9, 2008 pada 1:24 pm
jadi sudah clear ya!
Maret 9, 2008 pada 3:55 pm
Mas joyo mau urun rembug. memang sesuatu yang imajinatif itu menarik untuk di ungkapkan atau digambarkan. karena imajinasi mereka tentu akan berbeda dengan para pelukis Jogja.
Maret 10, 2008 pada 12:46 pm
“karena semua religion itu punya figur, dan kami hanya berusaha menggambarkan dan menjelaskannya pada anak-anak kami”
begitu kata seorang teman bule, sewaktu rame-ramenya karikatur itu!
Maret 11, 2008 pada 3:23 am
Saya tetap bingung dan tak berani komentar, takut salah persepsi…
Maret 11, 2008 pada 12:37 pm
haduh… rajam ajah tuh orang! hhehehehehehe…
Maret 11, 2008 pada 1:20 pm
@daeng fattah
wah mana url nya?
share ya
@santri gundhul
soal kitab suci, saya pikir yg penting laku kita pak, kata eyang saya: “le, roso ki ora iso ditulis, roso ki yo isone mung dirasake”
*ngglesod…*
@tony
clear
@rimba
imajinasi itu anugrahNya juga kan
@peyek
woh gitu to pak, ck ck ck…
@indra1082
takut itulah kekuatan yg memunculkan tuhan
@gempur
yg dirajam yg mbuat karikatur apa yg kasih komeng di blog saya mas??
Maret 12, 2008 pada 1:47 am
Perasaan, alasan yang ane kemukakan soal ketidakbolehan melukis atau menggambar nabi SAW bukan berdasarkan ijma ulama, atau kekhawatiran adanya pengkultusan terhadap Nabi..
Maret 12, 2008 pada 10:45 am
@ joyo
kitab itu sebagai “penunjuk arah” kemana tujuan kita … tapi sekarang untuk “menunjuk arah” orang menggunakan GPS
udah saatnya kitab diganti dengan GPS
Maret 13, 2008 pada 9:35 am
setuju ama om danalingga…
Maret 13, 2008 pada 6:01 pm
Apa yang akan anda pikirkan jika orang yang anda cintai dan yang anda muliakan? , ibu anda, atau siapalah mungkin diri anda sendiri saya gambarkan dengan karikatur yang mengejek.
Maret 14, 2008 pada 2:16 pm
@mas joyo:
ribet ama sih ngurusin ginian.. kalo saya, biarin aja keyakinan yang sdh melekat itu tak perlu digugat dan dibantah. setau saya, nabi sendiri sangat marah dirinya digambar dan dikultuskan, jangankan dirinya, la wong melukis gambar hidup aja dilarang kok pada generasi awal hingga pertengahan..
*mode sok tau sdg ON*
hahahahahahahahahahahahaha
Maret 21, 2008 pada 8:05 am
@ gempur
lalu kenapa gambar tanaman boleh tapi hewan ama manusia nggak. Kan tumbuhan mahluk hidup juga.
Maret 23, 2008 pada 2:58 am
@cabe rawit
jah kseimpulan itu kompilasi, dan alasan bro cabe rawit saya kategorikan kesitu
@retorika
gps masih mahal bro
@ulan
om dana…
@amaduq01
liat2 dulu bro, saya sering mengkritik sodara saya dng keras, to the point, misalnya: mba, kamu tu jorok.
lha dg gitu saya nyadarkan dia bahwa dia itu jorok, jng diteruskan karena jorok itu ndak baik/sehat
@gempur
wah klo dulu orang yakin bumi itu datar, dan smua orang percaya…padahal ternyata bumi itu bulat, apa iya keyakinan bahwa bumi itu datar harus terus dipertahankan dan dipeluk?
dan menurt saya tanpa digambarpun nabi muhammad sudah (sangat) dikultuskan, suci misalnya, mana ada manusia suci?
@daengfattah
tumbuhan itu…ndak punya roh (katanya)
Maret 24, 2008 pada 9:16 am
dalam Al Quran sudah ada contoh kisah-kisah seperti komen di atas. Artinya segala penolakan, keraguan, cibiran hinaan kepada Nabi Muhammad saw sudah ada, saya cuma mendalami bahwa kejadian termasuk blog ini termasuk ayat-ayat Allah swt yang tertulis dalam alam semesta. Meskipun ada ujaran dalam alkahfi 106,” ialah neraka jahanam tempatnya, yaitu bagi mereka yang menentang Allah swt dan menganggap ayat-ayat Allah swt dan RasulNya sebagai bahan olok-olok”
Mahabenar Allah dengan segala firmaNYA
Maret 24, 2008 pada 11:23 am
@soopo
hmmm saya tidak melihatnya pada pohon atau batu, atau fenomena alam spt gravitasi…spertinya yg anda maksut tertulis dalam sebuah kitab, bukan tertulis dalam alam semesta, yah walopun kitab itu berada dalam alam semesta bukan berarti seluruh semesta sama dengan kitab tsb. dan ah lagi2 yg nulis kitab juga manusia2, bahkan nabi sendiri tidak menulis/menyuruh menulis kitabnya. Pernahkah anda berpikir kenapa nabi muhammad tidak menulis/menyuruh menulis kitab, pada saat beliu masih hidup, shg bisa ngecek keaslian dan kebenarannya?
Maret 25, 2008 pada 5:03 am
Nabi tidak pernah menyuruh menulis kitabnya karena; hampir semua sahabatnya hafal. Keaslian dan kebenaran kitab suci Alquran khan udah dijaga kesucian kebenarannya oleh Allah swt. Zaman penulisan dulu selalu sahabat mohon petunjuk kepada Allah swt agar tidak tertipu oleh nafsu dirinya sehingga keliru menuliskan ayat-ayat Alquran.
Seperti kisah ka’bah yang mau dihancurkan oleh pasukan gajah dari gubernur yaman.
Abdul muthalib hanya minta kambing2nya yang dirampas oleh pasukan gajah, sedangkan ka’bah dibiarkan saja, dengan doa’ ya Allah kalau ka’bah itu memang rumahmu jagalah sendiri, karena aku hanyalah hambaMU. Yaa akhirnya pasukan gajah diserang oleh burung2 ababil yang membawa batu dari neraka, semua anggaota pasukan gajah mati seperti daun yang dimakan ulat
“saya tidak melihatnya pada pohon batu atau fenomena alam seperti gravitasi”. Kalau melihatnya pedomannya ya ” Dengan mengenal ciptanNYA niscaya engkau akan mengenal Allah swt.
Cuma Allah tidaklah sama dengan ciptaanNYA.
Coba sampeyan pikir: Allah swt menciptakan ruang dan waktu. Pernahkan sampeyan berpikir bahwa ruang hening terang damai yang merasuk ke dalam hati itu bukan Tuhan.
Pernahkah anda berpikir bahwa ruang tidak terbatas pada ruang 3 dimensi, pernahkan sampeyan berpikir bahwa waktu tidak hanya lampau kini mendatang.
Maret 25, 2008 pada 10:37 am
@joyo
“…..,mana ada manusia suci?”
Ada manusia suci, itu tuh bayi yang baru lahir, suci dari dosa, kejahatan, niat buruk dll, tapi sucinya cuman sampe akil baligh. setelah itu bisa dosa bisa diampuni.
Maret 25, 2008 pada 5:32 pm
@soopo
silahken baca postingan saya yg terbaru
@kenthir
hmmm konteksnya beda mas, lagian apa to arti suci menurut anda?
Maret 26, 2008 pada 9:11 am
suci itu samasekali tidak mempunyai dosa/kesalahan. maafkan bagi suatu agama yang berpendapat manusia lahir langsung membawa dosa asal.
April 4, 2008 pada 2:11 am
@kenthir
bagaimana kita tau seseorang sama sekali tidak punya dosa?.
April 7, 2008 pada 1:15 pm
@joyo
untuk bayi, dia suci karena baru saja hidup so dia belum berbuat kesalahan.
untuk orang dewasa yang suci, saya tidak tahu parameternya, karena tiap agama berbeda-beda definisinya
September 25, 2008 pada 11:05 am
Membuat karikatur nabi sama dengan membuat hadist palsu, karenha tidak sesuai dengan yang sebenarnya, hadist adalah segala tingkah laku nabi, sifat nabi, perkataan,perbuatan nabi, ketetapannya.
November 20, 2008 pada 3:18 pm
SEBENARNYA KALAU MENURUT SAYA , TIDAK JADI MASALAH, MAU DIMUAT, MAU DI GAMBAR, ASAL TIDAK MENGHINA. KARENA DUNIA INI TERUS BERJALAN, PEMIKIRAN ORANG , GERERASI PER GENERASI TERUS BERGULIR SEJAJAR DENGAN PERKEMBANGAN INTELEKTUAL ORANG, SEMAKIN MAJU , SEMAKIN INGIN TAU SIAPA SEBENARNYA NABINYA ITU, SOSOKNYA BAGAIMANA, NAMUN TETAP DAPAT DIPAHAMI BAHWA DIA ADALAH NABI BESAR.
AGAR JUGA JAMGAMN SALAH MENGGAMBARKAN.
KALAU JAMAN DULU, JAMANNYA NABI ORANG MASIH SANGAT BODOH, TAPI SEKARANG SUDAH BEDA, ORANG SERBA INGIN TAU, WALAUPUN JUGA ADA HAL-2 YANG SECARA IMAN TIDAK BISA DIPAHAMI DENGAN PIKIRAN.
TAPI KALAU SOAL RUPA SEORANG NABI ITU MENURUT SAYA TDAK ADA MASALAH DI TAMPILKAN, DAN KALAU SDH KETEMU GAMBARNYA JUGA TDK SERTA MERTA DI KULTUSKAN, HAL INILAH YANG DIBESAR-2KAN OLEH KITA SENDIRI.
WAJAR JIKA KITA INGIN TAU NABINYA, JANGAN HANYA KARENA FATMA SANTRI-2/MUI MENJADI KUASANYA MELEBIHI AULLOH SENDIRI. KEWENANGAN YANG MELEBIHI AULLOH INILAH YANG DIPAKAI OLEH KITA UNTUK MENGHALALKAN SEGALA CARA. RINGKASNYA BIAR KITA TAU SIAPA NABI KITA ITU, BAGAIMANA RUPANYA, DAN SAYA TDK SEPENDAPAT KALAU HAL INI DISAMAKAN DENGAN PERUBAHAN SEPERTI TEORI DARWIN, SEBAB KALAU BEGITU JADI BERABE NANTI.
November 22, 2008 pada 7:55 pm
tidak masalah menggambarkan muhammad dalm bentuk gambar, malahan dalam hadis sudah digambarkan secara gamblang mana kelakuan baek dan buruknya,…..trus kalau secara visual itu diterjemahkan malah makin cepat ngerti maksudnya
betul tak?
Ingat Muhammad itu rasul aulloh
jadi segala tindakannya patut ditiru
seperti:
yang baik (FPI, MMI Versi), Karena nelan bulat2 ajaran nabi
Yang buruk (JIL Versi), karena tidak patuh ajaran nabi
kenapa?
karena pake nalar kali….istilahnya masih pake otak
November 22, 2008 pada 8:15 pm
alasan ulama untuk menghindari pengkultusan nabi jika dibuat gambarnya juga tidak kuat….buktinya tanpa dibuat gambar juga udah jadi pengkultusan seperti phedopil, poligami, haji dll (sunnah)
jadi gak masalah toh
Saya adalah tipe orang yang lebih mudah mencerna dalam grafis daripada tulisan….
kartun atau apapun bentuknya merupakan sarana lebih memudahkan nalar saya, singkat jelas
Kenapa tidak mengkultuskan tindakan aolloh
Apa tindakan RAsul lebih mulia daripada tindakan Aulloh ?
November 22, 2008 pada 8:30 pm
sebagai muslim yang kritis
juga harus dapat dikritisi
kenapa kartun nabi memegang koran dan pedang menjadi amarah besar muslim dunia?
hal ini bukan karena gbr nabinya tp krn maknanya..bahwa muslim tidak terima kenyataan bahwa koran itu peduh dengan kekerasan dan ajaran kekerasan,
terima saja kenyataan itu…walaupun itu menyakitkan…..
agama jgn dipahami bulat2 pakai juga nalar ato hati nurani dalam memahami dan mengamalkannya, maksudnya di dunia ini jg ada ciptaan Tuhan yg lain…saya lebih setuku jika koran dan hadis diterjemahkan dlm grafis…ayo siapa mau coba?
November 22, 2008 pada 8:42 pm
soopo berkata
sedangkan ka’bah dibiarkan saja, dengan doa’ ya Allah kalau ka’bah itu memang rumahmu jagalah sendiri, karena aku hanyalah hambaMU
jadi rumah Aulloh Ka’ bah toh…..
jadi yang udah haji udah maen2 kerumahnya aulloh donk
udah jumpa aulloh donk
jadi yang haji udah punya kelebihan donk
jadi yang haji udah jd murid aulloh donk
tapi setahuku sudut ka’bah itu adanya batu hitam yg nempel….yang ketika ibadah haji mengucapkan salam ya aulloh aku datang memenuhi panggilanmu dan menciumnya (jika tak dapat mencium cukup dengan salam aulloh akbar 3x
berarti aulloh itu batu hitam donk yang rumahnya ada dalam ka’bah
mana nih penyembahan monotheisme yg dibanggakan
tak tauunya nyembah batu hitam
ini adalah ajaran “nabi” apa Allah yg azas mengajarkan yg demikian?
Tidak
ini adalah ajaran Iblis
November 22, 2008 pada 10:04 pm
menurut saia karikatur Nabi Muhammad SAW itu tidak boleh dibuat , karena memungkinkan masyarakat akan menyembah gambar yang diyakini adalah Nabi Muhammad padahal kita hanay boleh menyembah tuhan kita ALLAH SWT
November 24, 2008 pada 3:40 pm
Komeng-2 disini payah, cuma pake otak / akal yang di dengkul or pantat, kalo mau komeng, dalemin dulu agama yang nglarang pembuatan karikatur nabi, baru kasih komeng, boleh tidaknya pembuatan karikatur nabi. or emang gw salah gabung ya? wong yang gabung disini Nulis Allah aja aulloh. Hallaah .
November 29, 2008 pada 1:36 pm
Sungguh jangan sekali-kali hal itu terjadi, menggambar Baginda Rasulullah SAW, apalagi sampai membuat patungnya, Naudzubillah!
April 4, 2009 pada 5:47 pm
mas joyo, jawabannya ada pada hati yang cinta pada rasul
mas joyo, jawabannya ada pada hati yang cinta pada Rasul yang mulia
September 2, 2009 pada 5:22 am
pikirin lagi lah mas biar nggak salah langakah.nanti bisa brabe mas