Tentang Saya dan Tuhan 2

September 16, 2007

Sepertinya saya harus melanjutkan tulisan ini, yang masih menyisakan tiga pertanyaan yang belum saya jawab.

3. Kenapa saya tidak beragama (pdhl sebelumnya beragama)
Berawal ketika pada tahun ke-18 dalam hidup saya muncul pertanyaan tentang eksistensi Tuhan. Tuhan yang saya maksud disini adalah Tuhan agama abrahamic. Apakah Tuhan ada? Klo Tuhan exist, apa implikasinya bagi semesta, bumi dan manusia khususnya?. Saya sendiri lupa bagaimana proses pencarian jawaban atas pertanyaan diatas, yang jelas efeknya indeks prestasi saya mencapai tingkat kemelud (bukan cum laude) hehehe, saya nggak mampu lagi membaca buku apapun, baca kalimat berikutnya, kalimat sebelumnya saya sudah lupa, saya bahkan tidak bisa memfokuskan pandangan saya pada jarak 1m dihadapan saya, menyerah….saya ingin mati untuk bertemu Tuhan demi mengetahui hakikatnya.
Titik balik semua itu terjadi ketika saya ditawari berlibur nengok kampung kelahiran di Manokwari, Irian Jaya oleh Om.”Tenang Jo, semua biaya perjalanan dan akomodasi mu ke Manokwari Om tanggung”, begitu tawar beliau. Hmmm, kenapa tidak pikir saya, lagian pada saat itu akhir semester genap, sekitar bulan Juli-Agustus tahun 2002. So berangkatlah saya ke Manokwari. Perjalanan dari Jawa (tepatnya Tanjung Emas Semarang) ke Manokwari ditempuh dalam waktu 1 minggu menggunakan kapal (klo gak salah waktu itu nama kapalnya DobonSolo). Yang paling berkesan waktu itu ketika kapal yang saya tumpangi hendak merapat di pelabuhan Ambon. Pulau Ambon tampak sangat indah dari kejauhan, tepi pantainya banyak sekali pohon kelapa yang kalau dari jauh tampak seperti rumput yang sangat rapi, indah dan hijau, tapi sayang di beberapa titik nampak kepulan asam hitam membumbung, ya Ambon pada watu itu masih bergolak karena pertikaian konyol manusia.

Ehm…!.

Kembali ke pertanyaan diatas. Beragama terutama agama abrahamic dasarnya adalah meyakini adanya Tuhan, Tuhan yang menciptakan semesta, Tuhan yang mengatur semesta, Tuhan yang mengatur hidup, nasib baik dan buruk manusia, dsb. Saya memilih tidak beragama karena saya berkesimpulan bahwa saya tidak mengetahui secara pasti hakikat Tuhan, alih2 meyakini eksistensi Nya. Sehingga saya putuskan untuk melepaskan keagamaan saya agar hidup saya konsisten. Salah satu hal yang membuat saya ragu terhadap eksistensi Tuhan agama abrahamic adalah ketaksempurnaannya.

Weleh apalagi ni maksud ketaksempurnaannya??.

Gini lho kita kan tau klo manusia (jangan tanya dlu dari mana asal manusia!) itu individu yang independen. Setau saya dari penglaman yang saya alami, tiap manusia memiliki pikiran, emosi dan egonya masing2, ya manusia adalah makluk yang subyektif. Nah klo Tuhan Abrahamic itu menciptakan manusia taruhlah pada tahun X = 0, melengkapi manusia dengan akal, emosi (termasuk juga sifat egois), kemudian disuatu saat X = 2 Tuhan memberi aturan untuk manusia yakni aturan A…kemudian dilain waktu X = 3 Tuhan kembali memberi aturan B…kemudian dilain waktu X = 5 Tuhan kembali dengan aturan yang baru yakni aturan C. Dan karena aturan C adalah versi terakhir maka manusia yang tidak ikut aturan C dihukum.

Lha gimana ini?

Apakah manusia yang karena emosi kultural dan sifat egoisnya tetap memilih aturan A/ B atau manusia yang menggunakan akalnya (ingat!! manusia generasi pertama X = 0 diciptakan lengkap dengan akal) menciptakan aturannya sendiri juga dihukum?. Padahal Tuhan sendiri tidak menciptakan fool proofed system yang bisa mencegah manusia yang lahir setelah turunnya aturan C untuk tidak bisa tidak memilih aturan C sebagai jalan hidupnya. Contoh fool proofed system adalah sistem pernafasan manusia, saya bilang fool proofed karena nggak ada manusia yang bisa hidup tanpa bernapas mengirup oksigen. Coba aja klo gak percaya :) .

Lalu maksud Tuhan yang seperti ini apa? Bermain2 dengan manusia?. Akh SIAL!, Tuhan bisa menciptakan fool proofed system yang begitu rumit untuk sistem pernafasan tapi kenapa Dia gak sekalian bikin fool proofed system untuk aturan hidup manusia?, malah bikin aturan yang berbeda2 dalam rentang waktu dan tempat yang berbeda2 dan bikin manusia yang dasarnya bingungan jadi tambah bingung. Trus karena bingung jadi salah pilih, dan karena salah pilih lalu dihukum. Ini maksudnya Apaaaa?!.

Thanks God you are so funny…

Tapi klo benar Tuhan seperti ini yaaah apa boleh buat…saya diam dan pasrah. Semoga anda mengerti.

Lanjut ke pertanyaan berikutnya…

4. Apakah saya percaya surga dan neraka?
Jawabanya: Ndak!! Lha wong Tuhan saja saya bingung ada apa nggak kok saya mau percaya surga dan neraka.

5. Bagamana saya berdoa?
Saya nggak pernah berdoa, paling tidak sejak saya malepaskan keagamaan saya. Saya pasrah pada alam, yang terjadi yo terjadilah. Untuk yang ini saya pernah berdiskusi dengan sahabat Faizal disini, berikut kutipannya:

#faizal 12th Jul 2007 di 8:01 am
Buat Mas Joyo…
Lha besok klo kamu mati, menghadap alam juga?
Trus tujuan kamu dihidupkan di dunia ini ngapain????
Menikmati air mineral-mu? ato terikat sama gravitasi bumi-mu???
Dah deh…kamu mati dulu baru tahu jawabannya…daripada debat kusir.

#joyo 12th Jul 2007 di 9:35 pm
@faisal

Lha kan saya bagian dari alam mas, jadi ya istilahnya bukan menghadap, tapi lebur jadi entitas yg lebih luas dan tak terbatas (mungkin). Yang jelas klo normal, ya badan saya semuanya akan busuk dan nyatu dengan tanah, untuk yg lain semisal jiwa, ruh, saya gak berani comment (spekulasi), lha wong kalo lagi kena migran ato sakit kepala dan demam saja rasanya udah gak bisa mikir, suruh mengingat aj susah, padahal baru sakit kpla lho blm semaput (pingsan) ato mati. hehehe.

Klo memang benar nanti ada yg tanya ini itu di kuburan, ya saya pasrah mas, disuruh kesini monggo…disuruh kesana monggo…
Nek nanti ada yg tanya:
kitab mu apa? tak jawab alam.
Tuhan mu apa/siapa? tak jawab alam.
Lha kok alam? tak jawab: lha Tuhan ada banyak, si A bilang Tuhannya yg benar thus agama dan kitabnya yg benar. si B bilng Tuhannya yg benar thus Tuhannya A salah, dst..dst…
Lha wajar to nek saya bilang alam adalah Tuhan sklgs kitab saya…lha sampe skr gak ada yg mbeda2kan Alam nya si A ato Alam nya si B. hehehe (cari aman).

Soal apa tujuan hidup, bagi saya hidup inilah tujuan, tiap detik yg saya sadari, tiap tarikan dan hembusan napas, tiap loncatan kesadaran (sinyal2 electromagnetic di otak saya nyala) itulah tujuan. Tujuan saya bukan dimasa depan mas, bukan saat saya mati ato setelah saya mati. Tujuan saya adalah saat ini, disini dan kini.


Cukup sekian, mohon maaf apabila menyingung, klo ada yang benar maka itu memang benar, klo ada yang salah maka itu memang salah.

Salam.

 

 

 

 

 

40 Tanggapan ke “Tentang Saya dan Tuhan 2”

  1. danalingga Berkata

    Lah, baru tahu kalo Tuhan punya selera humor? :lol:

  2. Suluh Berkata

    apakah saya percaya surga neraka? ah saya masih agnostik soal ini juga…. :smile:

  3. Kopral Geddoe Berkata

    *gelar tikar, bikin kemah, nunggu yang bakal nyulut pakai ayat-ayat suci*

  4. alex Berkata

    Lha kan saya bagian dari alam mas, jadi ya istilahnya bukan menghadap, tapi lebur jadi entitas yg lebih luas dan tak terbatas (mungkin).

    Eh, tiba-tiba aku jadi ingat batang mancang, kuini dan mangga di komplek kuburan di kampung. Dulu waktu kecil sering main-main ke situ, manjat dan makan buahnya.
    Rasanya maniisssss….

    Lalu terpikir: bukankah yang dihisapnya itu juga saripati dari jenazah-jenazah yang ada di kuburan, dengan akar-akarnya?

    Hidup manusia itu seperti rantai makanan… :roll:

  5. Kopral Geddoe Berkata

    @ atas
    Kanibal kamu™! :lol:

  6. alex Berkata

    *tendang Geddoe ke kuburan*

    Lha?! Itu benar kan?
    Pernah dengar cetusan kelakar begini, “Udahh… jangan didebat itu orang tua. Dianya udah makan nasi, elunya entah masih dimana. Jangan2 dulu lu cuma protein di batang pisang, trus dimakan sama bapak. Bener tho?”

    Nah? Beneran gak tuh? Ini kan siklus hidup semua? Siapa bisa jamin aer yang kita minum gak ada kandungan zat dari jenazah di bagian lain hilir sungai yang membusuk? :lol:

    Jadi…

    Kamu juga kanibal™!
    :lol:
    :lol:
    :lol:

  7. joyo Berkata

    @dana
    Manusia memang lucu :D

    @suluh
    :)

    @alex
    wah berarti yang dimakamkan disitu orang nya baik2 mas :lol:

    @kopral
    sepi dek, gimana klo kita bakar?! :mrgreen:

  8. tombo ati Berkata

    semoga mas Joyo nantinya tidak menyesal dengan pemikiran nya yang berbeda….Fir’aun pun dulu pun bertobat,tapi terlambat…karena ajal sudah di kerongkongan…saya yakin, di hati kita yang paling dalam, kita pasti yakin n percaya bahwasannya keberadaan Tuhan sebagai pencipta alam semesta ini adalah sesuatu yang tidak perlu di pertanyakan…..terlepas Tuhan memberikan kita akal/pikiran, tetapi itu bukan dipakai untuk mempertanyakan balik kepada Sang Kholik tentunya…..suatu saat kalo anda berubah, tolong di update juga…

  9. joyo Berkata

    @tombo ati
    terima kasih mas/mba, perbedaan itu alamiah. saya malah beryukur bisa seperti ini, percaya ato ndak saya malah bisa ngalami pengalaman religius setelah keluar dari kotak sempit agama. btw saya juga nge-fans sama keluarganya Fir’aun, peradabaan yang mereka bangun adalah salah satu yang terbaik yang pernah ada. malah saya sarankan ke anda untuk buka hati buka pikiran. pendapat anda tentang Fir’aun membuktikan sempitnya pikiran anda :) .

  10. tombo ati Berkata

    he.he..mas Joyo..sperti nya anda yang kebalik deh….kok sepertinya pikiran anda yang sempit..

    just curious saja…kalo besok anda mati (mudah mudahan lebih cepat tentunya lebih baik kan ?..he.he..karena toh juga anda tidak percaya adanya surga dan neraka)..tentunya jasad anda tidak perlu di kafani dsb donk sebagai layaknya jasad muslim….berani ga anda menuliskan wasiat kalo Joyo meninggal,kubur saja ala kadarnya….ga usah pakai aturan syariah segala macam

    ada yang menarik..pengalaman religius apa yang mas Joyo rasakan setelah keluar dari kotak sempit agama ?? bisa di share ?

  11. joyo Berkata

    @tombo ati

    Sempit?! ok saya tetapkan dulu ukuran sempit nggaknya, gimana klo ukurannya adalah penerimaan kita terhadap manusia lain. Saya bisa menerima orang lain apa adanya tanpa memandang asalusul, ras, dan agama. Gampangnya gini saya bisa nikah sama siapa saja wanita yang mau sama saya dan bisa nerima saya apa adanya, begitu sebaliknya apapu agama yang dianut (atau tidak dianut) wanita tsb. Sekarang beranikah anda menikah dengan seseorang yang berbeda agama dengan anda?

    Tujuan hidup saya adalah hidup, klo memang harus mati ya mati saja. Saya sudah nulis surat wasiat, secara saya harus pulang pergi batam – jogja minimal sekali setahun, yah anda tau kan transportasi di Indonesia termasuk yang beresiko tinggi. Apabila saya mati, saya ingin jenazah saya dkremasi tanpa upacara ini itu (nggak mau ngerepoti), trus abunya ditabur dimana saja, laut, sungai atau tanah. Saya juga ninggali uang untuk ongkas ngurusi jenazah termasuk juga ongkos kremasi.

    Pengalaman religius saya adalah perasaan nyatu dengan semesta. “Saya nggak ada yang ada alam”.

  12. phoephoet Berkata

    @joyo

    hub antar manusia aja dah komplex banget, apalagi ama Tuhan
    kadang saya bingung aturan-aturan yang ada dalam kotak yang namanya agama itu berguna sebagai penunjuk ke pintu surga setelah mati ato ga
    ato itu hanya akal2an nya manusia aja dengan meng-atas nama-kan Tuhan?
    ketika smua agama mengajarkan kebaikan dunia akhirat knapa hidup manusia menjadi tambah komplex & banyak gesekan?
    damn… saya pengen bgt ketemu Sang Pencipta Alam (yang saya sebut Tuhan), menanyakan ini-itu :D

  13. airerobot Berkata

    wuedian rame tenan nig kene,apik gil!

  14. joyo Berkata

    @poet
    iya saya juga pengan ketemu Tuhan (klo bener ada), ntar barengan ya… :)

    @airerobot
    nama yang aneh :D

  15. fight Berkata

    eh mas joyo, kalo memang dirimu tidak percaya akan adanya Tuhan pencipta mu dan juga alam semesta ini, berani menantang NYA untuk menurunkan AZAB buat dirimu…..

    saya cuman kasihan ama istri dan anak mu…..punya suami or bapak yang tidak percaya akan adanya Tuhan

  16. joyo Berkata

    Wah sejak bergaul dg saya, istri malah jadi tercerahkan dan mengerti mana yang benar dan mana yang nggak :D
    Anak saya, dia blm sadar, nanti klo sudah dewasa dan sadar dia bisa milih sendiri mana yang benar dan tidak. Tugas saya hanya membimbing, Gaia yang berhak memutuskan jln hidupnya.
    Btw saya prihatin sama anda, karena blm mengerti Tuhan. :)
    Salam

  17. danalingga Berkata

    Wah, tambah lucu aja nih mas joyo. :lol:

  18. fight Berkata

    ehm …mas Joyo kok ga jawab tantangan saya..berani nggak nihc…janganjangan dalam hati kecil mas joyo sich percaya juga sama Tuhan, cuman mo enak nya saja gak mau melakukan perintah perintahnya…..

    emang anak nya belum sadar ? kalo sadar itu yang seperti apa ya ? kok saya yang sekarang jadi prihatin, karena sepertinya mas joyo yang belum sadar…alias masih tidur di alam nya….

    jangan lupa ya…jawab pertanyaan saya ..berani ga ? ada nyali ? or takut nee yee….

    ha..ha..kasihan deh lu mas Joyo..

  19. Kopral Geddoe Berkata

    Walah, saudagar-saudagar agama kayak begini ini yang bikin agama nggak laku-laku. :lol:

  20. danalingga Berkata

    Eh, mana saudagarnya? *celingak celinguk*

  21. joyo Berkata

    @fight
    “thanks god you are so funny….” panggalan kalimat ini merupakan sindiran, yang bsa saja dianggap tantangan buat tuhan atas ketidakmampuannya mbuat fool proofed system untuk aturan hidup manusia. Tapi ingat anda harus paham sindiran/tantangan ini saya tujukan untuk tuhan yang mana.

    Oh ya saya punya skenario tersendiri jika memang Tuhan itu ada, sekedar sebagai penghibur liaran pikiran saya. :)

    Anak saya blm sadar, sadar disini mengerti terhadap apa yang dia lakukan (berkata, berbuat, berpikir, mengambil keputusan dsb). Gaia sekarang masih blm sadar, lha wong mengendalikan tanggannya saja blm bisa, Gaia masih 90% alam. :)

    @Dana
    syukur lah tambah lucu :D

    @Kopral
    Mudah2an segera pailit dan gulung tikar :D

  22. tomboati Berkata

    mas Joyo…kok spt nya anda tidak konsisten ya…..awalnya anda mengatakan tidak percaya kepada Tuhan…tapi terus nulis sindiran buat Tuhan, walopun anda tidak mengatakan Tuhan yang mana…..kok saya cermati, artinya sebenarnya anda sih percaya akan adanya Tuhan….lhoo iya kan ? walopun anda berkilah itu cuman penghibur liaran pikiran saja……jangan jangan anda sendiri yang bingung or anda percaya Tuhan, tapi bingung mo percaya Tuhan yang mana…….makanya silakan belajarlah mas….hidup ini tidak selamanya kok…jadi jangan terlalu sombong dengan mengatakan Tuhan itu tidak ada…..semuanya yang ada ini hanya kejadian alam…..imposible lah…!!!

    anyway, it’s your way of life….

  23. joyo Berkata

    @tomboati

    Yang mana saya mengatakan ‘Tidak percaya Tuhan”. Tolong ditunjukkan/dikutip, paragraf yang mana?.
    Jadi Tuhan ndak bisa disindir ya mas/mba, jadi yang tersindir siapa? tuhan ato anda?
    Anda juga belajar, bahwa tuhan memiliki nilai dan makna itu dari anda.

    Saya juga tidak mengatakan bahwa semua yang ada sekarang sekedar kejadian alam, saya mengatakan bahwa yang teramati oleh saya hanya alam, regardless dibalik semua itu ada Tuhan atau tidak.

    Silahkan baca alam mas/mba. interpretasikan. Saya yakin klo anda sendiri ndak punya konsep Ketuhanan jelas, hnaya sekedar parcaya dan ikut2 :D

    Salam

  24. fight Berkata

    he,.he..mas joyo ini memang lucu dan pintar melawak ya…hua..hua..alias juga pintar bersilat lidah (silat or karate or yudo)….lha wong mas joyo bilang tuhan nya mas adalah Alam, ya artinya mas Joyo kan tidak percaya Tuhan…dari statement yang di atas, mas juga SUDAH PASTI MENYEBUTKAN regardless dibalik semua itu ada Tuhan or tidak…artinya ya memang tidakpercaya kan….(jangan dibalik bolak lagiya…)..

    he.he..kok anda yakin tombo ati itu tidak punya konsep ketuhanan sih ? lha skrg anda seperti paranormal yang suka nebak nebak sepertinya….

    ada yang menarik mas Joyo…kalo anda memang suka membaca alam dengan seksama, tentunya akan akan ketemu kalo dibalik semuanya itu tidak mungkin bisa teratur dengan sendirinya…masa bulan mau komunikasi dg matahari…eh ntar dirimu jangan nabrak ya…tetap saja di orbitnya….kan aneh….

    anyway, busway, capjay….anda memang aneh kok….maaf kalo saya tangkap, anda sombong sekali…..he,he..jangan marah lho…

  25. joyo Berkata

    @fight
    silahkan buka kamus bahasa Inggris, cari apa artinya ‘regardless’, Oh ya tolong cari kamus bahasa Indonesia – Inggris yang bagus, jadi ada contoh penggunaan katanya sekalian. Klo sudah silahkan kembali kesini (klo masih berani dan tidak malu) untuk kasih komen. klo masih gak yakin cari teman orang inggris, klo perlu sekalian orang inggris yang ngajar bahasa inggris, trus tanya ke dia “Sir/Ma’am is regardless equal to disbelieve?”.

    Iya saya punya sixth sense, dari tulisannya saya tau seberapa pemahamannya ttg dirinya sendiri dan tuhannya. :D

    Silahkan (klo mau) baca “Tentang Saya dan Tuhan 1″. Alam = self organizing system, saya yakin anda gak akan paham, jadi jangan buang2 waktu untuk baca apa itu self organizing system :D ,

    Saya nggak sombong, saya sadar :D

    Salam

  26. fight Berkata

    he.he..saya memang ga pinter bahasa inggris kok…jangan letter lux gitu lho (bukan sabun lho..), tapi kalimat tersebut kalo diartikan “terlepas dibalik itu semua ada Tuhan or tidak”..ya orang yang ga pinter kaya saya in iyang menterjemahkan nya anda gakpercaya ssama Tuhan…jadi ga apa apa donk..

    tapi kalo sekrang mas Joyo meralat dan mengatakan percaya sama Tuhan ya syukur saja…artinya sudah lurus gitu lho…syukur syukur kembali ke agama semula yang dianut atau at least mau belajar lah…kalo sudah punya paradigma sendiri ya susah….semua orang tentunya tahu dan mahmum, kalo yang namanya otak manusia itu punya keterbatasan….kadang yang ngaku pinter pun, sebenarnya cuman pinter ngomong saja ….padahal sebenarnya sih menutupi kegoblokan nya sendiri..he.he..

    dari tulisan mas Joyo mengenai Tuhan, sebenarnya apa sih summary nya ? apa memang mas Joyo ga percaya sama Tuhan or apa sih ? jangan bikin orang bingung lah…ssaya memang ga pinter…lah wong sekarang masih juga belajar…tak tunggu summary nya lho….

    salam juga dari yang lagi belajar..

    nasehat saja…kalo mo beriman, sekalian saja yang benar,..tapi kalo mo kafir ya…..tahu sendirilah….

  27. swliang Berkata

    Mas-mas.. mbak-mbak disini..
    Sy rasa gak perlu deh maksain harus percaya Tuhan itu ada.
    Tiap orang punya pikiran sendiri-sendiri, yang penting kita mengerti hakekat Ketuhanan itu sendiri, ibarat kita pake baju, ada yang suka pake kemeja, ada yang suka pake kaos, ada yang suka pake kaos ber-kerah, ada yang suka batik..
    Namun kembali pada esensi-nya pake baju adalah untuk melindungi tubuh dari panas, dan estetika.
    Nah sekarang silahkan masing2 memegang konsep ketuhanannya.. semua kembali pada kecocokan masing2. wes beres kan…

  28. joyo Berkata

    @fight
    wah senjata pamungkasnya dah keluar ni: KAFIR!! hehehe, segitu aja mas/mba argumentasinya, kok ajian pamungkasnya dah dkeluarin :)

    @swliang (update)
    “Bagimu tuhanmu bagiku tuhanku, dan baginya tuhan tidak ada” gitu ya mas.
    :)

  29. swliang Berkata

    Enggih Gil …

    Kalo sudah keluar jurus pamungkasnya dah susah untuk diskusi …
    Karna kita mengukur orang lain “kafir” dari ukuran Tuhan dalam pikiran kita sendiri.
    Nah sebaliknya apakah kita patut membalas lagi orang lain dengan cap lain … “gembala tersesat” .. Dunia ini gak akan pernah aman jamin deh …
    Kalau kita melongok ke jaman Sriwijaya dulu, ato Majapahit, bagaimana nilai budi luhur itu dipegang kuat, sehingga kehidupan loh-jinawi berlangsung cukup lama .. apakah kita gak mau mendambakan seperti dulu lagi? hidup damai tanpa perlu pake jurus pamungkas.

  30. joyo Berkata

    @swliang

    iya sebenarnya saya suka diskusi, salah satu alasan saya buat blog kan biar bisa tukar pikiran sama orang lain.
    melongok sejarah masa lalu boleh juga pak, tapi banyak lho yang kebablasan mau membawa kejayaan masa lalu ke masa sekarang, bukan sekedar nilai2 luhur nya tapi sampe ke gaya baju dan gaya rambut (halah) :) .

  31. zal Berkata

    ::jika terbuka, biarlah tetap terbuka, jika tertutup udara engga masuk, maka udara menjadi gerah…,
    lanjut mas joyo,
    he geddoe, dana, ngungsi kesini tah…, kayaknya ngawal mas joyo nih… :mrgreen:

  32. joyo Berkata

    @zal
    terima kasih :)

  33. fertobhades Berkata

    *terpana akan ceritanya*

    bingung mau komen apaan ? bingung juga lihat komen-komen yang “mengkafiri” orang lain…

    *dan masih tetap bingung* :)

  34. joyo Berkata

    @fertob
    lha kok malah bingung mas? saya juga jadi ikut bingung.

  35. Tito Berkata

    Hmmm… kok saya ngerasa gak asing dengan pandangan semacam ini ya? :)
    Kalo saya sendiri sih gak percaya konsep ketuhanan yang personal, yg berupa individu Maha Bisa ini-itu… saya percaya bahwa Tuhan ada dalam segalanya dan segalanya ada dalam Tuhan.. Saya, anda, komputer ini, dan seluruh jagat fenomena adalah dia yg SATU

    entah konsep ketuhanan ini bisa disebut pantheisme, mistisisme, wahdatul wujud, atau apapunlah… gak usah terlalu diperdulikan soal konsepsi…. karena begitu kita mulai mengkonsepkan Tuhan, kita cenderung memberhalakan konsep tersebut. :)

  36. joyo Berkata

    saya percaya bahwa Tuhan ada dalam segalanya dan segalanya ada dalam Tuhan

    setuju, tapi disini istilah Tuhan saya ganti dengan Alam :)

    begitu kita mulai mengkonsepkan Tuhan, kita cenderung memberhalakan konsep tersebut.

    setuju lagi, apalagi klo udah pake ritual, wah tambah banyak berhalanya :)

  37. baliazura Berkata

    apakah dari postingan ini titik balik critanya…?

    *hmm….mhmmm….masih baca dengan serius *

  38. Arek mBatam Berkata

    “Tuhan bisa menciptakan fool proofed system yang begitu rumit untuk sistem pernafasan tapi kenapa Dia gak sekalian bikin fool proofed system untuk aturan hidup manusia?”

    Wah, kalau dibikin fool prooved system untuk hidup manusia seperti itu lantas apa bedanya manusia dengan robot..? Justru nilai lebih dari manusia itu adalah kehendak bebas-nya. Dan kehendak bebas ini merupakan salah satu faktor agar manusia (baca : roh-nya) bisa belajar dan berkembang, agar dia dengan kesadarannya sendiri bisa memilih untuk mendekatkan diri dengan Sang Asal-nya.

    Kesan ketaksempurnaan Tuhan merupakan salah satu bukti dari ketaksempurnaan dan keterbatasan manusia dalam memahami Tuhan yg tdk terjangkau dengan akal pikirannya. Tentu saja, kan akal pikiran kita berasal dari otak yg jika mati akan kembali ke tanah. Bagaimana sebuah benda yg bisa hancur membusuk berusaha untuk memahami konsep ke-Tuhan-an dengan sempurna? Makanya dalam memahami Tuhan diperlukan pula keterlibatan hati, karena hati lah yg mampu menjembatani keterbatasan akal & fisik manusia dalam memahami Tuhan. Nah, kalau misalnya sekarang masih sebatas menyadari alam ini, bisa anda coba untuk memulai menikmatinya : setiap detik saat menikmati mentari pagi Jogja, setiap detik saat menikmati minuman yg disediakan istri, dan setiap detik saat mengamati si kecil yg sedang bermain .. cobalah menikmati dengan sepenuh hati dan anda akan menyadari saat itu ada perasaan syukur dalam hati, dan sesuatu dalam hati yg ingin terhubung ke atas dengan Sesuatu yg lebih besar yg menguasai hidup anda.

    Tidak ada yg melarang seseorang untuk melepas konsep keagamaannya, dan berusaha memahami Tuhan lewat alam, namun mungkin perlu dipikirkan juga bahwa dalam satu hal agama sudah memberikan rangkuman konsep2 mengenai Tuhan, sehingga kita tdk perlu mulai dari nol. Sebagai contoh tokoh favorit anda Siddharta Gautama, sudah termasuk salah satu manusia yg luar biasa, yg dalam tahap kehidupannya dengan mengandalkan usahanya sendiri dapat memutus roda karma dan mencapai kesempurnaan (Nibbana). Namun Siddharta pun tdk mulai dari nol, melainkan mempunyai guru2 juga. (Dan seberapa banyak manusia yg bisa seperti dia?). Dan itupun masih ’sebatas’ Nibbana, karena tempat tersebut masih jauh dari tujuan akhir perjalanan roh manusia, yaitu kembali kepada Sang Penciptanya.

    Semoga meninggalkan konsep keagamaan yg anda maksud di atas bukan berarti anda berhenti dalam usaha mencari dan memahami Tuhan, dan tdk hanya berhenti sebatas dengan menyadari alam saja.

    Hopefully sharing ini bisa menambah wawasan dan referensi buat anda. Sorry kalau ada yg kurang berkenan. Sayang tdk pernah ikut dalam perbincangan di kantin itu ; blog ini pun didapat dengan tdk disengaja.

    Salam dari Batam.

  39. kafir sejati Berkata

    tuhan, allah, gusti,tao dan banyak nama yang lainnya, itu TIDAK ADA DAN OMONG KOSONG BELAKA.
    bagi saya yang ada adalah sebuah sumber energi besar yang ada dan berpengaruh dan dipengaruhi oleh energi itu sendiri.
    Agama ? itu cuma dongeng saja. agama hadir berawal dari suatu ajaran yang disepakati bersama oleh banyak orang dalam kurun waktu tertentu. sehingga selalu ada agama baru yang diyakini oleh manusia. dan manusia makin bodoh dan bangga dengan kotak kotak agamanya. dan selalu ada yang salah dan yang benar. bagi saya ini sudah basi sekali. spirit manusia harus berkembang dan berevolusi untuk mencapai tahap tahap berikutnya. dengan pemahaman dan keyakinan buta terhadap suatu agama menurut saya akan sulit mencapai tahap tahap yang lain.


  40. @Arek mBatam
    ….. monggo

    @kafir sejati
    saya sudah berhasil membunuhnya…Tuhan itu…


Tinggalkan Balasan