Kesadaranmu adalah gerbang
Sebuah lubang hitam yg meluruhkan apapun
Meruntuhkan surga dan neraka
Menyatukan cinta dan benci
Saat tiba waktumu nanti
Saat napas2 terakhirmu berhitung mundur
Saat detak2 jantungmu melemah dan akhirnya berhenti
Ku harap kau telah menjadi aku
Saat angin membisu
Saat api membeku
Saat waktumu terpaku
Saat ruangmu menyatu
Saat itulah kau dan aku satu
-joyo-





Desember 13, 2007 pada 2:52 pm
Masih bingung antara bait pertama dan kedua …
“Keadaran” vs “berhentinya detak jantung”
Apakah kedua bait itu memang kontradiksi? Ah saya masih bingung broder …
Desember 13, 2007 pada 4:05 pm
Juga menyatukan agama agama bro.
Desember 13, 2007 pada 6:45 pm
Kau dan aku?
Penyatuan pada titik yang akan diam…..
Ndak paham….
Desember 13, 2007 pada 10:32 pm
Siti Jenar new version?
*nunggu Joyo benar-benar menyatu denganNya*
Desember 14, 2007 pada 9:38 am
salam kenal,
sebagai bahan perbandingan, konon manunggal tidak sama dengan tunggal. urutannya: manunggal, nunggal, tunggal. manunggal ibarat sebuah tim yang kompak, tapi terdiri dari beberapa anggota yang unik. nunggal ibarat kembar identik, pinang dibelah dua. sedangkan tunggal tentu saja hanya satu, tidak terpisahkan…
Desember 14, 2007 pada 3:11 pm
Melebur dengan ketiadaan lagi?
Melebur menjadi alam kembali?
Bukankah hidup memang sebuah daur ulang?
Errr… atau ini sajak buat cewe?
*sok tau
*
Desember 14, 2007 pada 3:30 pm
Bro.. Kalo ada apa-apa, nanti bantuin masak di rumah saya ya.. Deg-degan nih..
Desember 15, 2007 pada 12:01 am
@deKing
jantung boleh berhenti, darah boleh membeku, tapi kesadaran harus terjaga.
@danalingga
tidak ada lagi agama2
@perempuan
hehehe saya jg ndak paham kenapa api membeku
@qzink
siti jenar adalah joyokusumo
@siti jenang
lebur pak, tidak ada saya tidak ada kamu, kita satu
ah orgasm lagi deh
@alex
siklus bro, hidup itu siklus, tapi kata para arahat, atman, buddha, sufi dan para rasul, ada titik hentinya juga ketika kesadaran telah menjadi gerbang penyatuan.
@qzink
wah sure bro, with the highest pleasure saya akan bantu mencicipi satu2 hidangan/ makanannya nanti, jadi ikut deg2an
Desember 15, 2007 pada 2:03 am
Agama agama ke mana tuh bro? Sirna juga ya?
Desember 15, 2007 pada 4:11 am
Satu…
hanya ada satu
Dia
salam kenal mas Joyo
Desember 15, 2007 pada 5:57 am
::joyo kamu bikin aku jadi kesepian lagi…
Desember 15, 2007 pada 6:16 am
Sirna..
Sirna..
Hush.. Hush.. Hush..
*jampe-jampe memenyembuhkan orang kesurupan*
Desember 15, 2007 pada 8:32 am
saat kesadaran sudah terjaga
saat itu surga dan neraka sirna
saat kesadaran benar2 terjaga
saat itu tak ada cinta dan benci
saat mati bukanlah kematian
saat tiba waktunya nanti
saat waktu diambang akhir
saat angin, api, tanah, dan, air melemah
matipun bukan jalan yang terlalu sulit tuk dilewati
*sumber contekan satu by joyokusumo
hidup nyontekkkkkkk
huhuhuhuhu
Desember 15, 2007 pada 8:44 am
maapkan diriku yang nyontek puisimu yah
saya cuma mo bilang puisinya keren banget
…….
jadi nggak enak…..maap.
Desember 15, 2007 pada 1:56 pm
@Kurt
Satu yg ini tunggal pak bukan satu dari dua atau tiga dst.
Salam kenal juga
@zal
syukur pak masih bisa ngerasa kesepian
masih diberi nikmat
@qzink
dasar gemblung, jadi dukun cabul juga sekarang
@bedh
lha kok mirip, wah jangan2 satu rahim dulu
Desember 15, 2007 pada 3:24 pm
@joyo
Berusaha menyembuhkan kawan dari pengaruh jin kapir malah dianggap dukun cabul..
*sakit hati*
Desember 15, 2007 pada 5:59 pm
rizoa mampir…. lam knal iaaa
Desember 17, 2007 pada 2:25 pm
Wooiii..
Apdet..
Apdet..
Apdet..
Eh, bro.. Katanya tar malam diangkasa bakal banyak meteor yg saling tabrak ya?
Bahas gih, penasaran nih..
Situ kan mbahnya semesta..
Desember 17, 2007 pada 3:38 pm
@qzinkn666
lha saya jadi kapir kan yang ajakin situ
meteor? hmmm tunggu sampe jatuh kebumi baru seru
hati2 tidurnya jangan mpe gak sadar klo ketiban meteor tau2 bangun dan nereka lho
Desember 17, 2007 pada 3:44 pm
@rizoa
salam kenal juga
Desember 17, 2007 pada 3:52 pm
mang ntar malam ada meteor yah?
wah seru dong
palagi kalo ada gardennya
huhuhuhuhu
Desember 17, 2007 pada 4:05 pm
@bedh
iya apalagi ada Ling Ling ato Mey Mey
Desember 17, 2007 pada 5:14 pm
Dasar dua orang gila nan kapir.. Dikasih bisikan dari langit kok malah ngeyel..
Eh, si Tao ming se jadi pacarannya sama siapa sih?
Ih, dia ganteng banget yaaa..
Gemes, gemes, gemes..
Desember 18, 2007 pada 11:22 am
hai cowo.. ber”satu” yu’….
Desember 19, 2007 pada 7:06 pm
ini puisi tentang apa sih mas ?
kok saya dr tadi menghubungkannya sama lagu “Satu Nusa Satu Bangsa”
beda ya ?
Desember 20, 2007 pada 12:59 pm
Kesadaranku adalah raja
Sebuah cahaya putih yg mencerahkan kerajaan
Menciptakan harapan meruntuhkan ketakutan
Menyatukan cinta menceraikan benci
Saat tiba waktuku nanti
Saat tarikan napas2 semakin dalam terasa
Saat detak2 jantungku semakin tenang dan hening
Kekuasaanku besar kerajaanku kecil
Saat angin berhembus syahdu
Saat nyala api semakin menghangat
Saat waktuku semakin dekat
Saat ruangku semakin akrab melingkupi
Saat itulah aku harus menyerahkan tahtaku
Saat itulah aku harus melanjutkan pengembaraanku
Desember 20, 2007 pada 1:41 pm
@brainstorm:
Cowok-cowok sebenarnya udah pada ber”satu” dari dulu… cuma gak pada bilang-bilang….emang kamu belum tahu ya…. wakakakaka…..
@semuanya:
Salam narsisme!!!
Desember 20, 2007 pada 5:59 pm
Mix with the Nothingness, or The All, sir?
Desember 25, 2007 pada 1:56 am
@qzink
hmmmffff…sableng
@brainstorm
yu…
@pyrro
hehehe…iya, bolehlah klo dirasa nyambung
@hamuro
wah apik juga, kok gak di post di sofhardzone
@hamuro
pancen narsis kowe
@rozenesia
paradoks…selalu seperti itu