Semesta yang Tak Terbatas, Absolut dan Abadi

Januari 13, 2008

Sebelumnya, saya bukan ahli apapun (fisika, biologi, filsafat, astronomi maupun ahli tulis). Apa yg tertulis berikut adalah hasil pembacaan dan pengalaman terhadap diri sendiri dan alam dibantu logika dan pengertian2 yg saya mengerti dari beberapa tulisan yang pernah saya baca (lihat referensi).

Kita hidup dalam semesta yg sangat luas dan besar, bumi tempat kita hidup merupakan bagian sistem tata surya; matahari sbg pusat tata surya tempat bumi berada merupakan bagian dari gugus bintang (galaksi) bima sakti (dalam satu sistem galaksi bisa terdapat triliunan bintang, blm lagi planet2 yg ada didalamnya); gugus bintang tempat tata surya kita berada merupakan bagian dari kumpulan gugus bintang lokal (bgitu ahli astronomi bilang), dan para ahli astronomi menyatakan bahwa ada milyaran galaksi di’luar’ sana, hal ini jika dilihat dari arah ke’luar’ diri manusia.

Dalam arah sebaliknya, kita, manusia terdiri dari sistem organ, sistem organ terdiri dari organ2, organ2 terdiri dari sistem jaringan, sistem jaringan terdiri dari jaringan2, begitu seterusnya sampai pada tingkat sel hingga atom, dalam atom pun masih ada partikel2 sub atomik, dan ternyata (menurut para ahli fisika kuantum, spt Werner Heisenberg) pertikel2 sub atomik spt elektron itu tidak dapat dikatakan sebagai ‘partikel’ dalam arti sebuah entitas benda melainkan interaksi energi.

Ke arah ‘luar’ manusia dihadapkan pada kenyataan bahwa dirinya sangat sangat kecil dibandingkan dengan kebesaran Semesta yang kita semua tidak tahu sampai dimana ‘batas’ kebesaranNya; Dan ke arah ‘dalam’ manusia dihadapkan pada kenyataan bahwa dirinya merupakan kumpulan interaksi pola2 energi bukan materi, yang kita juga tidak tahu dimana ‘batas’ kedalamanNya.

Lebih dari itu kita merupakan bagian (ada di dalam) Semesta sehingga segala kemampuan (melihat, mendengat, merasa, berpikir dll) yang ada pada diri kita merupakan penyesuaian bagi adanya diri tersebut, melihat misalnya, warna warni yg kita lihat adalah representasi dari gelombang elektromagnetik dg panjang gelombang/ frekuensi ‘cahaya tampak’ yang dipantulkan dari benda yg kita lihat. Ya mata hanya mampu melihat gelombang elektromagnetik dalam jangkauan panjang gelombang ‘cahaya tampak’.

Manusia ’seolah2′ tak berarti jika dihadapkan dengan kebesaran dan kedalaman Semesta yang tak terbatas walopun tidak kita ketahui sampai dimana ‘batas’ kebesaran dan kedalamanNya karena keterbatasan yg kita miliki dan keterbatasan itu disebabkan kita berada didalam dan menjadi bagian dari Semesta.

Semesta sebagai yang absolut atau yang mutlak hanya dapat dipahami dalam Keseluruhan; Sebagai keseluruhan Semesta tidak tergantung pada apapun kecuali pd dirinya sendiri (karena apapun ada di dalamNya), yang mandiri dari segala hubungan, kondisi dan sudut pandang (karena segala hubungan kondisi dan sudut pandang ada didalamNya). Sesuatu yg ‘tak terbatas’ dan mutlak tidak memiliki awal dan akhir. Keadaan tanpa awal dan tanpa akhir inilah abadi.

Sangat sulit mendeskripsikan pemahaman tentang Semesta yang tak terbatas, absolut dan abadi, kenapa? Karena, spt kata Comte, dan Suluh, pemahaman ini diperoleh dari pengalaman, ya…seperti menjelaskan gimana wujud dan rasa pisang pada orang yang sama sekali belum pernah liat dan makan pisang. Sangat mudah jika kita bisa menyodorkan pisang dan menyuruh orang itu makan untuk merasakan rasanya sendiri.

Pada saya, pengalaman tersebut terbentuk ketika saya melepaskan diri dari pertanyaan tentang eksitensi Tuhan: Apakah Tuhan ada? Tuhan disini adalah Tuhan yg maha segala2 sekaligus Tuhan yg maha pencipta dan pengatur, Tuhan yg peduli perbuatan manusia, Tuhan yg memberi perintah dan larangan; ya…Tuhan yang itu. Saya membiarkan pertanyaan itu tak terjawab, karena tau tidak mampu menjawabnya. Kemudian melihat Alam dan diri saya apa adanya, bahwa saya ada disini dan kini, yang terjadi ya terjadilah sebagai keniscayaan keberadaan saya dalam Alam (pasrah..srah!). Saya tidak lagi membutuhkan doa dan ritual karena segala aktivitas hidup yang saya lakukan termaknai sebagai kepasrahan atas keberadaan saya dalam Alam, kepasrahan bukan berarti lemah-menyerah melainkan kepatuhan dan tanggung jawab terhadap diri dan Alam.

Bagi manusia yg tercerahkan…yg kesadarannya merangkul Semesta
Baginya Semesta menjadi ‘tubuh’nya
Sementara tubuh fisiknya menjadi perwujudan Akal Semesta
-Lama Govinda-

Referensi:
Ingatan bacaan pelajaran waktu SD – Kuliah
Milky Way dan Galaxy
Partikel Sub Atomik dan Partikel Elementer
Human Body
Spiritualitas Tanpa Tuhan
Hukum Kekekalan Energ: yang Kekal dan yang Abadi

48 Tanggapan ke “Semesta yang Tak Terbatas, Absolut dan Abadi”

  1. danalingga Berkata

    Alam jadi kecil karena di identikkan dengan bumi. Padahal bumi sendiri belum di kenal secara keseluruhan, apalagi kalo udah level semesta. :D

  2. Tedy Berkata

    jelas..dari awal penciptaan alam semesta…kita bisa mencerna kalo tuhan itu ada…simak teori big bang

  3. brainstorm Berkata

    Jagad raya tak pernah terciptakan dan tak pernah terhancurkan, yang ada hanya evolusi dan revolusi. Tidak ada yang kekal dialam kecuali alam itu sendiri bro.. Alam yang menantang mahluk untuk ber-evolusi..

    *ah.. orgasme tingkat tinggi*

    @ tedy

    TEORI BIG BANG ITU TEORI GAGAL, BANYAK CACAT BRO..

  4. Roni Berkata

    Ada beberapa pertanyaan Saya untuk Anda:
    1. “disini” artinya Tak berpikir.
    “kini” artinya berpikir.
    Apa Anda sepakat?
    2. Alam tak terbatas menurut anda, tapi kenapa pertanyaan Anda bertentangan dengan semua kitab suci, dari alquran (7 surga, 7 neraka, satu bumi beserta planet-planet lain), tripitaka (31 alam), dan veda (alam manusia tercipta di lautan brahma, juga adanya berbagai jenis alam dan batas-batasnya).
    Tentunya para nabi seperti muhammad dan buddha, serta pada resi hindu tak bisa diremehkan juga kan. sama seperti saya tak meremehkan pemikiran anda.
    nah, jadi siapa yg benar? apa abg seperti anda atau mereka yang tua dalam meditasinya?

    3. pernyataan anda “keluar” dan “kedalam” salah.
    yg benar adalah “membesar” dan “mengecil”.
    anda setuju dengan pendapat ini?

    4. “memandang keluar” artinya melihat fenomena alam.
    “memandang ke dalam” artinya melihat dharma.
    anda setuju dengan pendapat ini?

    dharma = segala fenomena baik tubuh ataupun alam, yg harus disesuaikan dengan aturan-aturan benar.
    gerakan tubuh adalah dharma, mentari terbit adalah dharma, orang harus baik adalah dharma.

    5. anda masih bodoh, sedangkan saya begitu pintar.
    anda setuju?

    6. danalingga masih di bawah saya. setuju?

    7. itu bukan teori anda, dan juga bukan pendapat dan pengalaman pribadi anda seperti pengumuman anda, tapi cuma ikut-ikutan trend spiritualist lain agar ada jalan keluar dari kemelut hidup. Benar?

    6. siapa saya? cuma 1 orang di wordpress yang bisa menulis sehebat ini. siapa saya?

    7. anda marah? karena ketahuan masih bego?

  5. qzink666 Berkata

    Yaa, kamu memang bukan ahli fisika, biologi, filsafat, astronomi..
    Tapi ahli neraka.. :P
    *komentar seriusnya nanti, bro, tidur dulu*

  6. Tedy Berkata

    @brainstorm

    ah masak sih?kayaknya teori di bangku kuliah ama di referensi perpustakaan…aku lihat big bang tuh teori paling unggukl dalam penjelasan tentang penciptaan alam semesta

    bahkan penghitungan einstein menyatakan bahwa alam semesta tidaklah statis…tapi mengembang seiring dengan waktu

    belum lagi pengamatan bintang oleh edwin hubble

    apakah kampusku dah ketinggalan jaman yakz

    :(

  7. joyo Berkata

    @danalingga
    jadi kebayang batapa kecilnya manusia dihadapan semesta :(

    @tedy
    ha, eh, big bang? penciptaan? hubungan teori big bang dengan penciptaan apa yak?

    @brainstorm
    weh, kok ada orgasm2an ni…mandi2!!!
    dasar biangnya kapir :D

    @qzink
    yah saya terimalah apapun sebutannya yang penting ente juga :D

  8. sitijenang Berkata

    bagaimana pun pengalaman memang sifatnya personal… ya ya ya..


  9. Saya membiarkan pertanyaan itu tak terjawab, karena tau tidak mampu menjawabnya.

    Hmmm pernyataan yang menarik bro…
    Apakah pengakuaan akan keterbatasan diri (yaitu tau kalau tidak mampu menjawab) itu secara bersamaan dan secara tidak langsung berarti mengakui adanya suatu dzat yang tidak terbatas (selain ketidakterbatasan alam semesta yang dibahas dalam tulisan ini)?

    BTW saya punya buku “A finite universe” yang menyatakan kalau alam semesta itu ber(ter?)batas :mrgreen:

  10. joyo Berkata

    @sitjenang
    iya… jgn digugat!!

    @deKing

    berarti mengakui adanya dzat yg tidak terbatas (selain ketidakterbatasan alam semesta yg dibahas dalam tulisan ini)

    oh bukan ini pengakuan klo saya tidak memilih untuk meyakini/tidak meyakini adanya dzat tsb, karena buat saya Alam Semesta ini sudah cukup mbuat saya termehe-mehe, gak perlu lagi dzat selainNya

    wah buku yg menarik, terbitan mana? bisa dibeli dimana?

  11. joyo Berkata

    @roni
    wah komen anda tadi tersangkut di akismet :D
    terima kasih sudah mampir, terima kasih jg masukannya, saya bukan siapa2 sekadar jari2 yg mencet2 kibord untuk mengisi waktu luang :)

  12. joyo Berkata

    *tergoda untuk hetriks di bolg sendiri, spt yg dilakukan qzink :D *
    cmiwwwwww

  13. zal Berkata

    ::he..he..tergoda dengan keberagaman yak…, kan keluasan tak membatasi…ya kan.. , :lol:

  14. qzink666 Berkata

    Saya membiarkan pertanyaan itu tak terjawab, karena tau tidak mampu menjawabnya.

    setubuh, bro..
    Biarkan pertanyaan itu tetap menjadi pertanyaan. Toh, yg berusaha menjawab pun pada akhirnya hanya menghasilkan dugaan-dugaan.
    Lagi pula, satu hal yg lebih sering dilupakan manusia adalah bahwa sesungguhnya kita tidak membutuhkan jawaban-jawaban itu. Manusia tidak sungguh-sungguh membutuhkannya.
    Jujur saja, saya memulainya dgn mengamati fenomena orang2 “gila” yg semakin banyak berkeliaran di jalan2. Lihat saja, mereka hidup dari sampah dan tak pernah sedikitpun ada keributan tentang penyakit kanker di antara mereka. Orang gila tak butuh penyakit kanker!
    Olang walas pun tak membutuhkan [...]
    *komen gak jelas setelah bangun tidur*
    *tidur lagi*

  15. nita Berkata

    Apakah Tuhan ada ?
    Saya membiarkan pertanyaan itu tak terjawab, karena tau tidak mampu menjawabnya.

    Simple kok jawabnya :) ikuti step2 berikut ini :

    step 1 :
    jawab pertanyaan ini dengan tidak bertanya pada orang lain, google, wikipedia, buku, referensi dll. jawaban harus originil dari informasi yang anda miliki sebelum saya bertanya, oke!
    Bro anda punya manos ?

    Step 2 akan dilanjutkan jika anda lolos pada step 1.

    instruction : jujur pada diri sendiri.

  16. Suluh Berkata

    horeee aku disebut sebut!!!! joget dangdut ah…..

  17. joyo Berkata

    @zal
    iya mbah
    *manggut manggut*

    @qzink
    ah ente memang sodara ane yg paling setia
    *terharu…*
    btw kok mulai ngamatin orang gila? pgen jadi salah satunya? :D
    *kabur sblm ditimpuk qzink*

    @nita
    mmm, mba nita silahken mbaca tulisan saya yg ini: ‘Tentang Saya dan Tuhan 2‘, disitu ada cerita singkat bagaimana saya mengalami proses pencarian jawaban atas pertanyaan diatas, tidak ada buku, google, referensi bahkan manusia lain yg terlibat didalamnya hanya saya dan Alam.

    @suluh
    iyo ono link nek tlisan mu jg lho, mengko nek ono sing klik aku kudu entuk bayaran lho :D

  18. syahbal Berkata

    mas joyo….

    ooo…saya ngerti tapi bingung…

    yang dimaksud tanpa wal dan tanpa akhir ini adalah energi bukan???
    klw saya nagkep sih kayaknya energi yah???
    energikan tidak dapat diciptakan dan tak dapat dimusnakan..tapi dapat berubah…

    misal manusia lahir dari energi ayah dan ibu(jangan jorok) lalu ketika hidup manusi memperoleh banyak energi, lalu manusia mati, dan jasadnya hancur dalam tanah dimakan oleh cacing, alalu sang cacing memberikan unsur hara(energi) pada tanaman, then sang tanaman mengeluarkan makanan(energi), truz si buah(energi) diamakn oleh makhluk hidup(salah satunya manusia), begitu sterusnya…
    bener ga??? klo slah maaf… langsung koreksi okeh…

    tapi kan klo energi tidak bisa di ciptakan..kenapa manusia dibumi bertambah dari 2 (kata Islam dua, ga tau kata alam) mejadi bermilyard-milyard…apakah itu tidak dibarengi dengan yang namanya pertambahan energi…g tau juga seh…

    tapi klo kata Rasulullah mah:
    makanan satu dapat untuk dua orang, makanan dua untuk 3 orang, begitu seterusnya…

    apakah itu berhubungan??? ga tau juga seh…

    soale saya masih bodoh, bego, tolol, dan goblok…. untuk semua urusan…tidak seperti Allah yang dapat mejawab semua pertanyaan dengan mudah dan simpel…wallahu alam…

    syukron khatir…

  19. baliazura Berkata

    hmmmm…….emhmmmmm

    *baca dan mikir serius*

  20. joyo Berkata

    @syahbal

    tapi kan klo energi tidak bisa di ciptakan..kenapa manusia dibumi bertambah dari 2 (kata Islam dua, ga tau kata alam) mejadi bermilyard-milyard…apakah itu tidak dibarengi dengan yang namanya pertambahan energi

    mmmm liat komennya dana deh, coba keluar ke yg lebih ‘besar’, ada bumi, ada matahari, ada tata surya, ada galaksi dst.
    jml manusia mmg bertambah, tapi itu nggak berarti bahwa energi bertambah, coba perhatikan, ada nggak yg berkurang dari bumi? minyak bumi, gas alam, sumber2 energi yg diketahui dan bisa digunakan berkurang nggak?
    saya lupa pernah baca dimana, menurut pada ahli (bnar tidaknya saya tidak tau) total jumlah energi yg ada di Semesta ini 0.

    @baliazura
    emmmmmm
    *nunggu komennya azura*

  21. syahbal Berkata

    @joyo

    mas joyo…
    bukannya gtu…kan yang saya tahu cuman bumi….yang bisa saya jamah lah istilahnya mah…
    matahari mah belum sampe…masih beribet…para ahli ajah masih bedebat…meskipun bumi juga sama..tapi se esnggaknya kan saya tinggal disini…

    mas mau nanya…
    kan katanya energi itu 0(nol)
    0 disin maksudnya apa??? habis,,tidak ada,,atau apa…

  22. Suluh Berkata

    @syahbal: mas… hukum kekekalan energi kan berkata bahwa energi itu kekal dan abadi

    kalau mas percaya itu maka semua yang ada itu abadi (dalam bentuk energi).. manusia bertambah itu kan, bukan berarti energi bertambah, seperti halnya anda rumput bertambah atau hewan bertambah, itu merupakan bentuk dari perubahan energi. setidaknya jika ini menurut dogma FIsika mengenai kekekalan energi.

    jika anda menkontradiksi antara dogma Fisika and dogma agama (dalam ini kata2 muhammad yang anda yakini) terserah anda mau mempercayai yang mana. Dogma muhammat berawal dari keyakinan bahwa “setiap yang diucapkan oleh muhammad yang menurut anda tidak pernah salah dan pasti benar, sedang dogma fisika berawal dari “metode ilmiah” khas induktif..

    semuanya berawal dari dogma yang juga berawal dari pemikiran manusia..

  23. Tedy Berkata

    @joyo…coba baca di tulisanku berjudul
    awal alam semesta
    http://kliktedy.wordpress.com/2007/11/22/awal-alam-semesta/

  24. joyo Berkata

    @syahbal (apdeted)
    klo dibatasi pada bumi, malah lebih gampang, karena bumi dianggap sistem tertup.
    secara ilmu pengetahuan (fisika dan kimia), maksut total energi = 0 itu ya 0 (angka, matematis), coba buka lagi buku2 SMP ato SMA.

    tapi secara filosofi (terutama filsafat timur, Hindu, Buddha, Tao, Zen, Kejawen), nol disini berarti ketiadaan ego. ketiadaan ego menghasilkan keseimbangan. tau lambang Yin-Yang dalam Tao kan? nah mungkin seperti itu, porsi hitam dan putih sama, dalam hitam ada putih dan sebaliknya dalam putih ada hitam, keduanya berpadu mbentuk kesatuan yg Nol.
    *ini penafsiran saya* :D

    @suluh
    *manggut manggut*

    @tedy
    ok sudah saya baca, eh ternyata saya dah pernah komen disitu :D , sudah saya komenin lagi

  25. Suluh Berkata

    @syahbal dan semuanya:

    Jumlah energi sama dengan nol tuh maksudnya bukan banyaknya atau besarnya energi yang ada melainkan delta energi atau usaha yang ada sama dengan nol.

    Usaha atau W secara sederhana didapatkan dari selisih perubahan energi akhir atau Et1 dari perubahan energi mula-mula atau awal atau Et0.

    Misal kalau persamaan W dari kecepatan sebuah benda adalah Ek1 – Ek0

    Jika v0 = 2 dan v setelah sekian detik pada t1, v1 = 4 maka usaha yang dilakukan atau

    delta W = 1/2 mv^2(1) – 1/2 mv^2(0) = 8m -2m = 6 m

    Nah kalau seluruh energi awal dan akhir maka Usahanya adalah nol, karena hukum kekekalan energi mengatakan energi itu tetap, baik awal maupun akhir, sekarang atau nanti sehingga Energi total akhir = Energi total Awal = energi total

    Delta W = Energi total akhir – Energi total awal = Energi total – Energi total = 0

    Nah itu lah yang dimaksud dengan jumlah energi atau usaha di alam itu adalah 0 dengan mengikuti fungsi waktu.

    Sekarang saya tambahi Hukum kekekalan energi pada penerapannya dalam relativitas einstein yang menyebabkan energi itu bisa berubah menjadi massa.

    Kita ketahui bahwa tidak ada kecepatan yang bisa melebih kecepatan cahaya di ruang hampa (postulat relativitas pertama) maka jika ada sebuah benda berkecepatan cahaya ( c ) kemudian benda tersebut dikenai kerja atau usaha searah dengan arah geraknya benda tersebut tidak mungkin bisa bertambah kecepatannya (kita tahu bahwa biasanya kalau usaha itu dikenakan pada benda yang bertambah atau berkurang adalah kecepatan benda itu, energi kinetik). Lalu kemana energi itu menghilang? Apakah setiap pertambahan energi yang kita terapkan pada benda itu akan diserap dan hilang begitu saja, karena kecepatannya tidak bertambah? Persamaan sederhananya:

    Ek1 – Ek0 = 1/2 m1 v^2(1) – 1/2 m0 v^2(0)

    V1 = c, v0 = c , v1 =v0

    Energi itu tidak menghilang, tetapi energi itu berubah menjadi massa sehingga massa akhir sebuah benda dengan kecepatan cahaya jika dikenai sebuah kerja atau usaha akan bertambah dibandingkan sebelum dikenai kerja. Jadi m1>m0 sehingga Ek1 > Ek0. Jadi tidak ada energi yang hilang!

    Begitulah hukum Kekekalan energi bekerja di dunia Pemahaman Fisika.

    Sori persamaannya gak karuan, kurang akrap dengan latex jadi males ngubah jadi latex!

  26. Suluh Berkata

    tambahan: banyaknya energi atau besarnya energi total tuh kita gak akan pernah tahu….

  27. Tedy Berkata

    @joyo
    ok bung..udah aq bales…
    moga nambah wawasan.

    :)

  28. joyo Berkata

    @suluh
    niat euy, cetak buku! cetak buku! :D

    @tedy
    sudah saya komenin lagi :D

  29. Suluh Berkata

    @joyo:

    halah.. direwangi jawab malah di kon nyetak buku… buku sak lembar po?? hwakakakakakakka

  30. joyo Berkata

    @suluh
    hehehe, lha tulisanmu kan wis 200an to bro, bisa dicetak itu :D

  31. Santri Gundhul Berkata

    Hueee..lah dhalah…
    Kang Joyo, tahu ndak apa yang PASTI dan ABSPLUT di dunia ini..??

    ” Matining ROGO SIRNANING JASAD,
    Manunggaling Kawulo Kelawan GUSTI-Nya “.

    halah..halah…ndlesep neng Sarung terus kemulan ah…

  32. joyo Berkata

    @santri gundul
    Njeng, kapan2 saya pinjam sarungnya Gusti ya biar bisa mati sakjroning urip lan manunggal kelawan Gusti Pangeran
    *ini kok malah kethoprak-an*

  33. usman surya Berkata

    Penciptaan alam semesta dalam teori big bang bila dijelaskan dalam ranah mekanika kuantum menunjukkan bahwa alam semesta tercipta dari ketiadaan mutlak. Tidak ada tuhan, tidak ada ayam, tidak ada apa2. Dikatakan tidak ada karena alam semesta muncul dari ketiadaan yang berdimensi nol. Sebuah titik. Tidak ada apa2 dalam titik.

  34. Tedy Berkata

    Tuhan kan tidak terikat ama ruang dan waktu
    :)

  35. Tedy Berkata

    la wong ruang dan waktu itu ciptaan TUhan…

  36. joyo Berkata

    @usman surya
    bisa jadi begitu, bahwa ternyata tidak ada yg menciptakan apa, semua terjadi karena terjadi ’saja’

    @tedy
    kok tau tuhan yg ciptakan ruang waktu? lalu siapa yg ciptakan tuhan?

  37. Tedy Berkata

    mana mungkin Tuhan diciptakan???Tuhan kan Maha Pencipta…
    kalo dia diciptakan berarti dia bukan Tuhan dunk :D

    lah truz tw darimana anda tahu kalo “semua terjadi karena terjadi saja”???alias kenapa anda tau alam semesta bekerja dengan sendirinya??bagaimana anda tahu kehidupan terjadi begitu saja tanpa diciptakan???seakan2 hukum fisika begitu peduli dengan kehidupan :)

    bagaimana menjelaskan keseimbangan yang begitu rumit di alam dengan penjelasan ‘terjadi begitu saja” tanpa dciptakan????

    Riset yang diadakan sejak tahun 1960-an dengan konsisten menunjukkan bahwa semua keseimbangan fisik alam semesta umumnya dan bumi kita khususnya dirancang dengan rumit untuk memungkinkan kehidupan. Ketika penelitian ini diperdalam, ditemukan bahwa setiap hukum fisika, kimia, dan biologi, setiap gaya-gaya fundamental seperti gravitasi dan elektromagnetik, dan setiap detail struktur atom dan unsur-unsur alam semesta sudah diatur dengan tepat sehingga manusia dapat hidup. Ilmuwan masa kini menyebut desain luar biasa ini “prinsip antropis”. Prinsip ini menyatakan bahwa setiap detail alam semesta telah dirancang dengan cermat untuk memungkinkan manusia hidup.

    PROBABILITAS TERJADINYA ALAM SEMESTA YANG MEMUNGKINKAN KEHIDUPAN TERBENTUK adalah menunjukkan bahwa probabilitas bagi terbentuknya alam semesta yang kondusif untuk kehidupan secara kebetulan adalah 1 dalam 10^10^123. Frase “sangat mustahil” tidak cukup untuk menggambarkan peluang ini.

    Membayangkan arti angka itu saja sudah sulit. Dalam matematika, nilai 10^123 berarti 1 diikuti dengan 123 nol (angka ini jauh lebih besar dari jumlah total atom yang diyakini ada di seluruh alam semesta, 10^78). Namun jawaban Penrose jauh lebih besar lagi: yaitu 1 diikuti 10^123 angka nol.

    Untuk praktisnya, dalam matematika, probabilitas 1 dalam 1050 berarti “probabilitas nol”. Angka Penrose lebih besar daripada triliun triliun triliun kali angka tersebut. Dengan kata lain, angka Penrose menyatakan bahwa pembentukan alam semesta kita merupakan “kebetulan” atau “ketidaksengajaan” adalah tidak mungkin.

    Mengenai angka yang membingungkan ini, Roger Penrose berkomentar:

    Angka ini menunjukkan betapa tepatnya maksud Pencipta, yaitu ketelitian satu dalam 10^10^123. Angka ini sangat luar biasa. Orang bahkan tidak mungkin menuliskan angka itu dalam bentuk penuhnya: yang berarti satu diikuti 10^123 nol. Bahkan jika kita menuliskan sebuah nol pada setiap proton dan setiap neutron di seluruh jagat raya-dan kita bisa menggunakan partikel-partikel lain selebihnya kita tetap saja kekurangan tempat untuk menuliskan semua nol yang diperlukan

    Angka-angka yang menentukan rancangan dan rencana keseimbangan alam semesta memainkan peranan penting dan melampaui pemahaman manusia. Mereka membuktikan bahwa alam semesta bukan hasil peristiwa kebetulan, dan menunjukkan “betapa tepatnya maksud Pencipta” seperti yang dinyatakan Penrose.

    Bahkan, untuk menyadari bahwa alam semesta bukan “hasil peristiwa kebetulan”, seseorang tidak benar-benar membutuhkan perhitungan ini sama sekali. Hanya dengan melihat sekelilingnya, manusia dapat dengan mudah menangkap fakta penciptaan bahkan dalam suatu detail terkecil. Bagaimana mungkin alam semesta seperti ini, sempurna dalam sistemnya, matahari, bumi, manusia, rumah, mobil, pohon, bunga, serangga, dan segala hal lain di dalamnya, dapat terbentuk karena atom-atom secara kebetulan bertemu setelah sebuah ledakan? Setiap detail yang kita lihat menunjukkan bukti keberadaan Allah dan kekuatan Mahabesar-Nya. Hanya orang yang merenungkannya yang dapat melihat tanda-tanda tersebut.

  38. zal Berkata

    ::ted, kamu itu dipermainkan mas joyo… :lol:
    dalam kebenaran segala fakta akan, menjadi kebenaran, minimal bagi yang menenteng fakta itu sendiri,
    sebab hanya yg menentengnya dapat merasakan kebenaran, jika Teddy mencoba dari faktual keilmuan, socerates, juga sudah memaparkan hal seperti itu, dan para pencari ilmu biasanya demen ama yg gituan…

    salah satu hadist kudsi Allah menyampaikan : Aku Ciptakan Makhluq agar Aku dikenal”…kita-kira mendekati ngga unkapan Mas Joyo itu…
    Repotnya Mas Joyo ini kalau melukis engga suka menggunakan frame…, kaya di bedugul itu…dia melukis terserah dia…, nah jika memasuki arealnya…maka kita harus juga non frame…biarkan Kemahaluasan memandu kita…pasti ketemu…segoblog apapun kita…pasti… :mrgreen: lihat kedekatan kalimat (konten pembentuk) dari gambar yg nongoloin gigi ini…, ini bukan ku gambar..itu kuketik..koq ya yang nongol gambar…

  39. qzink666 Berkata

    Mulai anget lagi nih.. :D
    *gelar tiker, nonton sambil mabok*
    kalo soal-soal nomer rumit gini, saya yakin mas Suluh jagonya.. :P
    *nunggu mas Suluh sambil nenggak vodka bening*

  40. Kopral Geddoe Berkata

    Semesta itu, kalau menurut yang saya tonton dari Cosmos-nya Carl Sagan, ‘terbatas, tapi tak terbatas’. Kalau bahasa Indonesianya jadi ngawur, sih, tapi kalau bahasa Inggrisnya lebih mudah dimengerti: “finite but unbounded”. :) Terbatas, tapi tak berujung.

    ah masak sih?kayaknya teori di bangku kuliah ama di referensi perpustakaan…aku lihat big bang tuh teori paling unggukl dalam penjelasan tentang penciptaan alam semesta

    Semoga mas menyetujui teori evolusi juga… Kalau tidak, standar ganda sekali… :P

    Kalau berkuantum-ria sih, Big Bang itu kemungkinan terjadi, dengan interpretasi liar seperti dunia paralel dan dimensi-dimensi luar… :D Memang dunia ini misterius, bahkan mungkin saja memang merupakan hasil kerja higher being; i.e. Tuhan. Tapi IMO terlalu sempit kalau langsung mengkaitkannya dengan Tuhan versi tertentu. ;)

  41. joyo Berkata

    @tedy
    ok bro, pertanyaan saya Tuhan itu apa? jangan2 Tuhanmu sama dengan Alam saya, klo begitu adanya no problem lah, karna jujur, Alam saya sangat cerdas dan maha segala2, Dia klo mbuat aturan ndak pernah setengah2, semua pasti kena, dimana pun dan kapanpun.

    @zal
    :mrgreen:

    @zink
    upetinya dibayar dulu baru boleh gelar tikar :D

    @kopral
    eh komen ente buat mas Tedy kan? :D

  42. Suluh Berkata

    wah ternyata ada yang nunggu saya. Persoalan mengenai bigbang terkait dengan persoalan waktu, ruang, dan entitas materi.

    Yang perlu disikapi pertama kali adalah, adalah sebuah kemustahilan bagi nalar kita untuk bisa sampai pada keyakinana yang tak terbantahkan apakah sesuatu itu bisa muncul dari ketiadaan ataupun muncul dari ketakberhinggaan. Kalau dalam pemikiran Kantian hal tersebut masuk dalam ranah antinomi-antinomi.

    waktu, ruang, dalam pengertian Newtonian selalu masuk ruang ketakberhinggaan vs Kemunculan dari ketiadaan. Sama sama mustahil

    Silahkan baca lengkapnya mengenai keberadaan alam vs Tuhan di postingan saya di

    Antara Tuhan dan Alam: Sebuah Renungan Filsafat

    Dalam terminologi Einsteinian, Ketika entitas sedemikian kuat menghasilkan gravitasi, maka yang namanya waktu, ruang akan mengkerut, sampai pada titik yang sering dinamakan singularitas. Waktu “seakan-akan berhenti dan ruang seakan tidak ada”. Tetapi berhenti dan tak ada disini sesungguhnya hanyalah penyederhanaan. Karena waktu itu pada dasarnya tidak akan berhenti seberapapun kuat itu grafitasi (hanya mendekati alias asimptotis).

    Sedang tentang Tuhan. Untuk segala penjelasan BigBang, saya hanya mengikuti Hawking: Untuk segala rumusan BigBang, itu tidak menuntut Tuhan itu ada dalam postulatnya. (dalam bahasa saya sendiri).

    Kalau dijelaskan lebih panjang, bisa jadi postingan baru… maaf sekian aja untuk ngomogn gak jelasnya.

  43. qzink666 Berkata

    @Suluh
    idolaaaa.. Sepertinya anda memang udah pantas buat nerbitin buku..
    *seriyus*

  44. joyo Berkata

    @suluh
    thanks

    @zink
    butuh modal dia, modalin gih :D

  45. Suluh Berkata

    @joyo&zink: gak pede lah…. paling yang beli cuma sedikit… enakan cetak buku soal tutorial ym pasti lakuuuu keraaaaaaaaass ha ha ha… lah blogku aja yang cari soal ym perhari ampe ribuan tuh….

  46. paypay Berkata

    eh, ini jangan-jangan suhu riska ya??
    kangen euy, inget paypay gak?

  47. paypay Berkata

    ada kok jawaban ’siapa pencipta tuhan’ coba cari di amiralmoeminin.net, ketemu deh

    kata kunci di google nya “who created god and ayatollah makarem shirazi” coba deh, aku aja kagum


Tinggalkan Balasan