Sejak datang ke Batam 2 tahun lalu, saya prihatin dengan kondisi jalan2 utamanya, tidak terawat dan banyak yang berlubang. Berikut ini ada beberapa foto hasil jepretan tertanggal 21 Oktober 2007. Mari kita sama2 lihat sebulan lagi apakah ada perbaikan atau tidak. Pls note: ini hanya tiga titik yang kebetulan ada disekitar tempat saya tinggal di Batam Center. Masih banyak lagi lubang2 mengagga tak terurus bertebaran di jalan2 utama di Batam.
Gambar 1 (maaf, sahabat saya hampir bingung membedakan lubang tersebut dengan jamban dirumah neneknya dikampung)
Gambar 2
Gambar 3a
Gambar 3b (wah percuma juga punya mobil bagus2 nan ceper klo jalanan masih ‘off road style’)
Concerns saya:
1. Gimana/berapa alokasi pendapatan daerah untuk biaya perbaikan jalan?Sebenarnya cukup nggak untuk sekedar maintain jalan?
2. Gimana kinerja department bersangkutan, apakah ada target pencapaian tahunan yang ditetapkan atau sekedar kerja asal2an? Klo ada target saya juga pengen tahu sebenarnya targetnya seperti apa? Soalnya jalan2 berubang tsb sudah 1 bulan lebih dibiarkan seperti itu, apa nggak ada target waktu perbaikan, misalnya dalam 1 minggu setiap ada lubang di jalan harus sudah ditambal/perbaiki.
3. Gimana klo ada kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan lubang2 tersebut, misalnya motor terjungkal karena nabrak lubang tersebut. Apakah korban kecelakaan bisa nuntut pihak berwenang atas KELALAIAN nya menjalankan tugas, i.e. maintain kodisi jalan. Atau korban kecelakaan mendapatkan ganti rugi atas kecelakaan akibat jalan berlubang? (mimpi)
4. Kemana larinya pajak yang kami bayarkan tiap bulannya???
Pls note lagi: Foto ini diambil di jalan2 utama yang terletak di Batam Center, tempat kumpul bangunan2 termegah dan penuh kuasa. Buat yang nggak tau Batam dan apa itu Batam Center, sekedar informasi klo di Batam Center ada beberapa bangunan besar nan megah bertuliskan :
1. Pemerintah Kota Batam
2. DPRD Kota Batam
3. Otorita Batam
4. International Ferry Terminal Batam Center (pintu masuk tempat sebagian wisatawan dari Singapur atau negara lain yang datang ke Batam/Indonesia lewat Singapura masuk ke negara kita tercinta)
Semoga saya tidak diuber2 pihak berwenang karena tulisan ini, toh tiap penduduk Batam yang setiap hari lewat jalan2 di Batam sudah mahfum atas kondisi jalan yang mereka lalui, atas kondisi negara kita yang baru saja ‘bangkit’ dari krisis ekonomi ‘dahsyat’ shg blm bisa memperhatikan hal2 kecil sperti jaln berlubang.
Terimakasih buat masyarakat Batam yang dengan sabar bekerja keras dan setia penuh pengabdian mbayar pajak tiap bulan/tahunnya demi pembangunan daerah/bangsa ini. Juga dengan sabar tiap hari melintasi jalanan di Batam yang bisa saja bukannya mengantarkan ke tempat tujuan tapi ke rumah sakit/duka.
MERDEKA !!!???





Oktober 24, 2007 pada 8:23 am
Merdeka, hidup ragil !!!! seharusnya kemarin pas maju bareng2 karena tower itu, kita ajukan juga yg ini ” bahwa rakayt juga berhak menuntut haknya, jangan hanya ditagih kewajiban saja”
Oktober 24, 2007 pada 3:50 pm
Wah, kok bisa gitu ya mas? Apa memang pemda batam semiskin itu, sampe jalan utama aja nggak bisa di perbaiki.
Oktober 24, 2007 pada 4:26 pm
::mungkin karena rumah, rukonya masih kosong, jadi dikira ngga bakal ada yg lewat…lagian ape-ape itu bayar pajaknya kemana…???, ama yang ditinggalin di rumah ya…
Oktober 24, 2007 pada 4:34 pm
@dio
iya lain kali, saya sih pengennya bareng temen2 klub fotografi bikin pameran foto ‘pembangunan’ dan pameran tersebut digelar diselasar salah satu bangunan megah tersebut diatas.
@dana
Oooo ndak mas, Batam kaya bin makmur, lha wong pulo seuplik dan penduduknya gak nyampe sejuta jiwa. Yang saya bangga adlah para ‘petugas pengabdi’ masyarakatnya sangat rajin dan hemat spt semboyan orang tua/guru2 kita dulu di SD, “rajin pangkal pandai” dan “hemat pangkal kaya”. Rajin menabung walopun MUNGKIN itu uang rakyat tapi entah nabungnya dimana, sekaligus hemat supaya kelak jadi kaya dan hasilnya bisa dinikmati anak cucu, walopun entah juga anak cucunya siapa.
Oktober 25, 2007 pada 1:36 pm
@zal
mungkin juga, tapi nggak ah wong itu dijalan2 utama kok. hmmm soal ap2 itu saya gak tua juga mereka bayar ato nggak, klo mreka nggak mbayar mustinya didenda to sama pemerintah. hmmm gak tau juga saya, yg jelas lubang2 itu bahaya. pernah juga dengar dari teman kantor klo dulu ada yang pernah meninggal karena kecalakaan dan kecelakaannya karena nabrak lubang
Oktober 25, 2007 pada 1:54 pm
Wah, Batam menurut saya kota yang lumayan besar. Tapi kok jalan besarnya memprihatinkan begitu ya.
Meskipun memang, jalan lintas kota maupun dalam kota di luar Jawa kebanyakan memang ironis…
Pajak kita untuk memuluskan jalan pejabat, mas.
Oktober 26, 2007 pada 6:11 am
udah sempet makan nyawa juga ya gil?
pemerintahan, lahan basah
lahan penuh godaan
tambang uang
ranjau dosa
Oktober 28, 2007 pada 12:46 pm
positive thinking aja deh. paling buat ngurusin perbaikan jalan, dapur, beli mobil..!
ya seperti itulah!
Oktober 29, 2007 pada 10:45 am
::sepertinya sih, batam memang sedang pengembangan kota dan konsentrasinya di batam center kan, kalau dilihat jalan ke arah airport makin bagus, kabarnya sekarang malah lebih dilebarin, bisa jadi pemkot melihat kondisi ini menjadi dilema, kalaupun diperbaiki, jika dilewati alat berat untuk pembangunan, daya tahan jalan engga akan mampu menahan, akan rusak dalam waktu dekat , mungkin menjadi mubazir (meskipun mubazir itu engga ada..)
maktu aku kebetulan ada urusan kesana, lobang-lobang ditambal dengan tanah keras… mungkin hal seperti ini yang disarankan…sudah mulai hujan ya…
Oktober 29, 2007 pada 1:41 pm
@rezenesia
betul juga mungkin untuk memuluskan dan memperlancar jalan pejabat
@viar
yah beruntukng aku bukan PNS
jauh dari godaan. gak tau juga ya klo sempat jadi PNS bisa tahan godaan ato nggak
@benbego
jalan2 ke luar negeri, beli rumah baru, mobil baru, dll.
@zal
hehehe betul mas. jalan ke airport memang lagi dibetulin. tapi ada tapinya lo.
klo mas peratikan lagi. amburadul!! potong sana2 potong sini, spt gak ada master plan ni kota modibangun gimana 30 – 50 kedepan. Yah mudah2an tetap jadi lebih baik.
betul, kdang juga peke semen, kdang dibiarin mengangga sampe ada yang naruh batu besar2 buat nutup tu lubang
Oktober 30, 2007 pada 4:22 am
lho…ik beloem komen disini to…???
prasaan oedah batja degh…
kalo di tempat ik djoega banjak lobang-lobangnja….dan itoe disebabkan karena daerah ik masih daerah membangoen…djadinja masi banjak troek bahan bangoenan jang berat-berat itoe lewat…ditambah bis bis jang daja angkoetnja djoega loemajan….
djadinja ja~~~hantjoer oedah djalannja….
November 2, 2007 pada 8:40 am
Hohoho… pajak ya, bro?
Pajak itu larinya ke brankas-brankas penyimpanan negara buat ngemplang utang para bankir dan konglomerat yang mangkir dari kewajiban.
Makanya belakangan gencar kampanye utk membayar pajak. Segala dalil agama juga dibawa tuh sebagai pemanis ajakan
November 3, 2007 pada 11:27 pm
@selo
kok singapur jln2 utamanya ttp mulus y walopun pbangunak kotanya 10kali lbh berat dr batam?!
@alex
iya udah gt gak ada yg ngerutuk bangkir, knglomerat, dan pjabat korup spt mereka ngerutk anggota dan pimpinan alqayidah alislamiyah, yg blm apa2 aset pribadinya dsita. Agama memang manis
November 5, 2007 pada 6:53 pm
Nah! Itu dia kesalahan orang-orang yang merasa nyaman sendiri dalam beragama.
Aku sendiri ndak suka sikap fanatik ndak jelas begitu.
Kalo memang agama itu panduan kebenaran, ya mesti bersikap benar harusnya para penganutnya, peduli apapun agamanya.
Sayangnya…
Malah kalo ada orang sepertiku yang notabene muslim bilang begitu, mereka™ mencak-mencak dan memaki sebagai komunis-atheis
Stupid! I’m a socialist!
Pernah belajar ndak sih mereka™ itu?
Yah… agama memang dianggap sudah cukup untuk manis-manis saja
November 7, 2007 pada 4:22 pm
@alex
itulah, apapun klo dah mapan orang jadi enggan beranjak, nggak cuma agama saya kira, politik, budaya, bahkan dalam pekerjaan sehari-hari klo dah mapan pasti enggan untuk beranjak, seperti terjebak dalam ritualnya sendiri. ritual beragama, ritual berpolitik, ritual bekerja…sampe2 tujuannya terlupakan.
November 11, 2007 pada 4:01 am
Disamping banyak lubang berjalan,Batam ternyata jalannya berlubang ya, mas?November 11, 2007 pada 7:43 pm
kalo ga’ salah pemerintah kan mau bikin batam jadi saingannya singapura ya??
gimana ceritanya itu??
November 12, 2007 pada 9:10 pm
setau saya tanah di Indonesia memang relatif lembek…jadi semakin kuat konstruksi jalan yang dibangun, semakin cepat hancur jalan itu….ditambah sering hujan pulak…berlubang degh…
IMO, diurug dulu ampe tanahnya padet, baru dibangun jalan…
tapi mahal ahh…semakin mahal semakin besar kesempatan korupsi
beidewei eniwei basbang…apdett apdett
November 13, 2007 pada 2:20 pm
@qzink666
iya dimana2 banyak lubang, harus hati2
@br4inst0rming
hmmm pemerintahan nya ganti kebijakan nya juga ganti, gak jelas mas, keburu disabet Malaysia, mereka juga bikin kawasan industri dan zone ekonomi ekslusif ditambah malaysia – singapura udah ada jembatan penghubungannya. Batam kyknya dapat sisa2 aj tu.
@saya
ah kebanyakan alasan! hehehe
udah diupdate.
November 20, 2007 pada 7:20 am
wujudkan masyarakat yang sadar dan taat pijat
November 20, 2007 pada 11:44 am
@maslilik
eloh kok taat pijat mas? bukannya rajin minum jamu?
November 28, 2007 pada 12:17 pm
Pantas, di batam aja masih gitu, wajar aja kalo di pedalaman masih seperti daerah tanpa pemimpin. Di lampung, retribusi jalan banyak sekali, pungli polisi juga luar biasa, tapi jalan tetap busuk.
November 29, 2007 pada 3:03 pm
@Guh
sama Mas, saya pernah ke Ambon, Manado, Ternate, Banda…samuanya sama…sama2 kacau
tapi klo menurut teori chaos, dari kekacauan pasti muncul keteraturan, soal kapan munculnya, mari kita tunggu sama2
Maret 5, 2008 pada 11:55 am
[...] gambar ada yang dikebet dari sini [...]
Maret 6, 2008 pada 1:40 am
keadaan akan tambah parah kalo masih terserang banjir…
Juni 14, 2008 pada 12:31 pm
aaaaddddddddddddduuuuuuuuuuuuhhhhhhhhh……………..
enak bgt ya kalu nongkrong di jamban smbil buang itu tuhhhhh
coba ajh rasain