Definisi Alam (Nature = Latin, Physics = Yunani) disini adalah segala fenomena yang terjadi di dunia fisik termasuk juga kehidupan yang ada didalamnya. Istilah Alam tidak termasuk benda2/objek2 hasil cipta dan interaksi manusia (yang ini saya kurang setuju, kenapa?. Karena menurut saya, segala benda karya manusia berasal dari Alam, manusia sekadar menyusun dan mengubahnya menjadi sesuatu yang ‘lain’, ya manusia ngga pernah benar2 menciptakan sesuatu, mobil misalnya, seluruh komponen2 nya diambil dari Alam. Bahkan sebagian konsep2 hasil pemikiran manusia juga merupakan uraian dan pembahasaan manusia atas fenomena Alam yg mereka amati, kenapa sebagian? Ya karena ada konsep2 manusia yg belum ato nggak bisa diuji kebenarannya berlaku pada Alam, yg ini dibahas dalam metafisika).
Dalam artikel2 sebelumnya saya selalu mengasosiasikan Tuhan dan diri saya dengan Alam, berikut beberapa kutipannya:
“Bagi saya, kitab hidup saya adalah kesadaran saya, diluar itu saya adalah Alam” (Agama sebuah Kemandegan)
“…terima kasih Alam. Selamat datang Gaia Xavia” (Gaia Xavia)
“Dan karena hanya Alam semesta yang saya rasakan dalam hidup saya maka Alam lah tuhan saya, regardless ternyata dibalik semua itu ada tuhan sang pencipta yang sebenarnya, yang jelas tuhan hadir sebagai Alam semesta dalam hidup saya.” (Saya dan Tuhan 1)
“Inilah tuhan saya, Alam semesta.” (Saya dan Tuhan 1)
“…kitab mu apa? tak jawab Alam. Tuhan mu apa/siapa? tak jawab Alam.” (Saya dan Tuhan 2)
“Saya adalah kesadaran selain itu saya Alam.” (Kesadaran)
Bisa dibilang saya sangat kagum dan takjub dengan Alam, sampai menyandarkan dan menyerahkan hidup saya pada Alam.
“Saya pasrah pada Alam, yang terjadi yo terjadilah.” (Saya dan Tuhan 2 – 160907)
Tapi kenapa? Kok bisa saya sepasrah itu pada Alam?
Jadi gini, sejak di sekolah dasar saya (kita) sudah diajari tentang Ilmu Alam (IPA), yang klo gak salah subjeknya meliputi:
- Makhluk hidup dan proses kehidupan (ini nantinya jadi mata pelajaran Biologi dan Kimia),
- Benda/materi, sifat2 dan kegunaannya meliputi pembahasan tentang zat cair, gas, dan padat (jadi mata pelajaran Fisika),
- Energi dan perubahannya meliputi gaya, bunyi, panas, magnet, listrik, cahaya dan pesawat sederhana (masih Fisika)
- Bumi dan Alam semesta meliputi: tanah, bumi, tata surya, dan benda2 langit lainnya (Fisika lagi)
Subjek2 diatas terus diperdalam dan dipertegas hingga jenjang perguruan tinggi (tentunya klo ngambil jurusan teknik ato science).
Lha terus apa hubungannya dengan quote2 diatas?
Nah, dari apa yg diajarkan di pendidikan formal dan dari pengamatan serta pengalaman hidup (saya pernah tinggal 8 tahun di Papua, 3 tahun di Bali, 13 tahun di Jawa dan 2 tahun di Batam, dan beberapa kali singgah di Ujung Pandang, Manado, Ternate, Bangka, Singapur) ternyata setiap manusia yang pernah saya jumpai sama seperti saya, yakni makan dan minum u/ memperoleh energi, menghirup udara untuk bernapas dan hidup, memerlukan istirahat (tidur), selalu berpijak pada bumi (terkena efek gravitasi), berkomunikasi, berpikir, mensekresikan keringat dan ‘kotoran’ lainnya, tertawa jika gembira, menangis jika sedih/terluka, cemberut jika jengkel dsb. Maka saya menyimpulkan (generalisasi) bahwa semua manusia sama, cara kerja tubuhnya, interaksinya dengan dirinya sendiri dan lingkungan bisa dibilang memiliki dasar2 cara kerja yg sama.
Objek2 material yg saya amati sejak saya sadar akan lingkungan seperti batu, pasir, pohon, hewan, tanah, air, benda2 langit spt, bulan, bintang (saya paling suka ngamati rasi Salib Selatan dan pernah membandingkannya antara di Denpasar, Jogja dan Manokwari, ternyata letak dan bentuknya sama
*puas*) ternyata sama dimanapun saya berada. Air dan angin secara Alami (tanpa ada gaya/gangguan eksternal) selalu mengalir dari keadaan tinggi ke rendah, api dimanapun selalu panas (suhu tubuh manusia sbg acuan), orang dimanapun klo dipukul pasti ngerasa sakit, dsb.
Kesimpulannya…
Saya berkesimpulan bahwa cara kerja Alam adalah anywhere, anytime, anything, dan just in time. Siapapun anda, muda, tua, laki2, perempuan, beragama, tidak beragama, kaya, miskin, pintar, bodoh, ganteng, cantik, unik, manusia, bukan manusia, semua terikat hukum Alam. Kapanpun, saat ini, kemaren, besok, hukum Alam berlaku. Dimanapun anda berada, di dalam atau luar rumah, di Jakarta, di Batam, di Papua, di Amerika bahkan di kutub utara dan selatan pun hukum alam berlaku saat ini dan kini.
Ilustrasi: Grafitasi bumi, dan ”mental state” pada manusia.
Anda sekarang di rumah, kantor, ato warnet, anda pasti terikat gaya gravitasi bumi, anda menghirup oksigen, anda mengalami ’mental state’ tertentu bisa marah, senang, bosan, jengkel, atau ‘biasa2 saja’.
Untuk manusia, dimanapun, kapanpun, pada siapapun cobalah: tampar pipi orang yang anda jumpai, terus tanya (klo anda blm digampar balik) pada saat itu juga gimana rasanya, pasti jawabannya sakit. Membuktikan bahwa hukum Alam bekerja dimanapun, kapanpun, pada siapapun dan pada saat itu juga.
Memang ada anomali (kejanggalan2) pada hukum Alam, misalnya anomali air, hukum Ketidakpastian Heissenberg, dan orang yang anda pukul tidak merasa sakit. Namun anomali itu juga bersifat tetap dan jelas teramati, anomali air hanya terjadi pada suhu 4ºC, ketidakpastian heissenberg bisa diuji dan selalu terbukti bahwa kita gak bisa ukur kecepatan dan posisi elektron pada waktu yang sama, klo kita ukur posisinya maka kita tidak tau kecepatannya, begitu sebaliknya. Untuk orang yang anda tampar dan gak sakit, pasti sel2 saraf orang tersebut mati/di’mati’kan. Yang jelas Alam nggak pernah nutupi2 sesuatu, klo manusia gak bisa mengungkap rahasia Alam, itu disebabkan keterbatasan yg dimiliki oleh manusia.
Dalam bidang etika dan moral pun alam memberi batasan dan tanda2 yg jelas, yakni the Golden Rule ato Ethic of Reciprocity. Seperti yg saya tulis diatas, siapapun, kapanpun dan dimanapun manusia yg ditampar akan ngerasa sakit. Jadi jangan nampar klo gak mau ditampar. Itu sederhananya.
Akhirnya saya menyadari bahwa saya berasal dari Alam, ada di Alam (terikat oleh hukum2 Alam) dan akan kembali ke Alam. Saya adalah Alam dan Alam adalah Tuhan saya. Saya, Alam, Tuhan, Satu. Ah, jadi ingat lagunya Dewa, yg berjudul Satu. Nyanyi bareng yuk
Aku ini adalah diriMu
Cinta ini adalah cintaMu
Aku ini adalah diriMu
Jiwa ini adalah jiwaMu
Rindu ini adalah rinduMu
Darah ini adalah darahMu
Tak ada yang lain selain diriMu
Yang selalu ku puja ouo..
Ku sebut namaMu
Disetiap hembusan nafasku
Kusebut namaMu
Kusebut namaMu
Dengan tanganMu aku menyentuh
Dengan kakiMu aku berjalan
Dengan mataMu aku memandang
Dengan telingaMu aku mendengar
Dengan lidahMu aku bicara
Dengan hatiMu aku merasa.
….
Sumber tulisan:
Alam





November 25, 2007 pada 2:24 pm
Alam itu ternyata segala sesuatu, dan segala sesuatu alam. Ah… *orgamsme bersama alam*
November 25, 2007 pada 2:39 pm
Vaganisme kamu.. Kapir kamu.. Saya setuju kamu..
Kita adalah Alam, Alam adalah kita..
November 25, 2007 pada 4:59 pm
setelah memakan waktu dan rasa pusing
saya mendapat kesimpulan bahwa mungkin tulisan di atas ada benarnya
tapi saya masih percaya 1+1=2 bukan 1+1=1
jika alam berjalan dengan gaya Tuhan bukan berarti alam telah menjadi Tuhan
karna alam hanyalah adik dari feti vera.
November 25, 2007 pada 10:07 pm
tapi saya masih merasa ‘Cinta’ adalah Tuhan
ah segala puji untuk Cinta yang telah memuliakan alam dan isinya…
November 26, 2007 pada 4:27 am
@danalingga
ah akhirnya ada teman orgasm
@qzink666
ah ni tupai loncat2 mulu…
@bedh
untuk Alam 1 + 1 bisa jadi apa saja bro, misalnya 1 materi + 1 anti materi bisa jadi kosong, 1 sel telur manusia + 1 sel sperm manusia bisa jadi manusia baru yg berjuta2 sel, dsb.
btw si Alam ‘mbah dukun’ tu kemana aj y kok gak pernah nonggol lagi?
@brainstorm
Cinta memang cantik sayang gaya bicaranya aneh
November 26, 2007 pada 5:15 am
Wooiii.. Saya bukan tupaiiii..!!!
Btw, mas Syahbal kemana ya?
November 26, 2007 pada 6:30 am
@qzink666
lha terus yg lompat2 tu siapa??
mas Syahbal?? hmmmm mungkin sedang ngapalin kitab2 dan dalil2, trus diketik ulang dan dipost di blog nya Danalingga, hehehe
November 26, 2007 pada 6:50 am
ada apa???ada apa?? nama saya disebut sebut???
November 26, 2007 pada 7:08 am
kita emang bagian dari alam ternyata ya hehehe mas joyo sudah terlalu matang untuk tidak memahami tuhan, tapi bagi saya Tuhan yang kata mas Semu adalah Tuhan bagi semesta alam hehehe, mas alam bisa memiliki hukumnya sendiri yang kuat yang bertahan ya??? terus energi nya dateng dari mana??? ketika saya adalah tukang kayu yang membuat kerajinan dari kayu yang kerajinan itu saya kasih nama meja, dan ketika ada orang yang bilang heh tukang kayu kamu adalah meja, saya ga mau, saya bukan meja sampai kapanpun saya adalah tukang kayu tidahk bisa jadi meja, ato walopun saya mati kemudian saya dikubur disebelah pohon yang nantinya akan jadi meja, saya tetap bukan meja….
Tuhan Alam, Tuhan apapun, yang saya percayai Tuhan hanya Allah tuhan yang anda sebut semu, bahkan ketika kata2 semu itu anda sampaikan pada saya, buat saya semu itu hanya istilah dari khayalan2 belaka,tapi saya tidak dalam keadaan berkhayal Tuhan saya Adalah Allah pemilik cahaya, yang Maha segala Maha, Juga punya hukum tersendiri walopun saya ge akuin saya bukan seorang muslim yang Tulen, hanya muslim Keturunan,tapi saya ingin mengenal Tuhan lebih jauh melalui Islam, sebelum saya mengenal yang lain2 hehehe
mas Joyo dengan segala pertimbangannya pun, itu pasti, ampe memilih Alam sebagai Tuhannya, saya juga belajar ituh tentang etika lingkungan heuheu
maknya say juga ingin nanya ketika mas punya kelemahan menganalisa Alam apalagi menganalisa Tuhan saya yang semu, apa landasan mas getoohh????hehehe
dalam setitik tahi yang bau terdapat manfaat yang tersembunyi ituh pasti da hehehehe
buat saya Alam adalah Media hehehe
November 26, 2007 pada 7:32 am
ALLAHUYAHDIKUM
hanya itu yang bisa saya katakan…
November 26, 2007 pada 7:40 am
@syahbal
dicari Qzink tu
@icha
hallo icha, wah nemu juga akhirnya selamat ya…
Sebelum saya jawab pertanyaan diatas/ seblm diskusi dimulai, klo mau dimulai. Saya ada satu permintaan.
Saya minta bantuan Icha untuk mendeskripsikan Tuhan dalam pengertian Icha.
Nah klo sudah baru kita bisa mulai berbalas pantun
Gimana…?
November 26, 2007 pada 8:01 am
@syahbal
gak pak.. Saya gak nyari kok.. Joyo tuh..
Kalo ada bapak kan diskusinya jadi rame..
eh, kalimat arab diatas kira-kira artinya apa pak?
November 26, 2007 pada 8:08 am
hehe iya nih pan saya teh ga tau
trus dikasih tau jadi tau gituhhh
Tuhan adalah Zat yang patut disembah, Maha dari segala yang Maha, ga ada kekurangan bagiNya
tuh udah dijawabkan hehehe
mangga atuh hehehe
November 26, 2007 pada 8:11 am
@qzink666
bapak…siapa tuh…sya mah blum bapak-bapak yah…mungkin umur qta ga jau beda..mayeb umur anda yang lebih tua…hehehehe…
Allahuyahdikum itu artinya..
semoga Allah memberikan hidayah pada kalian semua….
gtu….
November 26, 2007 pada 11:15 am
soal matematika diatas kok yah seperti nanyain mana duluan ayam pa telor yah?
saya masih tidak rela kalo alam jadi Tuhan karna sebelum alam di ciptakan udah ada feti vera duluan jadi kalo mau yah feti vera yang di jadiin sebagai Tuhan cuma kok ya rada aneh karna feti vera itu nggak sexy dan tidak juga cantik. beda mungkin kalo digantikan dengan Velove Vexia uhhhhh.
saya kadang kalo bis nonton doi di tipi trus langsung sembahyang kadang2 masih kebayang mukanya huhuhu pa saya udah nyembah doi jadi Tuhan yah?
jadi intinya mas joyo saya tidak mau menganggap alam sebagai Tuhan karna masih ada feti vera sebelumnya. huhuhu keukeuh.
November 26, 2007 pada 1:40 pm
@qzink666
wah makan pisang gak bagi2,
ente yg nanyain saya yg dituduh
hehehe
btw ente dibilang tua tu ma syahbal, masak diem ajah *provokator mode: ON*
@icha
wah sama dung,
Alam adalah Zat yang patut disembah, Maha dari segala yang Maha, ga ada kekurangan bagiNya.
wah klo gitu samalah kita
@syahbal
semoga Alam memberi petunjuk pada kita semua
@bedh
ah ayam dan telor juga Alam
wah gak bisa si feti vera itu kan perempuan, perempuan gak boleh memimpin haram hukumnya, dibaca dong Kitabnya!
November 26, 2007 pada 4:36 pm
@mas joyo
ntong kitu atuh… kalo ditanya mba icha… jelasin aja semuanya.
*ngasih ekor, kepala diumpetin*
padahal udah ada tukang kayu sama mejanya… tinggal di tongolin kpalanya, jadi adem deh.
oh.. gitu… biar penasaran yaaa…???
maaf yaa…
salam
November 26, 2007 pada 4:41 pm
@mba Icha
Sesungguhnya…. yang tahu DIA hanya DIA…
mba icha, abah dan yang laen-laen disini ngga tahu apa-apa tentang DIA…
Kalo ada yang ngaku tahu… itu mah lagi ditipu sama perasaannya.
kitu…
salam
November 26, 2007 pada 7:03 pm
@ joyo
November 27, 2007 pada 2:14 am
@syahbal
kata ‘hidayah’ sepertinya masih arab tuh, pak..
btw, umur saya baru 23 sonoan dikit, pak..
@joyo
dasar provokator!!
November 27, 2007 pada 12:25 pm
@Abah Dedhot
takut gak abis klo dikasih semua
lagian Nabi pernah pesan, “makanlah sblm lapar dan berhantilah makan sblm kenyang”
*nyambung gak ya?*
@brainstorm
@qzink666
dasar kapir !!!
whehehe
November 27, 2007 pada 1:15 pm
@mas Joyo
yang pas mah “kalo masih laper… sikat terus”
Tapi Mas Joyo bener….
nabi Khidir ngebocorin dikit perahunya… tapi lama-lama tenggelem juga. Beliau ngga nge jebolin perahunya, kalo tenggelemnya cepet… penumpang pada kaget.
Hidup mas Joyo…!!!
November 27, 2007 pada 11:04 pm
@Abah Dedhot
Sebenernya ini yg enak
Abah juga bener, ngagetin penumpang itu gak baik, ntar kolo jantungan terus koit kan celaka.
Dan yg penting sampe tujuan kan Bah, biar nggak dicap sesat
November 28, 2007 pada 12:20 am
ternyata diskusi tentang Tuhan dan tuhan masih rame ya….
hmm…kalau saya sich asyik-asyik aja ya apa yang anda percayai ya silakan jalankan dengan sepenuh hati.semuanya tidak terungkap dengan jelas maka dari itu kita punya rasa penasaran untuk menemukan apa yang menjadi pertanyaan dari masing-masing keyakinan.akan lebih baik jika kita menemukan sendiri apa yang menjadi pertanyaan kita.
alam pun juga menyimpan rahasia yang tidak bisa diungkap dan bisa dibuktikan secara empiris semua yang ada di alam tidak ada yang hilang dan musnah hanya berpindah dan berganti bentuk.dalam atom pun masih menyisakan ruang kosong yang belum terungkap kenapa dan untuk apa tujuannya.
BTW: mas joyo sudah melakukan apa untuk alam,sudahkan mengkampanyekan global warming,menjaga keharmonisan alam atau prihatin dengan alam sekarang ini karena ulah siapa?
salam kenal
-paRtO-
November 28, 2007 pada 12:33 am
Joyo memang begitu mencintai alam, to.. Makanya dia lebih suka nyampah di blog orang daripada mengotori alam.. He He He…
November 28, 2007 pada 5:20 am
YapZzzz bener banget…..
Hansteru WebBlog
November 28, 2007 pada 10:27 am
::joyo, ternyata mengungkapkannya kayak pelajaran sekolah juga bisa ya…
cuma..ini sekedar cuma lho…, koq yg terungkap lebih kepada bumi…he..he, apa karena lebih mudah memandangnya…dasar…, ngeremehno..
::abah dedhot, emang abah tukang meja juga ya….koq ngga nongolin kepalanya…
November 28, 2007 pada 1:24 pm
@baliazura
Lha saya tu niatnya mbahas Alam je, trs ada yg nimpali dengan nulis hurup2 t,u,h,a,n,
ya sbg empunya dapur yg baik dan manis, saya musti tetap mempersilahkan dan meladeni to ya,
Setuju,
Soal alam menyimpan rahasia, saya kurang setuju, knp? menurut saya manusianya yg blm/ nggak bisa ngungkap fenomena alam, karena keterbatasan2nya.
Haruskah saya melakukan sesuatu?, hmmm yg selama ini saya lakukan adalah untuk diri dan lingkungan yg bisa saya jangkau, misalnya, sederhana aj mas, gak sembarangan nyampah. Dan masalah sampah dikemanain, saya masih percaya sama pemerintah yg ngelola.
Btw, saya juga percaya (spt mas Syahbal percaya Allahnya) klo alam itu punya kesadaran. Kesadaran alam yg saya mengerti salah satunya adalah dinamis pada posisi setimbang.
Global warming misalnya, tanpa manusia (tanpa saya ikut kampanye sana sini ato teriak2 shg ninggalin anak istri), alam akan dengan sendirinya melakukan hal2 yg diperlukan untuk kesetimbanNya walopun itu harus memusnahkan manusia
Salam kenal juga mas
@qzink666
tepatnya nyampah disini
@hansteru
yg mana ya yg bener?
@zal
yg diluar bumi blm nyampe Pak
makanya tularin ilmunya biar saya juga bisa ke langit ke-7
November 28, 2007 pada 3:24 pm
@joyo
Itu blog saya, dodol..
November 28, 2007 pada 3:44 pm
@mas zal
*
Abah ‘kan kuli tukang meja, bukan juragan meja…
*bos zal, sang juragan meja ngelirik….*
ngga enak kalo nongolin kpalanya…
ntar jadi celeb, repot…
*takut repot
@mas joyo
betul mas… minta ditularin tuh sama bos zal, orang langit…
November 28, 2007 pada 7:35 pm
::joyo…dasar ngeles..
, langit ke 7..???
langit ke 1 dimana yak…
*celingak celinguk nyari dana…ama abah*
::abah…, hah…nyang benar bah saya orang langit…??? *memandang cermin, …* terbalik bah…, tuh buktinya tangan kanan saya jadi disebelah kiri……
November 29, 2007 pada 5:52 am
@qzink666
waduh tuaan pak qzink dong…
saya mah baru 20 cuy…
@joyo
emang langit ada 7 yah…
kata siapa tuh???
November 29, 2007 pada 11:25 am
::inilah kau syahbal, sering sekali asal nyeblak, akhirnya bukan memperindah citra agamamu, bisa jadi malah sebaliknya…,
ttg penciptaan langit, ada pada AQ 41:12 “12. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa….”
November 29, 2007 pada 12:19 pm
Wuis kyiai langit mulai ngasih kepala nih. *sibuk mencatat*
November 29, 2007 pada 2:57 pm
@qzink666
lha tak kira tempat sampah je…
whehehe, yaaa..maap
@syahbal
kata Katon Bagaskara
oh ya jangan telan bulat2 komen dari kyai langit Zal saol 7 langit, karena itu metafora sama seperti golongan2 yg syahbal tulis panjang lebar di blognya Danalingga
@zal/dana
sibuk ngapalin (spt yg dilakukan sahabat)
November 29, 2007 pada 5:58 pm
::heh..kalian berdua ini ngapain..
, merapal doa ya…mau mengguna-gunai saya ya…
::hmmm dr. joyo, tolong berikan obat, sesuai kondisi pasien ya…, kemarin dikasi valium 10, lha pasiennya jadinya tidur 5 hari 5 malam…, untuk engga dikebumikan ama keluarganya…
::syahbal, joyo benar…langit adalah perumpamaan dari naungan, diluar dan didalam, ada yg berwujud ada yg tak berwujud, namun keduanya dipenuhi bintang yg bercahaya…dan juga petunjuk…tuh kata joyo bintag salib utara…salah satunya… eh ngge nanya ya…
November 29, 2007 pada 6:17 pm
@mas zal
euh… suka pura-pura dalam perahu, dilangit kan ngga perlu perahu…
tangan mah biarin aja kebalik… yang penting kan “citra agama” yang tetap…
orang langit mah “cermin” hanya untuk hiasan. bukan sebagai patokan…
saat memberi, terlihat seperti menerima…
orang langit memberi penjelasan mengenai singgasananya dengan AQ 41:12, padahal beliau yang menerima penjelasannya.
2 masa penciptaan 7 lapis langit, alam wahdat & alam wahidiyah.
jarak antara 1 lapisan langit itu 200juta tahun kecepatan cahaya, jauh bener…
wuih… sangat melelahkan.
praktek : dengan orang bumi harus pake bahasa bumi atau turun dulu ke bumi and than tarik aja dia ke langit boss… biar nyambung.
November 30, 2007 pada 12:49 pm
::aih si abah bisa aja, iya abah benar, cuma kalo orang salah baca dikira kehebatan, padahal sebaliknya…hanya pantulan yg terserap ternyata si abah lebih bahasa langit…eh abah di langit sebelah mana…nanti copdar ya…
November 30, 2007 pada 1:42 pm
@zal|abah dedhot
dengan ini saya nyatakan anda berdua sabagai pasangan
homokiai langitan, silahkan dilanjutkan lagit2an nya, jangan lupa bahasakan juga dengan bahasa bumi, satu2 nya pijakan kamiNovember 30, 2007 pada 3:08 pm
Jesus berkata:
Bapa dan Aku adalah satu
Al-Hallaj berkata:
Aku adalah Kebenaran (al-Haq, salah satu nama Tuhan)
Jenar berkata:
Manunggaling Kawula lan Gusti
Ibnu Arabi berkata:
Tak ada yang lain dan tak ada keberadaan selain Dia
Naskah Hindu (Upanishad):
Atman (kesadaran individu) dan Brahman (kesadaran semesta) adalah satu
Q.S. 2 ayat 115:
Kemanapun kamu menghadap disitulah wajah Allah
Chuang Tzu berkata:
Sepuluh ribu hal dan saya adalah satu
Joyo berkata:
Saya adalah Alam, dan Alam adalah Tuhan saya… Saya, Alam, Tuhan, satu.
November 30, 2007 pada 3:08 pm
:: hah..
… langit juga Alam kan…
November 30, 2007 pada 3:15 pm
::busyet …tito motong commentku… padahal comment itu untuk diatas tito..
tito berkata, aku adalah…
November 30, 2007 pada 3:30 pm
@mas zal
… bukan copdar atuh, tapi copngit, dilangit mah copy terasa madu…
aku adalah engkau, engkau adalah aku… eh itu mah dilangit ke 7 yaa…???
emang mas zal… orang bacanya “suatu kehebatan” padahal kesadaran diri yang super bodoh, super guoblok & super gila… suatu pujian & kehormatan saat abah & mertua lagi diskusi… mertua :”apa saya lagi ngomong sama orang gila…?”. *Abah mengangguk & tersenyum* subhanallah… puji tuhan, di wisuda juga akhirnya.
@mas joyo
(cuma) sempurna dengan esa Nya.
…di langit mah ngga ada “jenis kelamin” jadi ngga ada “pasangan”
mas joyo juga kura-kura tidak tahu yaa…???
Mas Joyo yang ma’rifat dengan alam bumi… pasti gitu juga dengan alam langit…
kenal dengan kiri, karena adanya kanan… kenal bawah karena adanya atas… faham bodoh karena adanya pintar. kalo ngga percaya rebut aja “cermin”nya mas zal…
salam
November 30, 2007 pada 4:11 pm
@Tito
Amin…
Tito dan joyo juga homo
@zal
iya…iya…:D
@abah dedhot
iya saya kura2 dalam perahu tanpa cermin, hanya mampu melihat bayangan bintang pada pantulanNya di air, air mengalir bintang pun mengalir padahal perahu diam
Desember 1, 2007 pada 6:10 am
@zal
saya juga tau klw dari AQ mah..
tapi kan mas joyo tuh tuhannnya alam…
jadi kata siapa langit tuh ada 7…kata islam kan…
gtu…
bukan asal nyeblak mas…
Desember 1, 2007 pada 7:25 am
@syahbal
lha AQ kan Alam juga
Desember 1, 2007 pada 7:37 am
@abah
hahaha saya ge tau ituh mah, keheheheheehewah kan c mas joyo nanya pendapat saya kitu saya memang tidak tahu DIA seperti apa, tapi itu adalah bentuk penafsiran saya pada Tuhan Maha Esa. Wallahu’alam
@joyo
sama dung,
Alam adalah Zat yang patut disembah, Maha dari segala yang Maha, ga ada kekurangan bagiNya.
wah klo gitu samalah kita
kita tidak menfsran sesuatu yang sama dan apaka iya alam ga punya kekurangan? apa yang terjadi pada mas dan pada alam ini baik secara science ato sosial telah ada sejak 14 abad yang lalu,bahkan penciptaan planit dengan teori big bang atau kata2 tumbuhan yang tidak bisa diartikan oleh manusia, perkemangan janin, konstruksi segi enam telah diketahui pada 14 abad yang lalu, dimana ketika itu peradaban moderen seperti sekarang ini belum lahir, dimana ketika itu teknologi canggih macem teleskop belum ada, lalu kenapa semua itu bisa diketahui padahal Nabi Muhammad SAW ialah seorang yang buta huruf, dari mana datangnya pengetahuan itu, kemudian ketika seseorang peneliti meneliti tentang kenapa didalam samudera masih terdapat air tawar padahal air disekitarnya asin?? itu semua sudah diketahui pada 14 abad yang lalu, apakah pada alam juga ga ada tanda2 kebesaran Tuhan, heeheehee itu adaah proses pencarian saya terhadap Tuhan (baca ALLAH SWT), saya meyakini bahwa kasi sayang Allah kepada saya ada melalui apa yang Allah tinggalkan untuk saya(baca kita semua), kemudian saya juga bertanya lagi pada anda, darimana alam mendapatan energi?,apa pertimbangan anda memilih alam sebagai Tuhan? hehehe hapunten saya suka yang terus terang dan gamblang gitu, oh iya perihal hitam adalah warna ato bukan hehehe, hita secara harafiah diketahui sebagai warna, karea itu adalah hal ang dijejali pada kita sedari kita kecil, tapi saya juga punya pendapat lain untuk hal ini, hitam bagi saya sama saja dengan ketiadaan warna, sama halnya dengan gelap yang artinya ketiadaan terang/cahaya
Desember 1, 2007 pada 8:07 am
::syahbal, mohon maaf jika tulisan saya menyinggung perasaanmu…ya..
asal nyeblakmu berkelanjutan,
@zal
saya juga tau klw dari AQ mah..
tapi kan mas joyo tuh tuhannnya alam…
jadi kata siapa langit tuh ada 7…kata islam kan…
gtu…
Jika kamu mengenal hal itu dari AQ, dan menurutmu Joyo bukan Islam dan engga membaca AQ, darimana joyo tahu akan hal itu,
ini jawaban joyo :
@syahbal
lha AQ kan Alam juga
ini termaqtub pada Kalimah, “bacalah olehmu yg tersurat maupun yg tersyirat”
ini gambaran bahwa Joyo membaca hamparan AQ, bukan melulu pada tulisan.
::icha boleh ngga saya “si bengak” ini, ikut nimbrung..???
Desember 1, 2007 pada 8:29 am
@joyo
justru alam adalah AQ…bukan AQ yang alam…
beda pendapat boleh lah..
Desember 1, 2007 pada 8:36 am
@zal
mas kata icha boleh….
Desember 1, 2007 pada 8:43 am
@zal
ya boleh atu emang ini dunia saya sendiri sok mangga…
yang ada pada diri kita merupakan ayat, yang ada pada alam merupakan ayat, sama halnya dengan yang ada pada Al Quran, yang perlu kita lakuin adalah bagaimana kita mengartikan semua ayat itu menuju, untuk menuju pada Allah SWT menurut saya mah
Desember 1, 2007 pada 9:37 am
*celingakcelinguk nyari pemain pengganti*
Desember 1, 2007 pada 9:50 am
@joyo
cari siapah…
Desember 1, 2007 pada 10:21 am
@joyo
ohoyyy bagaimana kalo dijawab hehehe, ato mas ga tau jawabannya???
Desember 1, 2007 pada 11:12 am
wah pemain penggantinya gak ada yg muncul,
@icha|syahbal
sabar ya…saya baru saja selesai bercengkrama dengan Alam, bermain dengan gaya gravitasi bumi dan hukum elastisitas yg bekerja pada benda terbuat dari karet yg berisi udara, orang biasa nyabutnya bola, tepatnya bola basket, dan sekarang saya sedang orgasm (ditandai dg kucuran keringan dan rasa segar…ah…indahnya Alam)
Desember 1, 2007 pada 2:57 pm
@syahbal
Boleh saja, tapi saya jadi pengen tahu definisi dan pengertian syahbal tentang AQ apa? Klo syahbal mo diskusi yg konstruktif silahkan dijawab dengan baik dan benar, jgn pake kata ‘terserah’ ato ‘pokoknya’ tapi klo mentok bolehlah itu disebut pilihan dan keyakinan.
@icha
1.
Apa itu ‘kekeurangan’?,
Yg saya tau manusia tidak bisa menjelaskan Alam dan hukumNya dengan sempurna dan gamblang, kenapa? Karena keterbatasan kemampuan manusia, misalnya keterbatasan kemampuan pengindraan dan keterbatasan usia.
Satu hukum Alam yg bisa saya uraikan adalah Alam selalau bergerak dinamis dalam posisi setimbangnya. Misalnya pemanasan global kita anggap sebagai usikan bagi kesetimbangan Alam, maka saya percaya Alam akan melakukan hal2 yg Ia rasa perlu untuk kembali pada posisi setimbangnya, perubahan/pergeseran cuaca yg kita rasakan saat ini bisa jadi salah satu action yg diambil Alam untuk kembali setimbang.
Tanya: Apa Tuhan yg Icha yakini ada gak punya kekurangan? Bagaimana dengan ini: menurunkan aturan/hukum ditempat tertentu, pada saat tertentu, pada manusia2 tertentu, menggunkan bahasa2 tertentu, dan memperbaiki hukum tersebut setelah beberapa waktu berlalu, dengan alasan hukum yg sebelumnya telah diselewengkan manusia. Hmmm…Tampak kontradiktif dengan sifat2 Alam yg saya amati.
2.
Kali ini saya bertanya lagi ya, Bisakah Agama/ayat2 dalam suatu kitab suci agama (AlQuran) dibandingkan dengan teori2 ilmu pengetahuan? Klo jawabannya bisa, maka sejauh apa ‘bisa’ itu, sama kah? Atau yg satu adalah bagian dari yg lain?
Klo gak bisa berarti penjelasan Icha di atas (no.2) tidak relevan.
3.
Dalam definisi saya energi adalah Alam juga.
4.
Seperti tulisan saya pada bagian ksimpulan, Alam memiliki probabilitas yg besar untuk berlaku dimana saja, kapan saja, pada siapa saja dan just in time (pada saat itu juga), karenanya saya dan juga semua manusia yg pernah hidup bisa rely on Alam. Waktu pertama manusia mengenal bercocok tanam, mereka belajar bahwa tanah bisa diolah dan menghasilkan nutrisi yg bermanfaat, saat ini pun (sekian ribu tahun) sejak saat itu manusia masih bisa menerapkan ilmu bercocok tanam yg sama, ini bisa terjadi karena sifat2 Alam yg saya sebut diatas. Silahkan bandingkan cara kerja Alam ini dengan Tuhan yg
mungkinIcha yakini pada tulisan ‘Saya dan Tuhan 2’Desember 1, 2007 pada 3:14 pm
Walah, di sini seru sepertinya.
*duduk manis*
*makan popcorn*
*nyari ilham buat nimbrung*
Desember 1, 2007 pada 3:57 pm
@mas dana
bagi dong popcorn nya… kalo ngga, ilhamnya nggga ABAH kasih nih…
*ngancam*
@mba icha
aduh punteun teh Icha… tapi menurut abah mah, langkung sae ntong ngagugulung “tafsir”… karena tafsir adalah taf “sir”, bukan “sir” (rahasia/haqiqat) yang sebenarnya / kenyataan rasa.
Abah pernah “ngacapruk teu puguh” di blog nya mas danalingga, artikelnya… ehm… lupa euy… yang membahas “tafsir”, eusina aya dina ayat gajah… punteun dibaca & diantos koreksinya.
sudut pandang mas joyo mah, dengan bahasan ayat “meja & tukang nya” juga cukup jelas mba… (yang mba icha, singgung sbelumnya). dzat, sifat, asma & af’al yang manunggal, maha sempurna esa NYA.
salam
Desember 1, 2007 pada 5:18 pm
::syahbal, kamu tau ngga mengapa untuk icha saya mohon izin, sedang ke syahbal tidak,
kalau syahbal memang orangnya ngototan, meskipun masih menolak namun menerima yg bisa jadi tidak disadari, kalau icha lebih sering jika ada jawaban maka Beliau menggunakan “keheheheheehewah”… bisakan merasakan bedanya…
kalau Rasulullah SAW, meskipun semua orang yg mengelilinginya selalu ingin petuah darinya terkadang bertanya “maukah kamu saya berikan…..”,
dan sekarangpun meski sudah ada jawaban darinya, ada hal yg membuat ada kepercumaan memberikannya…, kamu bisa baca komennya, yg jauh lebih menolak ketimbang penolakan nyata syahbal….
tau perbedaan orang menolak dan ngototan tapi menerima, orang menolak, dikasi gopek, langsung dibuang, yg ngotot tapi menerima, dikasih gopek memang ngedumel “lah …gopek” namun dikantongi…tanpa disadari gopek demi gopek ini akan mengakumulasi…
kalau ada seseorang mengatakan dirinya fakir, maka bentuknya adalah pengemis….
dan seorang pengemis, saat ini ada yg bergaji harian 150.000 perak per hari…bedakanlah dengan tukang beca…
Desember 2, 2007 pada 1:37 am
@danalingga|abah dedhot
kacang goreng…kacang goreng…yg mo ngemil…yang mo ngemil
@zal
mau kacang goreng juga pak??
Desember 4, 2007 pada 6:12 am
@zal
mana duit gopeknya…minta…gpp lah gopek juga…lumayan…tapi tambahin lah dikit…hehehe
@icha
cha tuh gtu kata mas zal juga…
@joyo
bntar saya mau nanya..sebenernya alam yang mana sih yang anda jadikan tuhan?
dan fungsi tuhan seperti apakah yang dijalankan oleh alam??
alquran
apayah…
dari segi nama…
al-quran punya banyak nama..
al-quran=bacaan
at-tanzil=yang diturunan
al-kitab=buku
ummul kitab= induk segala kitab
al-furqan=pembeda
banyak deuh pokonya mah…
dari segi wujud..
lembaran-lebaran kertas yang bila:
1. dibaca… menghasilkan pahala dan syafaat..
2. dibaca.. dan dimaknai akan memberikan manfaat, pahala berlipat, dan syafaat..
3.didiemin(g diapa-apain… ga memberikan apa-apa..
dari segi ilmu(agama dan sains)…
alquran adalah yang memberikan ilmu, yang mengajarkan membaca, yang mengajak manusia untuk berfikir, yang memotivasi manusia dan jin untuk mendapatkan surga, yang mengajak manusia untuk beribadah hanya pada satu Illah yaitu Allah, yang memberitahukan manusia tentang apapun isi dialam ini,yang mengajarkan manusia tentang hukum-hukum,yang meberitakan manusia tentang cerita-cerita manusia-mansuia sebelum kita,yang memberitahukan manusia tentang peristiwa yang akan terjadi,dan banyak lagi….
Desember 4, 2007 pada 7:10 am
mau ikutt
diskusi icha ma joyo…
menurut saya yah…
1.saya mau nanya dong… siapa sih yang menjaga kesetimbangan planet yang kita tempatin sekarang in..supaya tidak bertabrakan dengan bulan dan laen-laen..pasti dong ada yang menjaga…
sperti yang menjaga kesetimbangan kaki kita dalam berjalan…kan otak yang menjaga nya…
2.dalam ilmu pengetahuan…Allah hanya memberikan isyarat untuk kita agar kita mempelaari secara langsung…tapi tetap pada koridor yang itentukan…agar yang tersirat mencapai tujuan yang sesuai dengan apa yang telah tersurat…
seperti langit ada tujuh…kita harus mikir …tuh kenapa langit ada tujuh?? kenapa ga 6,8,9,atau berapalah…
truz mengenai apa yang terjadi dalam rahim..Allah memeberi tahukan secara jelas dan gamblang..itu agar kita dapat menghormati ibu kita an wanita-wanita di dunia ini..betapa susahnya mereka kaum ibu melahirkan kita…
ilmu pengetahuan merupakan rumpun ilmu dari ilmu islam…
karena tidak ada yang menyuruh kita para manusia untuk membaca, belajar, dan berfikir…kecuali ISLAM…
3.energi adalah alam..
mas joyo tuh emang klw udah mentok pasti jawabnya gtu…
ini adalah alam..
itu adalah alam..
sesuatu adalah alam..
ntar kentut adalah alam lagi…
4. kata siapa alam memiliki probabilitas untuk dapat berlaku dimana saja…
klw kita lihat dari setiap jawaban mas joyo yang sering kali mentok…pasti jawab…
segala sesuatu adalah adalah alam..
berarti gravitasi adalah alam…
tapi kenapa dibulan tidak ada gravitasi…
truz air adalah alam…
tapi kenapa di planet lain tak ada air..padahal air adalah alam…dan alam memiliki probabilititas berlaku dimana saja…
truz oksigen adalah alam…
kenapa klw gitu kita ga langsung bisa pindah ke mars…tapi harus nunggu oksigen disana mencukupi untuk manusia dulu…
lalu kenapa manusia dulu bercocok tanam ditanah…padahal di air juga bisa…padahal tanah dan air sama-sama komponen alam…karena manusia hanya dapat hidup di atas tanah saja…di atas air pun kita dapat hidup..tapi bagaimana caranya agar kita dapat hidup diatas air dengan kaki kita…dan air yang dapat ditumbuhi oleh tanaman tidak lebih dari 1% dari jumlah total air di bumi ini…
why…
kenapa…
kunaon…
klw pun alam itu adalah tuhan… sudah tentu alam tidak adil..sangat tidak adil..
1. sekarang dapat dilihat…pada climate change…
amerika merupakan negara yang tidak mau menandatangani mengenai pengurangan emisi karbon…padahal amerika merupakan penghasil karbon terbesar…bersama dengan china dan indonesia…
tapi kenapa yang menaggung akibatnya itu harus negara berkembang slah satunya indonesia…
padahal indonesia dalam penghasil karbon…bukan disebabkan oleh industri..tapi oleh alam sendiri…yang karena hutan kepanasan lalu timbullah hot-spot(titik api) yang menyebabkan timbulnya kebakaran besar…tapi sekarang kita harus menanggung akibatnya…
tapi amerika dan china menghasilkan karbon dari industri…
mana adilnya…
2. climate change juga..
kenapa dengan adanya pemanasan global yang disebabkan oleh amerika,china, dan indonesia…tapi kenapa harus es dikutub yang mencair..sehingga dapat menyebabkan air laut tambah tinggi…sehingga akan banyak tempat di bumi ini tenggelam salah satunya jakarta…dan negara-negara yang lain..yang mungkin tidak menghasilkan karbon…
kenapa tidak hanya amerika,china,indonesia,dan australia saja yang kena akibatnya…tapi harus seluruh penduduk bumi…
why…
kenapa..
kunaon…
Desember 4, 2007 pada 7:24 pm
::Syahbal…nih ceban..
, kamu ini ngotot benar…,
Syahbal, Alam itu tidak cuma bumi kan, ada alam ghaib ada Alam dzohir, Maha Luas Syahbal,
Mungkin Atas kehendakNYA, bisa jadi lewat tulisan dapat difahamkan, namun sepemahamanku tidak pernah ada, bahkan Aristoteles, baru dipertemukan pada 4 SifatNYA,
Apa yg Joyo fahamkan Tentang Tuhan, Karunia tersendiri bagi Joyo, apakah itu mengganggumu..???, hanya Tuhan yang dapat memahamkan DiriNYA pada apapun…mungkin hanya jika dimasukkan Tuhan pada DimensiNYA, yg bisa jadi difahamkan pada kefahaman padaNYA meski dalam fenomena keuniqan.
pada tiap-tiap, ada maqom, maqom inipun berjenjang tidak dalam satu dimensi tata letak…ada ukuran-ukuran yg Maha Pasti penilaianNYA mengangkat derajat tiap-tiap itu, pada derajat yang menuju kesempurnaan…,
Mustahil bagi siapapun dapat memahamkan bagaimana Tuhan itu, kepada yang lainnya, meskipun jutaan bahkan trilyunan kata ditulis…, namun jika Tuhan merespon, satu desiran saja maka siapapun akan dapat memahamiNYA….meskipun hanya untuk dirinya sendiri…
Jika kamu bersedia, ungkapkanlah dengan ketulusan, kejujuran dari segenap yg ada padamu…, maka Insya Allah akan berbalas serupa…, engga akan ada manfaatnya dengan cara-cara seperti itu…sudah buang waktu, tak mendatangkan apa-apa…
dari tiap-tiap sesuatu, ambil satu manfaat, meskipun bentuknya sampah pasti bermanfaat, jika tidak dikenali manfaat itu, meskipun berlian dengan kualitas terbaikpun akan terbuang…
Desember 5, 2007 pada 1:14 am
@zal
ceban…makasih…
ceban tuh brapa sih???
loh kan ini menyangkut tentang tuhan….
jadi harus tegas…
jadi siapa yang sebenernya tuhan itu….
harus jelas…
ya dong merasa terganggu…
klw saya yang bener gimana hayo???
kan kasian dia nantinya di akhirat…
klw dia yang bener mah…
ga usah kasian ma saya…kan dia percaya ama alam…jadi ga ada alam selanjutnya…
lagian kan ini tugas dari Allah kepada segenap umat islam…untuk menegakkan kalimatullah…y gapapa lah…
coba sekarang klo ada batu besar dijalan..apa sama mas mau didiemin aja…g kan….klw mas zal peduli tentunya masa akan menyingkirkannya…y kan…
alam ghoib…
saya mau nanya…
apasih alam ghoib tuh…
Desember 5, 2007 pada 6:03 am
::he…he…ceban ya ceban…makasih sudah menerimanya…
la a’budu ma ta’buduun, ya…
alam ghaib, adalah segala sesuatu yang dalam genggaman Allah saja pengetahuan tentangnya…, dan allah memberitahukan dari apa yg telah kamu kerjakan…,
“tidak ada segala yg ghaib dan yg nyata, kecuali semuanya tercatat pada kitab yang nyata”
Jika ada hal hijab dimanakah dia…jika ada pembuka hijab siapakah…
jika ada hal pemisah antara manusia dan qolbunya apakah itu.., jika terbuka antaranya bagaimana pandangannya…
bagaimana buta, bagaimana melihat…
akh..terlalu banyak hal nyata, dari yg terang, dan gelap..bagaimana hendak diungkapkan…biarlah aku duduk diam, dan mengisap 234 ku…
Desember 5, 2007 pada 3:31 pm
@syahbal
1.
Silahkan baca lagi definisi saya ttg Alam, singkatnya Alam adalah segala sesuatu.
Lha skr saya tanya:
mas Syahbal hidup dari mana?
Makanan, minuman, udara, air, yang mas Syahbal konsumsi itu asalnya dari mana?
Terus kegiatan ‘hidup’ yg mas Syahbal lakukan itu siapa yg ‘atur’, maksutnya ada hukum2 yg berlaku dalam aktivitas hidup nya mas Syahbal kan?, misalnya detak jantung, tekanan darah, kadar pH, pembentukan energi dalam otot, mas Syahbal ndak bisa terbang melayang sesuka hari karena terikat gaya gravitasi bumi, ini siapa yg atur?
Mas Syahbal nanti meninggal, jasad jadi apa?
Jadi saya berasal dari Alam, hidup dalam Alam (tentu saja terikat hukum Alam) dan akan mati kembali ke Alam, ini lah fungsi ‘tuhan’ yg dijalankan Alam.
2.
Ntar dulu saya jadi bingung, klo saya ketemu mas Syahbal terus saya tanya mana AlQuran, kira2 mas Syahbal akan jawab apa ya?
3.
Alam, Alam adalah selforganizing system
4.
Apa itu langit? Benarkah ada langit?Tidak ada istilah langit dalam ilmu pengetahuan.
5.
Ada buktinya?.
Gini, menurut saya upaya membandingkan dan menyama2kan isi AlQuran dengan teori ilmu pengetahuan adalah perbuatan konyol, kenapa? Karena ilmu pengetahuan itu dinamis alias berubah terus, silahkan Syahbal baca sejarah Ilmu pengetahuan.
Tapi klo mo ngotot mbanding2in IP dg AQ, saya mo tanya apakah teori2 besar dan fundamental seperti mekanika, elektromagnetika, relativitas, kuantum, mekanika kuantum, kalkulus, probabilitas, evolusi, genetika, dll disebut2 di AlQuran? Klo gak ada pantaskah saya menyebut AlQuran adalah segala2nya? Maaf.
Itulah sebabnya saya bilang: jangan banding2kan AlQuran dengan Ilmu Pengetahuan!!. Btw sebenarnya mereka yg membadingkan IP dg AQ itu punya tujuan, apa tujuannya? Supaya orang ‘awam’ percaya bahwa AQ benar. Dalam ilmu komunikasi (marketing) ada yg disebut asosiasi, yakni melekatkan ide/pemikiran/produk yg dipromosikan pada sesuatu yg menarik/canggih/cantik/benar, dlm hal ini melekatkan isi AQ dg teori ilmu pengetahuan yg mapan dan dianggap benar (spt teori bigbang dsb) tujuannya ya itu supaya orang yg dimarketingin setuju bahwa ayat2 AQ benar. Coba aj baca email2 hoax yg mempromosikan agama, saya berani taruhan pasti ada bumbu2 cerita yg menarik, menyedihkan, menakutkan, atau cerita2 canggih ilmu pengetahuan.
Lalu saya akan dicap kafir karena menggunakan akal dan berpikir bebas!!
6.
Hohoho haruskah saya menanggapi ini?
, hehe becanda.
Syahbal…Ilmu pengetahuan itu berakar dari filsafat alam, ketika manusia jaman bahuela (misal: Socrates, Plato, Aristotels – Ibnu Sina menyebut beliau Master, Democritus, Epicurus dll) menggunakan akalnya untuk menjelaskan fenomena2 Alam, dan peletak dasar Ilmu pengetahuan modern saat ini adalah para filsuf Yunani ini, dan jaman filsuf Yunani ini dimulai jauh2 sebelum AlQuran ada (1000tahunan lah). Btw jaman itu juga sudah banyak sekolah lho, mereka membaca, menulis, berpikir, berhipotesa, menguji hipotesa, membuat teori2 dll. Silahkan belajar tentang Ilmu Pengetahuan. Eh jangan ding itu kan ilmu kafir
7
Jawabannya kira2 sama dg yg nomor 1.
8.
Setiap benda yg memiliki massa pasti memiliki gaya gravitasi (tarik) ini kata Alam, bahkan elektron yg massanya hanya 9.1 kali 10 pangkat (-31) kg saja punya gaya gravitasi (tarik). Nah di bulan sana bukan nggak ada gaya gravitasi tapi gaya gravitasinya lebih kecil jika dibandingkan dg gravitasi bumi, pernah dengar istilah 2G, 3G kan ? artinya 2kali gravitasi bumi, 3kali gravitasi bumi, dll. Silahken belajar lagi…
9.
Silahken baca sifat2 air, nah klo ada air di planet yg mana kondisi planet tersebut tidak memungkinkan adanya air, misalnya karena suhu permukaan planet tsb 200 derC kan malah aneh, malah menyalahi hukum Alam (sifat2 air) to?! Belajar lagi ya…
10.
Ini lah bukti bahwa kita berasal dari Alam, pernyataan diatas menegaskan bahwa manusia nggak mungkin hidup tanpa oksigen, benar?!, secara nggak langsung Syahbal mengatakan bahwa Oksigen harus ada dulu baru manusia ada, betul?! Kenapa? Karena manusia berasal dari Alam, ia nggak mungkin menyalahi hukum Alam, yakni bisa hidup tanpa Oksigen. Inilah sifat2 Alam, konsisten! Segala sesuatu muncul jika kondisinya memungkinkan.
11.
Huffff…gak jelas
12.
Berarti tuhan sang pencipta Alam lebih tidak adil!
@zal
Lanjut Pak
@myself
Sabar…sabar…
Desember 6, 2007 pada 7:36 am
@joyo
1. alam adalah segalanya…
truz saya juga termasuk alam…
lalu alam adalah tuhan anda…
kesimpulannya???
tuhan=alam=saya
jadi???
teori baru tuh….hehehehehe…bcanda…
2. yeeee…
klw mas nanya mana AQ???
ya saya kasi tunjuk tuh AQ…
tapi klw mas nanya mana manfaat AQ???
saya kasi tunjuk juga…
3. self organizing system….
ooooohhhh…
brati percuma dong ada UNFCCC(bener ga tuh…kbanyakan g C nya)
brati pcuma dong ada gerakan menanam pohon….
brati percuma dong…
4. langit….
ohhh…
g ada yah…
ooohhh…
ck…ck…ck…
5. IP dinamis yah…
brati rahim jaman dulu beda sama jaman sekarang…gtu bukan maksudnya…
“Tapi klo mo ngotot mbanding2in IP dg AQ, saya mo tanya apakah teori2 besar dan fundamental seperti mekanika, elektromagnetika, relativitas, kuantum, mekanika kuantum, kalkulus, probabilitas, evolusi, genetika, dll disebut2 di AlQuran? Klo gak ada pantaskah saya menyebut AlQuran adalah segala2nya? Maaf.”
bukannya g ada…tapi mas nya ajah yang ngebuat itu ga ada…alias tak mencari…maaf juga…
nih satu saya kasih…
teori relativitas einsten…
buka deh
http://www.keajaibanalquran.com/physics_relativity.html
6.ooohhhh…
Socrates
Plato
Aristotels
Democritus
Epicurus
siapa tuh…kan IP dinamis…alias g statis…jd dah g laku…hehehe…
7.sama…
8. ok…saya blajar dulu yah…
9. y mbah…saya blajar dulu yah..hehehe…
10. memang..manusia butuh oksigen…
ooo..gtu yah…
11. memang g jelas…
12. oo gtu… g adil yah…dari segi manah…
kan Allah ngomong…Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sebelum mereka mengubahnya sendiri…jadi urusan dunia diserahkan ke kita…
brati siapa yang ga adil…
13. sabar yah…
Desember 6, 2007 pada 8:22 am
@joyo
ah…kehehehe saya kena lagi hukum alam heuheuheu…. keseimbangan ya oh iya mas sayah tuh merasa kalo saya hidup bukan karena alam kenapa ya, saya hanya merasa alam mendampingi saya, dan saya mendampingi alam tapi saya tidak diberi kehidupan oleh alam. “Seperti tulisan saya pada bagian ksimpulan, Alam memiliki probabilitas yg besar untuk berlaku dimana saja, kapan saja, pada siapa saja dan just in time (pada saat itu juga)” satu2 ya saya menanggapi hehehehe itulah persamaan saya dengan mas joyo tetapi hakekat hukum alam saya merasa tidak bisa juga diterapkan pada seluruh kehidupan manusia khususnya, karena kita tidak hanya sedang berinteraksi dengan alam aja, saya tidak merasa diri saya diberi detak jantung oleh alam, alam hanya menyediakan makanan minum untuk saya saja dan lain2 yang mungkin dirasakan juga oleh semua nya, dalam agama yang saya yakini menghormati alam juga diharusin,energi adalah alam berarti bisa dibilang tuhan adalah energi, yang saya yakini ada energi yang lebih hebat lagi yang bisa menandingi kehebatan energi yang alam punya hehehe tapi saya tidak menganggap energi ituh Tuhan hehehe karena secara fisisk saya ga tau tuhan saya kaya gimana, yang dapat saya simpulkan dari perjalanan mas adalah mas mengenal tuhan dari segi fisik, Al Quran juga yang saya yakini mengapa menjadi pedoman hidup sayah meskipu dy ditulis dengan bahasa bukan bahasa ibu sayah, diturunkan bukan pada saat jaman sayah dilahirkan,tapi menurut sayah semua yang ada di situ relevan dengan keadaan sekarang juga, “Kali ini saya bertanya lagi ya, Bisakah Agama/ayat2 dalam suatu kitab suci agama (AlQuran) dibandingkan dengan teori2 ilmu pengetahuan? Klo jawabannya bisa, maka sejauh apa ‘bisa’ itu, sama kah? Atau yg satu adalah bagian dari yg lain?” teori2 yang dikembangkan di zaman ini adalah bagian dari pembelajaran terhadap Al Quran menurut sayah mah, memang tidak sama sepenuhnya dan itulah seni berfikir yang diterapkan Al Quran, jika saja dulu orang2 muslim tidak lebih dulu dekat dengan orang2 Rum(romawi), misal deket ama orang2 Indonesia (dulu nusantara) pasti yang banyak berpengetahuan bukan orang2 Rum(sekarang israel amerika erope) bahkan yang nemuin angka nol adalah cendikiawan muslim, kekurangan sayah adalah saya tidak paham teori2 fisik yang mas sampaikan tapi saya juga akan mengkaji lagi heuheuheu misal yang saya bilang dulu teori big bang, sudah ada di AL Quran, Allah melalui Al Quran seperti ngasih tau cara kerja Alam, sama seperti ketika kita beli komponen Komputer cuma dikasih tau cara pasang dan cara pake doang tapi aplikasi softwer kita sendiri yang belajar, nah disitulah hebatnya Quran menurut sayah ya..kalo mas ga setuju juga ga maksa hehehehehehehehe karena Al Quran mengajarkan manusia untuk mandiri dan mengembangkan pola pikirnya makanya kenapa terjadi perkkembangan ilmu pengetahuan. dan bangsa Rum setahu saya menganut disiplin ilmu ini sehingga mereka bisa maju
mas juga bukan seseorang yang menciptakan hukum2 relatifitas, hukum gravitasi, hukum kekekalan energi kan, jadi bagaimana mas bisa bilang kalo pengetahuan yang para penemu itu dapat bukan hasil contekan ato hasil pengembangan dari ilmu2 dasar yangs udah dikembangkan oleh para cendikiawan muslim saat Islam mengalami kejayaan,
ex ilmu sosial
dilarang meminum khamar, berzinah dll, dalam Al Quran disebutkan begitu, lalu zaman ini apa dampaknya???
AIDS, Allah maha mengetahui apa yang akan terjadi pada makhluk ciptaannya, Kebersihan merupakan sebagian dari iman (bunyi salah satu hadis) kenapa bersih (bukan hanya bersih secara fisik kalo menurut sayah mah tapi hati juga) dianalogikan dengan iman dalam Islam karena dampaknya sekarang sudah keliatan, kaum yang melakukan kerusakan dimuka bumi akan mengecap buah dari perbuatan mereka betul contohnya banjir, ato kerusakan alam yang yang skarang lagi mantep2na global warming nya, trus apa lagi hehehe maaf juga menanggapi abah dedot sayh mah bukan menafsirkan tapi meyakini dengan hati ituh saja hehehe
ilmu ekonomi juga dalam pembagian waris, kenapa cowo dapet 2 bagian lebih besar dari cewe karena Allah menciptakan lelaki lebih besar tanggung jawabnya daripada wanita,
bentar segitu dulu ada yang melototin sayah
to be continued
oh iya satu lagi keimanan saya bukan sekedar kapal ato perahu tapi mercusuar…ehehehehehe too eb continyu ya hapunten dulu…
Desember 6, 2007 pada 5:24 pm
[...] Alam , Kesadaran , Pengetahuan Membaca lagi komentar2 dan dabat kusir yg berhasil terekam di tulisan saya yang ini, ingatan saya kembali ke masa2 awal kuliah 6 tahun lalu. Dengan judul mata kuliah Filsafat Ilmu [...]
Desember 9, 2007 pada 4:40 pm
@icha
Silahken klo itu yg Icha rasakan, tapi yg perlu dicek menurut saya adalah kebenaran ‘perasaan’ itu, mungkin dimulai dengan apa itu ‘perasaan’, apa yg menimbulkan ‘serba rasa’ atau emosi pada manusia. Sebab:
1. kemampuan 5 indra dan pikiran kita terbatas,
2. referensi pengetahuan/pengalaman yg kita miliki juga terbatas dan blm tentu benar, sehingga persepsi kita bisa jadi juga salah.
Sederhananya saya bisa saja ngerasa paling ganteng dan manis se RT, karena mungkin orang tua saya selalu bilang gitu waktu saya kecil, ditambah sedikit pujian dari anggota keluarga lain dan beberapa teman lawan jenis, tapi apa iya perasaan paling ganteng dan manis se RT yg saya rasakan benar?! belm tentukan?! Kecuali jika ada ukuran2 ganteng yg baku, kemudian ada objek pembanding yg lain, nah klo ternyata setelah dinilai dan dibanding2kan saya memiliki skor tertinggi untuk ukuran ganteng dan manis se RT, benarlah saya merasa demikian. Saya bersandar pada Alam karena Alam terjangkau oleh keterbatasan2 yg saya miliki.
syukur lah klo ada persamaannya
perasaan lagi ya…kira2 jawaban saya sama dengan yg pertama
wah dalam definisi saya Alam adalah segala sesuatu, jadi segala energi adalah Alam, tidak ada sesuatu pun selain Alam. Ps: Tolong jgn diartikan secara harfiah, karena ini sedikit menggunakan bahasa Langitan spt yg sering dipake kiai Zal dan Abah Dedhot.
Hmmm klo tuhannya Icha gak bisa dilihat atau dirasakan secara fisik minimal seharusnya ada kualitas2 tertentu yg Icha persepsikan dari realitas keseharian Icha tentang tuhan shg Icha percaya akan eksistensi tuhan, saya jadi pengen tahu kualitas2 ini apa saja shg Icha yakin keberadaan tuhan Icha (bukan Alam)
Hmmm kurang tepat, kerena energi dan gaya2 serta hukum2 Alam bukanlah sesuatu yg tampak secara fisik melainkan diamati sifat2nya. Dari sifat2 Alam ini lah saya berkesimpulan bahwa saya berasal dari Alam, hidup dalam (bagian dari) Alam dan akan kembali ke Alam.
Saya nanya ya, apa itu relevan? Sejauh apakah relevansi Al-Quran pada jaman ini dan jaman yg akan datang?. Karena menurut saya Kebenaran adalah Benar jika ia tidak mengadung kesalahan sedikit pun.
Hmmm ada kesalahan kronologi ni, peradabaan Romawi dimulai sejak abad 7 SM, lha Jesus/Isa AlMasih itu kan dulu bekennya pas jaman Romawi ini to? Jadi Icha kebalik. Saya pribadi setuju bahwa perdaban Islam pada masa kejayaannya telah berjasa menyelamatkan dan memajukan Ilmu Pengetahuan, tapi asal Ilmu pengetahuan tsb aslinya bukan dari Arab, tapi pengembangan dasar2 dari Ilmu Pengetahuan dari Yunani Kuno, Romawi Kuno, Cina Kuno, India Kuno dan Mesir Kuno. Nah secara terpisah Cina dan India juga mengembangkan Ilmu Pengetahuan secara sistematis hampir pada waktu yg bersamaan dengan yg dkembangkan di Yunani Kuno. Hmmm bahkan Ibnu Sina menyebut Aristoteles, Master lho. Statement Icha diatas memang lagi beken untuk menumbukan rasa ‘nasionalism’ di kalangan Islam tapi lagi2 anda hrs kritis, benarkah demikian ato jgn2 itu hanya slogan sepihak.
ini juga kurang tepat, bilangan nol pertama sudah banyak digunakan di peradapan mesoamerica, babylonia, yunani kuno beberapa abad sebelum masehi, tapi tidak secara eksplisit (history of zero). Penggunaan angka 0 pertama tertua yg saat ini ditemukan adalah berasal dari dari India (abad 4 masehi), baru beberapa abad kemudian digunakan oleh Al-Khawarism (matematikawan persia, yg menurut saya sangat top, masterlah) dan tahukah Icha bahwa Khawarij ini adalah golongan dalam Islam yg banyak sekali menggunakan logika instead of teks AlQuran dalam memahami Alam, shg dikemudian hari mereka ini diBidah kan juga oleh golongan/aliran Islam yg lain? Silahkan ikuti link berikut ya (khawarij)
Hmmmm teori Big Bang itu melibatkan banyak disiplin ilmu dalam Fisika dan teknologi misalnya, termodinamika, relativitas, astronomi, optikal, ilmu bahan, mekanika, mesin dll, yg disiplin2 ilmu ini membutuhkan waktu yg lama untuk sampai pada kondisinya saat ini. Saya kira Icha harus jujur dalam belajar, Big Bang sendiri bukan teori yg mapan seperti teori relativitas, elektromagnetism, mekanika, kuantum dll. Kenapa? Karena skalanya yg terlalu luas dan keterbatasan alat2 yg kita miliki untuk membuktikan kebenarannya secara mantap. So gimana klo ternyata Big Bang salah?
Dan klo melihat dari Ayat2 yg dkutip dari AlQuran dan digunakan untuk membanding2kan dg teori Ilmu Pengetahuan, saya kira ini jauh dari petunjuk. Misalnya ayat berikut yg digunakan sbg ‘petunjuk’ Big Bang:
Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. (QS. Adz Dzaariyaat, 51:47)
Ayat diatas jauh dari ‘petunjuk’. Ibaratnya, Saya sedang tersesat di dalam hutan amazon tanpa kompas dan petunjuk, tidak ada jalan setapakpun yg teramati, tiba2 saya ketemu orang, lalu saya tanya “pak dimana jalan keluar dari hutan ini?”, beliau menjawab “disana” dan “berusahalah” tanpa sedikit pun mengarahkan tangan atau pandangannya ataupun kasih kompas orang itupun menghilang. Btw blm tentu lho Semesta mengembang, dan apakah sampai disitu saya yakni mengembang, karena ada beberapa teoti lanjutan mengatakan bahwa setelah mengembang, semesta akan mengkerut dan kembali ke keadaan awal (semacam siklus gitu).
Menurut saya, ilmu pengetahuan itu seperti bola salju menggelinding dan semakin besar. Pertama digelindingkan oleh orang2 Yunani kuno, Cina kuno dan India Kuno, lalu melewati Romawi Kuno, Islam dan sekarang dikendalikan oleh Eropa, US, Jepang dan Cina, dan saya berharap kelak semua manusia dibumi ini punya peranan yg sama dlm memajukan IP untuk kesejahteraan semua manusia. Untuk sejarah ilmu pengetahuan bisa ikuti link `brkt.
wah2, gini aj, klo Icha sempat dan mau, Icha bisa menenggok sedikit kebelakang (sblm jaman nabi Muhammad). Icha akan menemukan banyak sekali hukum2 dan aturan2 yg menakjubkan dirumuskan oleh sekian banyak orang pada sekian ratus bahkan ribu tahun sebelum AlQuran itu ada dan dibeberapa tempat berbeda yg Icha bisa bayangkan pada saat itu terisolasi satu sama lain (India, Cina, Yunani, Mesir dll). Misal Taoism
Saya paham dan mengerti, tapi keyakinan juga harus didasarkan pada kenyataan dan pemahaman yg benar, mandasarkan keyakinan pada AlQuran juga bagus, tapi jng lupa lihat ke ‘luar’ bahwa ada sekaian banyak kitab2 lain, buku2 lain, sumber2 lain dan pikiran2 lain yg juga menikmati Alam yg sama dengan Alam yg Icha nikmati.
Salam dan mari belajar bersama
April 7, 2008 pada 1:57 pm
“Seperti yg saya tulis diatas, siapapun, kapanpun dan dimanapun manusia yg ditampar akan ngerasa sakit. Jadi jangan nampar klo gak mau ditampar. Itu sederhananya.”
Mengapa manusia yang meninggal tidak bereaksi ketika ditampar?
Karena sudah tidak bisa merasa
Kenapa sudah tidak bisa merasa?
Karena sudah tidak bernyawa
Anda melewatkan satu hal: Ruh
Memang kalo dilihat secara jasmani dan kasat mata, semua nampak berlaku seperti apa yang Anda kemukakan. Tapi, pernahkah Anda memikirkan tentang Ruh? Berada di dimensi apakah itu? Tundukkah ia dengan hukum2 Alam?
“Dan mereka mempertanyakan padamu tentang Ruh. Katakanlah, Ruh itu adalah urusan Tuhan-ku. Dan tidaklah kalian diberi ilmu melainkan sedikit”
- Selamat berpikir bro! -
April 7, 2008 pada 2:01 pm
“Saya nanya ya, apa itu relevan? Sejauh apakah relevansi Al-Quran pada jaman ini dan jaman yg akan datang?. Karena menurut saya Kebenaran adalah Benar jika ia tidak mengadung kesalahan sedikit pun.”
Mungkin bisa ditunjukkan pada saya letak “kesalahan” dalam Al Qur’an?
April 7, 2008 pada 3:31 pm
@jems
apa itu ruh?
adakah ruh?
@jems
relevan itu tingkat kesesuian
“kesalahan” dalam AlQuran –> silahken dicari dan ditemuken sendiri, maaf saya ndak ada ‘urusan’ dengan keyakinan orang.
Desember 14, 2008 pada 3:02 pm
pernah berfikir, siapa yang mengatur alam..??
Desember 18, 2008 pada 12:14 am
@kyu
pernah berpikir…siapa yg mengatur ‘yg mengatur alam’ ??
Desember 22, 2008 pada 10:48 pm
mas joy…sudah ber istri ??
Januari 28, 2009 pada 4:57 pm
alam pun timbul dan lenyap.
ada big bang.
tuhan adalah sesuatu yang tak timbul dan lenyap.
Januari 28, 2009 pada 4:58 pm
tuhan mengatur dewa. mungkinkah alam mengatur alam?
Januari 28, 2009 pada 4:59 pm
yg mengatur tuhan itu siapa? ya kalo kamu mau ada yg mengatur tuhan itu yang bisa saja. berarti lagi-lagi “tuhan mengatur dewa” karena yg tadinya tuhan ternyata bukan tuhan.
nah kalo alam kan gak bisa kayak gitu.
Januari 28, 2009 pada 5:01 pm
kamu itu mirip orang jaman batu di indonesia dulu, lihat ini sembah ini, lihat itu sembah itu.
“saya sekarang sembah alam” apa yg perlu dibanggakan dari kalimat hasil kesadaran sisa primitif seperti ini.
Januari 28, 2009 pada 5:03 pm
kamu gak ada bedanya dengan muslim dan kristen.
berusaha menimbulkan rasa takjub, keharuan, mata yang berkaca-kaca setelah memproklamirkan “sekarang saya sembah alam”
hehehe… masih muda sudah berlagak kenal diri.
Januari 28, 2009 pada 5:05 pm
judul artikel di atas sebaiknya “nabi ibrahim mencari tuhan”.
nabi ibrahim yang mencari tuhan, atau joyo yang mencari tuhan, taklah lebih bagus dari sidharta yang mencari jalan lenyapnya penderitaan.
kamu itu cuma mau fancy dalam dunia spiritual saja. bukan mau menolong orang banyak dan dirimu sendiri.
November 30, 2009 pada 2:39 am
Saya penggagas teori minimalis yang merupakan jendela dalam “mengamati” alam semesta dari dalam diri saya atas dasar kesadaran diri merupakan bagian dari lingkungan.
Saya menganggap big bang bukanlah nongolnya/munculnya alam semesta dari titik singular yang tak tahu dari mana asalnya, melainkan kelahiran sub alam fisika dimana terjadi materi bermassa hingga membutuhkan ruang yang berasal dari energi yang belum bermassa dan belum memerlukan ruang.
Tuhan YME memisahkan antara alam abadi yang tak berdimensi dan alam semesta yang dikuasai oleh dimensi waktu. (Ini identik dengan pemisahan langit dari bumi yang dijelaskan oleh religi).
Tuhan YME merubah nothing (kode minimalisnya 0#00 dan 00#0) menjadi monopole weber #0#00 dan #00#0) Kemudian dibiarkan monopole ini berkembang sesuai dengan hukum yang telah disertakan, yaitu hukum Ekologi Universe. Perkembangan ini berlangsung secara gradual melewati proses evolusi dan instant melewati proses revolusi.
Monople S (atau -) dan monopole U (atau +) berinteraksi membentuk dipole
Dipole akan hanya akan memiliki massa setelah mengalami keseimbangan prima. (Dalam fisika setiap dipole pasti memiliki pasangan kutup yang berimbang).
Menjelang menjadi massa dipole mengalami transisi atau berosilasi dan menghasilkan gelombang elektro magnit, diantaranya cahaya.
Cahaya terdiri dari medan magnit yang menghasilkan medan listrik, sebaliknya medan listrik menghasilkan medan magnit secara bergantian. Pada saat kedua medan ini mencapai keseimbangan prima terjadilah foton.
Dalam ruangan semu (hampa materi) kehadiran foton hanya sesaat kemudian lenyap, tetapi dalam ruang yang telah terisi oleh materi foton akan berinteraksi dengan bayangan transiennya membentuk materi yang lebih kompleks bahkan dapat menjadikan materi menjadi organisme.
Menurut Teori Paralogika yang juga merupakan gagasan saya untuk menjelaskan makluk hidup yang berwadag: organisme terjadi dari interaksi antara clear body (materi) dengan trans body (gelombang electro magnetik). Living organisme terdiri dari oganisme dan soul atau spirit.
Spirit merupakan interaksi vitalistik antara transbody dengan soul.
White blank body merupakan interakri antara organisme (bio body) dengan soul sedangkan reincarnated body merupakan interaksi antara bio body dengan soul.
Jika anda tertarik silakan akses: http://www.ibnusomowiyono.multiply.com atau menggunakan mesin pencari google dengan menyebutkan: teori minimalis, atau teori paralogika, atau langsung panggil: ibnusomowiyono.
Anda akan menjumpai tulisan-tulisan saya dan mengkritisinya.
November 30, 2009 pada 9:48 am
@iqbal
sudah bro
@doni
maap, komentar anda terlalu sporadis, dan saya tidak pernah bilang bahwa saya menyembah Alam. Saya adalah Alam itu sendiri, dan anda juga. Hanya manusia2 yg tidak Sadar yg merasa bahwa mreka terpisah dari Alam.
@pak ibnusomowiyono
Pak Ibnu tinggal di jogja? Ato kapan2 bisa “kopi darat” ?