Pisau ELEGAN buatan EROPA

Januari 18, 2008

Kemana biasanya anda/istri/keluarga belanja? Pasar tradisionalkah? Atau pasar modern (supermarket) spt HyperMart/carrefour ato sejenis lainnya ?
Syukurlah klo ke pasar tradisional.

Lha kok syukur?
Kan gak ada aturannya orang harus ke pasar mana? Gak ada juga ‘petunjuk’ dalam kitab suci ato UUD klo belanja di pasar tradisional bakal dapat pahala 27 kali lipat ato bebas pajak sdkn belanja di pasar modern tidak dapat apa2.
Kok bisa2 nya sampeyan bilang klo belanja dipasar tradisional itu patut disyukuri?

Lha iya, memang patut disyukuri, soalnya belanja dipasar tradisonal itu barangnya murah2, seger2, bisa ditawar, klo antri bayar paling banter 4 ato 5 orang, banyak pilihan (gak suka sama penjual tempe A bs ke penjual tempe B), trus yg paling penting gak ada tu kupon2 berhadiah ini itu klo belanjanya habis ratusan atau jutaan rupiah.

Ya yg terakhir ini sebenarnya yg mo saya angkat (halah koyok barang ae) dalam tulisan ini.

Jadi gini (curhat mode: ON), saya dan istri klo belanja di supermarket berinisial HM (dilarang promosi soalnya gak dp apa2), ceritanya tiap minggu kami wikenan di mall dimana supermarket tsb berada, sekalian jalan2 dan cuci mata (yg ini mustinya pake boorwater). Ceritanya lagi tiap dua minggu kami mampir ke HM, walopon sekadar untuk beli susunya Gia. Nah di HM ada yg namanya ‘Kupon Ajaib’. Penjelasan soal Kupon Ajaib ini terpampang besar2 dipintu masuk, kira2 bunyinya gini:

Dapatkan 1 kupon ajaib untuk setiap kelipatan Rp.50.000 belanja anda. Kupon yg terkumpul dapat ditukar dengan PRODUK-PRODUK ELEGAN dan ERGONOMIS buatan EROPA.
15 kupon ajaib = GRATIS gunting dapur serbaguna (harga normal: Rp.229.000)
40 kupon ajaib = GRATIS pisau potong serbaguna (harga normal: Rp.459.000)
Dst
Dst

Karena seringnya belanja di HM, kami pun iseng2 berhadiah ikut sayembara ‘gunting dan pisau dapur’ tadi. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, singkat kata sudah 35 kupon kami kumpulkan hasil belanja selama 1.5 bulan. Memasuki batas waktu penukaran kupon yang tinggal beberapa hari lagi (23 Jan), istri saya mulai berpikir untung rugi, klo 15 kupon ditukar cuma dapat gunting, 20 kupon yg lain gak kepake (RUGI), klo 40 kupon ditukar bisa dapat pisau dapur dan gak ada kupon yg terbuang percuma (UNTUNG), tapi untuk bisa 40 masih kurang 5 kupon lagi (250rb) padahal minggu lalu sudah belanja banyak untuk keperluan bulan ini. Pikir di pikir istri akhirnya berkeputusan untuk belanja 250rb lagi demi mendapatkan 5 kupon ajaib, demi pisau potong serbaguna. (note: saya nggak tau soal ini)

Seperti biasa sabtu kemaren saya dan istri jalan2, wikenan di mall tsb (harap maklum di Batam tempat hiburan keluarga nggak banyak). Setelah mondar mandir kesana kemari, setelah makan dan minum ini itu, istri ngajak ke HM.
“Lho mo beli apa? Minggu lalu kan udah belanja”, tanya saya.
Istri pun mengeluarkan kertas sayembara dan menunjukkan klo kupon nya kurang dikit. “Tanggung dikit lagi dapat pisau dapur harga Rp.459.000″.

Ehmm, sebagai suami yg bijak dan baik, saya pun mengikuti istri ke HM. Masuk ke HM, saya ngambil keranjang belanjaan dan ngikuti istri nyusuri lorong2 supermarket. Sampai di dekat tempat perkakas dapur, saya menarik tangan istri, mengambil sebilah pisau stainless besar yg nampak tajam dan pengkuh (kuat), saya tunjukin pisau tsb ke istri.

“Bune, liat ni harganya”.

Tertera angka Rp. 9.000 saja.

“Masih mau belanja 250rb supaya dapat 5 kupon lagi? Kita bisa beli 25 pisau lebih lho dg uang 250rb”.

Akhir cerita:
Saya dan istri pulang tanpa membawa pisau serbaguna seharga Rp.459.000 hasil penukaran kupon ajaib, melainkan pisau biasa saja seharga Rp.9.000. Saya tau istri saya sdkt kecewa karena gagal mendapatkan pisau dapur serbaguna ‘GRATIS’ itu, tapi gak papalah, masih untung kami gak ‘kehilangan’ 250rb. Oh ya pas mo nukarin 15 kupon untuk gunting serbaguna, ternyata stok habis, wah ‘permainan’ apa lagi ni pikir saya.

Saya jadi mikir berapa banyak ibu2 yg ter’delusi‘ untuk mendapatkan gunting atau pisau serbaguna ‘GRATIS’ shg akhirnya belanja ratusan ribu hingga jutaan rupiah, membeli barang2 yg sebenarnya gak terlalu penting demi mendapatkan ‘kupon ajaib’ yg kemungkian bs ditukar dengan sebuah gunting atau pisau yg harga aselinya kurang dari Rp.9.000. Dan lagi pisau itu ya cuma pisau to, mo dibilang ELEGAN, buatan EROPA, ERGONOMIS dll, paling banter buat potong tahu atau tempe secara harga daging mahal.

Saya jadi mikir lagi (kli ini lebih serius), klo aturan 1 kupon = 50rb, 15 kupon = gratis gunting dst ibarat aturan dan ritual dalam agama/keyakinan, dan slogan2 pisau ELEGAN dan ERGONOMIS buatan EROPA ibarat pahala, surga dan segala kenikmatannya. Berapa banyak ya manusia yg ter‘delusi’ melakukan ritual2 itu seolah2 hal2 tersebut adalah tujuan dan malah melupakan esensi ritual dan hakikat keberagamaan mereka. Ah entahlah saya sendiri sampai skr gak tau pasti apa esensi agama.
*lha iya, wong beragama saja enggak, gimana mau tau esensinya, dasar gemblung*

Dialah tempat segalanya berada dan mengada
Terjalin bersama dalam nafas kehidupan
Dia adalah Jiwa yg satu

Moral:

1. klo anda blm menikah, segeralah menikah, kasian kan sekian puluh taun cuma dipaka buat p***s :D
2. klo anda adalah seorang suami, sering2 lah nemenin istri belanja, klo anda seorang istri ajaklah suami anda belanja niscaya anda berhemat hingga 27 kli lipat.
3. pergunakanlah waktu dan uang dg bijak, jgn gunakan untuk ngenet, browsing dan baca artikel2 gak jelas spt artikel ini :D

13 Tanggapan ke “Pisau ELEGAN buatan EROPA”

  1. qzink666 Berkata

    Baca belakangan, yang penting blokir pertamax dolo.. :P
    *pergi mandi sambil siyul2*

  2. qzink666 Berkata

    *gak jadi mandi junub*

    sekian puluh taun cuma dipaka buat p****s

    hinalah terus.. :evil:

    eh, sepertinya ada yg aneh dgn tag-nya..
    *tercenung sebentar*
    oh, I see.. I see.. :P
    *mandiin sesuatu pake sabun*

  3. danalingga Berkata

    sebuah trik yang masih sangat berhasil. Padahal kalo di pikir pake logika sedikit aja, niscaya tidak akan tertarik lagi.

  4. viar Berkata

    dari piso, sayembara, pasar nyambungnya ke ketuhanan sama agama….bisaaaaaaaaaa aja kamu gil :) )

  5. joyo Berkata

    @qzink
    wah ente pertamax tapi bayar nya premium
    *problem ni*

    @qzink (lagi)
    habis mimpi indah ya?
    syukurlah gak sekedar buat p***s :D
    btw mau ikut sayembara dapet 70 bidadara gak?

    @danalinga
    iya, seandainya mereka mau fikir dan merenung sedikit aj, pasti deh banyak orang spt qzink saya

    @viar
    hehehehe entah tiba2 larinya ke sono :D

  6. brbanget Berkata

    KEREN KEREN !

  7. sitijenang Berkata

    klo anda adalah seorang suami, sering2 lah nemenin istri belanja,

    bener ini. yang dicari 5 barang, yang akhirnya dibeli puluhan… muahahaha :D

  8. zal Berkata

    ::hah..fikiran juga seperti undian itu..yak.., semakin banyak menggunakannya, semakin besar peluang memilikinya.. :lol:

  9. joyo Berkata

    @brbanget
    iya marketing supermarket tersebut memang keren, bisa menghipotis para ibu2

    @sitijenang
    harus ada pengawanya pak :D

    @zal
    apa untungnya memiliki pikiran jika kepasrahan dilepaskan :)

  10. zal Berkata

    ::he..he…bukannya setelah dipunyakan baru kenal dengan pasrah…dasar . :lol:

  11. nindityo Berkata

    lepas dari itu bro .. produk eropa emang jauh lebih baik dibanding produk cina .. nanti kalo udah ngalami pasti meng-iya-kan.

  12. joyo Berkata

    @zal
    hehehe, ya begitu pak, kepasrahan itu juga asalnya dari pikiran kok ya :D

    @nindityo
    sepakat, tapi klo harganya ratusan ribu kan yo gak logis to

  13. Sunny Berkata

    hahahaa.. saya suka moral no. 2..


Tinggalkan Balasan