Terimakasih Malaysia, tapi…

November 29, 2007

Melalui tulisan ini saya, secara pribadi, ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah Malaysia khususnya pada Kementrian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Malaysia yang telah dengan berani dan nekat (tentu dengan pertimbangan resiko yg matang) melakukan klaim2 kepemilikan atas beberapa karya seni dan budaya Aseli Indonesia, seperti lagu Rasa Sayange dan Jali-Jali, tari Reog, alat musik Angklung dan Gamelan, Wayang Kulit dsb.

Lha sampeyan ini kok malah bilang terimakasih to?, sampeyan antek2 kafir Malaysia ya!!??

Sabar..sabar.., gini lho, terlepas dari klaim2 tersebut membuat marah dan geram sebagian besar masyarakat Indonesia, saya melihat kok ada beberapa point positif yang bisa kita hikmahi dari kejadian klaim2an ini ya, diantaranya:

1. Menyadarkan masyarakat dan pemerintah Indonesia akan kekayaan seni dan budaya yang dimilikinya, yang selama ini juga tidak diperhatikan dan dijaga secara serius, lihat saja penyelamat lagu Rasa Sayange, studio Lokananta, adalah perusahaan rekaman milik negara yg kondisinya bisa dibilang sangat memprihatinkan.

2. Menyadarkan masyarakat dan pemerintah Indonesia akan pentingnya mem-paten-kan hasil karya seni dan budaya, maupun kekayaan intelektual agar terlindungi secara hukum dan mendapatkan royalti apabila karya2 tersebut digunakan/dimanfaatkan pihak lain.

3. Dan akhirnya dengan kejadian klaim2an ini, kita bisa menjadikan Malaysia sebagai musuh bersama bangsa Indonesia, tentunya bukan untk diperangi atau diganyangi tapi dijadikan sparing partner dalam memajukan bangsa. Mosok kita kalah maju sama negara yg wilayah dan sumber daya alamnya jauh tidak lebih banyak dari Indonesia baik dari SDM maupun SDA. (halah koyok mentri ae Rek) :D

Tapi…, tapi Malaysia kok senekat itu ya? main klaim sana sini? dan klo mo nge-klaim tu mbok ya kreatip dikit, mosok nge-klaim Reog tapi photo Barongan Reog yang ditampilin di situs resmi Kementrian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan Indonesia Malaysia-nya buatan Ponorogo

Cinta IndonesiaKu

25 Tanggapan ke “Terimakasih Malaysia, tapi…”

  1. bedh Berkata

    mungkin ada benarnya yang anda bilang pemerintah masyarakat bisa menjadi tersadar dengan adanya kasus reog, angklung, gamelan, wayang kulit dsbnya ini
    tapi mudah2an aja sadarnya cepat sebelum dsb tadi tidak dapat lagi diuraikan karna sudah terlalu panjang. sebelum jakarta di klaim sebagai ibukotanya malaysia huhuhuhu

    tapi benar nggak sih gw yang pertamaxxx?

  2. bedh Berkata

    ah ternyata beneran

  3. bedh Berkata

    ah tanggung, hetrix sekalian bleh huhuhuhuhu puas :D

  4. hansteru Berkata

    Terima kasih juga ya…..

    => Hansteru WebBlog <=

  5. zal Berkata

    ::emang Tuhan bisa aja, selalu aja ada yang dibuatNYA untuk menguji kesabaraNYA yg ada pada kita… :lol:

  6. joyo Berkata

    @bedh
    wah hetrix dibalas hetirx
    saya juga takutnya ‘dsb’ itu berbuntut panjang…dan klo gak cepat tanggap, bisa rugi juga negara dan bangsa.

    @hansteru
    sama2 :)

    @zal
    ya…sepertinya itu cara ngajari yg efektif dan ngena :D

  7. brainstorm Berkata

    sepertinya bangsa ini harus “ditampar Alam” dulu baru sadar ya

  8. qzink666 Berkata

    Tumben gak ngomongin Tuhan (baca: Semesta), mau ikut-ikutan melacur juga yak?

  9. joyo Berkata

    @brainstorm
    dan sepertinya, gak cukup sekali tampar, musti berkali2, semoga aja gak keburu pingsan :D

    @qzink666
    lha budaya, seni, karya intelektual kan Alam juga,

    segala benda karya manusia berasal dari Alam

    malacur teratur :D

    @syahbal
    wah tumben setuju sama saya ;)

  10. qzink666 Berkata

    wah tumben setuju sama saya ;)

    cie.. cie.. cie..
    Rekonsiliasi nih?

  11. danalingga Berkata

    Jangan jangan memang tujuan Malaysia buat menyadarkan Indonesia. Yah, sesama saudara serumpun kan harus saling menyadarkan. Kira kira Indonesia mau balas menyadarkan Malaysia soal apa ya?

  12. joyo Berkata

    @qzink666
    apa boleh buat, sama2 makan tempe :D

    @danalingga
    saya tanya Siti Nurhaliza dulu Dan :D

  13. brainstorm Berkata

    @ joyo

    *baca komen syahbal*

    gosip baru nih…. :lol:

  14. qzink666 Berkata

    @brainstorm
    bener, bro..
    Hitam + putih ternyata bisa nyambung juga akhirnya.. :P

  15. joyo Berkata

    @brainstorm|qzink
    hemmm…mulai deh, ini ni…liat orang akur dikit aja langsung bisik2 dibelakang

    *timpuk brain dan qzink pake sandal*

  16. qzink666 Berkata

    *menghindari timpukan sendal*
    mesti mengusulkan pempek segera di patenkan nih sebelum di klaim malesia.. :P

  17. reza Berkata

    Apa Malaysia pantas jadi common enemy?

    -salam kenal-

  18. joyo Berkata

    @qzink
    yah meleset :( , mustinya departmen pendidikan dan kebudayaan kerjasama sama badan statistik di masing2 propinsi dan kabupaten mulai kerja bikin database hasil karya anak bangsa di masing2 daerah, yah walopun gak masuk paten at least ada catatannya. termasuk pempek, gudeng, dsb.

    @reza
    pantas :D

    -salam kenal juga-

  19. blogkeimanan Berkata

    Harta yang dititipkan Allah kepada kita telah diambil orang…
    Kita telah lalai….
    Kita harus mempertanggung jawabkan di hadapan Allah atas semua kebudayaan-kebudayaan yang telah diberikan-Nya kepada kita….
    Apa yang harus kita pertanggung-jawabkan dihadapan Allah…?
    Apa…?
    Kita harus mengambilnya kembali milik Allah itu yang diamanatkan kepada kita… atau… kita akan dipecat jadi makhluk-Nya….
    ————————-

    *buru-buru ngambil pentungan nguber maling….*
    Daripada dipentung sama Allah, mendingan malingnya yang aku pentungin… kurang ajar….*

  20. qzink666 Berkata

    Untuk makanan serapan kayak lumpia, bakpao, tekwan, martabak dll, itu perlu di patenkan juga gak, bro.. :P

  21. syahbal Berkata

    kayaknya semua harus dipatenin deh…
    ck..ck..ck..
    ntar bia-bisa kita klw mau makan bakwan harus bayar paten dulu lagi..

  22. Suluh Berkata

    wah wah wah… btw…. buat mas joyo: mbok ya ooo si murod tuh suruh blogging aja di wp… biar lebih hot komentarnya… hawakakakak…. dari pada nulis di milis terus… ayo mas joyo ikut mempersuasi si murod….. ha ha ha

  23. joyo Berkata

    @blogkeimanan
    masih untung ya klo dipecatnya dikasi pesangon, lha klo dicuekin, trus dibakar :D

    @qzink
    iya, kmrn pas ngobrol sm temen aku bilang gini,

    mustinya kejadian klaim2an ini, dan paten mematenkan karya ini gak perlu terjadi klo masing2 pihak jujur dan nggak serakah, misalnya kita semua dah tau kan klo gudeng tu dari jogja, maka klo ada orang jawa timur/barat tiba2 mematenkan gudeng hanya karena gudeg blm ada yg mematenkan kan aneh, serakah gitu
    jadi kuncinya jujur dan tidak serakah ;)

    @syahbal
    hmmm saling menghormati, jujur dan tidak serakah lebih baik, biarlah gudeg dimakan semua orang… :)

    @suluh
    lha murod kan wis duwe blog tapi isine permrograman karo elektronik. :D

  24. Suluh Berkata

    lah kuwi masalahe… hwekekeke… nek blog koyo ngunu kan wegiah komentar toooo… hwakakakkaka


Tinggalkan Balasan