Melalui tulisan ini saya, secara pribadi, ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah Malaysia khususnya pada Kementrian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Malaysia yang telah dengan berani dan nekat (tentu dengan pertimbangan resiko yg matang) melakukan klaim2 kepemilikan atas beberapa karya seni dan budaya Aseli Indonesia, seperti lagu Rasa Sayange dan Jali-Jali, tari Reog, alat musik Angklung dan Gamelan, Wayang Kulit dsb.
Lha sampeyan ini kok malah bilang terimakasih to?, sampeyan antek2 kafir Malaysia ya!!??
Sabar..sabar.., gini lho, terlepas dari klaim2 tersebut membuat marah dan geram sebagian besar masyarakat Indonesia, saya melihat kok ada beberapa point positif yang bisa kita hikmahi dari kejadian klaim2an ini ya, diantaranya:
1. Menyadarkan masyarakat dan pemerintah Indonesia akan kekayaan seni dan budaya yang dimilikinya, yang selama ini juga tidak diperhatikan dan dijaga secara serius, lihat saja penyelamat lagu Rasa Sayange, studio Lokananta, adalah perusahaan rekaman milik negara yg kondisinya bisa dibilang sangat memprihatinkan.
2. Menyadarkan masyarakat dan pemerintah Indonesia akan pentingnya mem-paten-kan hasil karya seni dan budaya, maupun kekayaan intelektual agar terlindungi secara hukum dan mendapatkan royalti apabila karya2 tersebut digunakan/dimanfaatkan pihak lain.
3. Dan akhirnya dengan kejadian klaim2an ini, kita bisa menjadikan Malaysia sebagai musuh bersama bangsa Indonesia, tentunya bukan untk diperangi atau diganyangi tapi dijadikan sparing partner dalam memajukan bangsa. Mosok kita kalah maju sama negara yg wilayah dan sumber daya alamnya jauh tidak lebih banyak dari Indonesia baik dari SDM maupun SDA. (halah koyok mentri ae Rek)
Tapi…, tapi Malaysia kok senekat itu ya? main klaim sana sini? dan klo mo nge-klaim tu mbok ya kreatip dikit, mosok nge-klaim Reog tapi photo Barongan Reog yang ditampilin di situs resmi Kementrian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Indonesia Malaysia-nya buatan Ponorogo ![]()
Cinta IndonesiaKu





November 29, 2007 pada 9:36 pm
mungkin ada benarnya yang anda bilang pemerintah masyarakat bisa menjadi tersadar dengan adanya kasus reog, angklung, gamelan, wayang kulit dsbnya ini
tapi mudah2an aja sadarnya cepat sebelum dsb tadi tidak dapat lagi diuraikan karna sudah terlalu panjang. sebelum jakarta di klaim sebagai ibukotanya malaysia huhuhuhu
tapi benar nggak sih gw yang pertamaxxx?
November 29, 2007 pada 9:37 pm
ah ternyata beneran
November 29, 2007 pada 9:37 pm
ah tanggung, hetrix sekalian bleh huhuhuhuhu puas
November 30, 2007 pada 10:40 am
Terima kasih juga ya…..
=> Hansteru WebBlog <=
November 30, 2007 pada 12:58 pm
::emang Tuhan bisa aja, selalu aja ada yang dibuatNYA untuk menguji kesabaraNYA yg ada pada kita…
November 30, 2007 pada 1:59 pm
@bedh
wah hetrix dibalas hetirx
saya juga takutnya ‘dsb’ itu berbuntut panjang…dan klo gak cepat tanggap, bisa rugi juga negara dan bangsa.
@hansteru
sama2
@zal
ya…sepertinya itu cara ngajari yg efektif dan ngena
November 30, 2007 pada 6:03 pm
sepertinya bangsa ini harus “ditampar Alam” dulu baru sadar ya
November 30, 2007 pada 10:34 pm
Tumben gak ngomongin Tuhan (baca: Semesta), mau ikut-ikutan melacur juga yak?
Desember 1, 2007 pada 6:16 am
yu…stuju…
Desember 1, 2007 pada 7:24 am
@brainstorm
dan sepertinya, gak cukup sekali tampar, musti berkali2, semoga aja gak keburu pingsan
@qzink666
lha budaya, seni, karya intelektual kan Alam juga,
malacur teratur
@syahbal
wah tumben setuju sama saya
Desember 1, 2007 pada 12:16 pm
cie.. cie.. cie..
Rekonsiliasi nih?
Desember 1, 2007 pada 3:16 pm
Jangan jangan memang tujuan Malaysia buat menyadarkan Indonesia. Yah, sesama saudara serumpun kan harus saling menyadarkan. Kira kira Indonesia mau balas menyadarkan Malaysia soal apa ya?
Desember 1, 2007 pada 6:19 pm
@qzink666
apa boleh buat, sama2 makan tempe
@danalingga
saya tanya Siti Nurhaliza dulu Dan
Desember 1, 2007 pada 11:46 pm
@ joyo
*baca komen syahbal*
gosip baru nih….
Desember 2, 2007 pada 12:21 pm
@brainstorm
bener, bro..
Hitam + putih ternyata bisa nyambung juga akhirnya..
Desember 2, 2007 pada 1:11 pm
@brainstorm|qzink
hemmm…mulai deh, ini ni…liat orang akur dikit aja langsung bisik2 dibelakang
*timpuk brain dan qzink pake sandal*
Desember 2, 2007 pada 3:09 pm
*menghindari timpukan sendal*
mesti mengusulkan pempek segera di patenkan nih sebelum di klaim malesia..
Desember 2, 2007 pada 4:42 pm
Apa Malaysia pantas jadi common enemy?
-salam kenal-
Desember 3, 2007 pada 12:33 pm
@qzink
, mustinya departmen pendidikan dan kebudayaan kerjasama sama badan statistik di masing2 propinsi dan kabupaten mulai kerja bikin database hasil karya anak bangsa di masing2 daerah, yah walopun gak masuk paten at least ada catatannya. termasuk pempek, gudeng, dsb.
yah meleset
@reza
pantas
-salam kenal juga-
Desember 3, 2007 pada 6:20 pm
Harta yang dititipkan Allah kepada kita telah diambil orang…
Kita telah lalai….
Kita harus mempertanggung jawabkan di hadapan Allah atas semua kebudayaan-kebudayaan yang telah diberikan-Nya kepada kita….
Apa yang harus kita pertanggung-jawabkan dihadapan Allah…?
Apa…?
Kita harus mengambilnya kembali milik Allah itu yang diamanatkan kepada kita… atau… kita akan dipecat jadi makhluk-Nya….
————————-
*buru-buru ngambil pentungan nguber maling….*
Daripada dipentung sama Allah, mendingan malingnya yang aku pentungin… kurang ajar….*
Desember 4, 2007 pada 5:23 am
Untuk makanan serapan kayak lumpia, bakpao, tekwan, martabak dll, itu perlu di patenkan juga gak, bro..
Desember 4, 2007 pada 5:41 am
kayaknya semua harus dipatenin deh…
ck..ck..ck..
ntar bia-bisa kita klw mau makan bakwan harus bayar paten dulu lagi..
Desember 5, 2007 pada 2:19 am
wah wah wah… btw…. buat mas joyo: mbok ya ooo si murod tuh suruh blogging aja di wp… biar lebih hot komentarnya… hawakakakak…. dari pada nulis di milis terus… ayo mas joyo ikut mempersuasi si murod….. ha ha ha
Desember 5, 2007 pada 3:37 pm
@blogkeimanan
masih untung ya klo dipecatnya dikasi pesangon, lha klo dicuekin, trus dibakar
@qzink
iya, kmrn pas ngobrol sm temen aku bilang gini,
@syahbal
hmmm saling menghormati, jujur dan tidak serakah lebih baik, biarlah gudeg dimakan semua orang…
@suluh
lha murod kan wis duwe blog tapi isine permrograman karo elektronik.
Desember 6, 2007 pada 1:34 am
lah kuwi masalahe… hwekekeke… nek blog koyo ngunu kan wegiah komentar toooo… hwakakakkaka