Citra Batam – Selasa, 31 July 2007, 19.00 WIB,
Malam itu seperti malam2 sebelumnya, biasa sepulang karja, mandi dan makan malam saya dan istri nonton film. Film nya bisa macem2 tapi sudah sebulan ini kami ngikuti film seri smallvile. hehehe smallvile memang lebih cocok ditonton teenage. Dan dulu komentar saya pas kami pertama nonton, “ah iki sih nggo cah nom” (ah film ini sih untuk anak muda). Yah walopun kami juga masih terhitung muda, saya 26 dan istri 24, hehehe masih muda kan klo dibandingin 40 ato 60 tahun
. Nah setelah beberapa kali nonton smallvile, selain pemainnya yang ’seger2′, ceritanya juga menarik dan gak jarang sarat pesan moral (kasih sayang, kekeluargaan, persahabatan dan sportifivatas), juga tidak seperti filem2 superhero yang sudah2, di film ini kekuatan Clark Kent, sebagai manusia super yg berasal dari planet Krypton tidak banyak dieksploitasi, Clark Kent lebih banyak ditampilkan sebaga manusia dengan segenap problematika kemanusiannya (jatuh cinta, persahabatan, dilema, marah dll) wah pokoknya komplit.
Smallvile berdurasi 50 menit-an, jadi kira2 jam 8 sudah selesai acara nontonya. selanjutnya saya dan istri biasanya ngobrol dan topiknya bisa macem2 dari soal kerjaan (kebetulan kami kerja diperusahaan yang sama), temen kerja, tetangga, berita nasional hari ini, gosip artis dan lainnya. tapi paling bikin bad mood klo topiknya “berita nasional hari ini”, bisa2 obrolan diakhiri dengan caci maki dan nyebut aneka nama binatang, paling sering sih anj**t dan mon**t. Yah ngomongin negara dan pemerintah Indonesia tercinta gak ada benernya. Misalnya aja, kami kan tinggal di Batam yang penduduknya (gak lebih dari 1 juta jiwa) mayoritas adalah pekerja pebrik/industri, thus pajak yang dihasilkan melimpah, blm lagi pajak dari perusahaan2 asing dan lokal yang ada di Batam. Mustinya pemerintah Batam tu kaya. Eeeee kenyataanya jalan2 utamanya banyak yang berlubang dan gak ber-trotoar, banyak sampah masih berserak disana sini. Beberapa waktu lalu (sekitar 1 mgg sebelum tulisan ini saya post), jln2 utama batam diperbaiki dan diaspal ulang. Sempat saya komentarin juga, “wah lumayan kayaknya pemerintah mulai sadar dan berbenah”, Eeeee belakangan saya tau ternyata Wapres JK mo berkunjung ke Batam. SIAL!!! ANJ**T!!! tu kan…maap.
Singkat kata malam itu, jam 9 kami berdua sudah teler. Paginya saya dibangunin istri, samar2 saya dengar dia bilang,”Yang bangun tapi jangan kaget ya”, sambil melek merem kriyip2 saya nyoba mencerna omongan istri, dalam hati, celaka telat bangun ni. kemudian istri bilang, “Udah bocor Yang tapi ini jam 3 pagi”. Krik…krik…krik…setelah beberapa saat saya baru konek, oh air ketuban istri yang usia kehamilannya udah 9 bulan pecah, ini masih jam 3 pagi berarti saya harus bangunin Pak Iwan (tetangga sebelah rumah), pinjam mobilnya dan antar istir saya ke rumah sakit. 10 menit kemudian saya dan istri sudah berada dalam mobil dan melaju ke Rumah Sakit Awal Bross Batam.
RS Awal Bros Batam – Kamis 1 Agustus 2007, 03.30 WIB.
Tiba di rumah sakit kami langsung ke UGD, dari sana kami diantar ke unit bersalin, setelah diperiksa oleh suster dan bidan jaga, diputuskan bahwa istri harus stay di RS karena air ketubannya sudah merembes ke luar, istri kemudian di pindah ke kamar perawatan, saat itu kami mengambil kamar kelas 2, pertimbanngannya karena istri akan melahirkan secara normal sehingga gak perlu berlama2 di RS (tanggal 2 Aug sudah bisa pulang).
RS. Awal Bros – Rabu, 1 Augustus 2007, 08.00
Pagi menjelang, dan matahari telah menyinsing. Dokter Gina, dokter kandungan istri saya datang dan memeriksa, kerena pertimbangan air ketuban yang sudah merembes beliau memberi instruksi ke suster jaga untu meng-induksi (memasukkan obat berbentuk pil ke dalam liang lahir istri saya) agar proses kelahiran bisa dipercepat. Beberapa menit kemudian istri mules2 teratur dan puncaknya jam 15.00 istri mulai kesakitan. Karena ini pengalaman pertama, saya bingung, lalu memangil suster jaga lagi. Suster datang kemudian mermeriksa bukaan liang lahir, ternyata baru bukaan 4 (dari 10). Suster bilang, sabar Pak, Bu, memang sakit, ditunggu saja.
Hingga jam 20.00, istri masih mules2 dan kesakitan teratur. Saya pikir mungkin bukaan nya sudah nambah, dan untuk memastikan saya panggil Suster jaga. Setelah diperiksa ternyata bukaan masih 4, dan dari pantauan detak jantung anak saya ternyata tidur, bukannya cari jalan keluar, hehehe cah gemblung kata Pak De-nya yang di Jakarta. Akhirnya suster memutuskan untuk melakukan induksi lagi. Jam 09.30 Dokter Gina datang dan mengatakan klo hingg jam 4 pagi keesokan harinya tidak ada perkembangan, maka induksi kan dilakukan melalui infus, yang lebih responsif dan agresif.
Malamnya kami berdua gak bisa tidur hingga akhirnya jam 04.00 mejelang, 2 suster jaga masuk dan langsung memeriksa istri, ternyata bukaan belum nambah, akhirnya sesuai petunjuk dr. Gina, istri diinduksi melalui selang infus. Oh ya pada saat ini air ketuban sudah berhanti merembes, mungkin sudah habis, saya gak tau. Benar saja, induksi kali ini lebih responsif dan agresif, istri langsung ngerang kesakitan, dan sepertinya yang ini lebih sakit. Memang sebelum pergi suster bilang kalo nanti bakal sakit dan itu biasa, jadi sabar dan ditahan saja. Akhirnya dengan melas dan bingung saya cuma liatin istri sambil pegang tangannya dan elus2 keningnya, berharap bisa ngurangi sakit. 2 jam berlalu, melihat kondisi istri yang sudah payah (lebih dari 24 jam kontraksi dan kesakitan) saya memutuskan untuk pindah ke kamar VIP in case klo nanti harus operasi.
Pindah ke kamar VIP istri mulai tambah kesakitan, katanya, “aku mau mati aj, aku dah gak kuat, operasi….bius….” sambil memegang erat tangan saya. Karena gak tega saya panggil suster lagi.
Suster masuk dan melihat kondisi istri, sambil ngelus2 kaki istri dia bilang,”sabar bu, memang sakit tapi itulah caranya, itu tandanya obat induksi sedang kerja”.
Pikir saya udah 30 jam istri kesakitan dan kami tidak tidur, klo dipaksa lahir normal juga, istri gak punya tenaga buat ngejan dan dorong anak kami.
Akhirnya saya bilang, “Sus saya minta operasi, sekarang”
“Pak gak semudah itu”, jawab suster.
“Enggak, saya minta operasi sekarang juga!” sanggah saya.
“Iya pak saya tanya dokter Gina dulu”
Selang beberapa menit, 2 suster datang, yang satu bawa formulir untuk pernyataan operasi dan yang satu nyiapain istri untuk dibawa ke ruang operasi. Tiba2 telp berdering, saya angkat,” hallo”, suara diseberang njawab,”Pak Dokter Gina mau bicara”. Samar2 dibelakang, istri mengerang kesakitan.
dr.Gina,”Gimana Pak, istri dah gak kuat?”
Saya,”Iya Dok, saya gak tega, saya minta dioperasi”
dr.Gina,”Klo gitu tolang disiapkan dananya Pak”
Saya,”Siap Dok”
Klik telp mati.
Setengah jam kemudian kami sudah berada diruang operasi, hijau, bau obat, dan banyak alat disanasini. Istri sudah dibius tapi cuma bius lokal, dia masih sadar dan bisa lihat saya, saya melambai dan acungkan jempol, isyarat bahwa semua bakal OK. Sebelum mulai operasi dokter Gina ngajak semua yang ada diruang operasi tuk berdoa, supaya semua lancar, dan saya tertunduk menyerahkan semuanya ke Alam, karena Alam pasti beri apa yang jadi hak kami.
![]()
Lima menit kemudian darah mulai mengalir dari perut istri ke sebuah wadah tepat di sebelah kaki kiri saya. Sial darahnya banyak, beberapa menit kemudian Dokter Gina mulai menarik2 sesuatu, putih pucat seperti kaki. Benar itu kaki anak saya yang sedang ditarik2 dengan sekuat tenaga dari dalam perut istri, saking niatnya narik dr. Gina sampe mancik (menjejakkan kaki) di sebuah bangku agar beliau dapat power dan momentum yang cukup buat narik. Sssshhhhhh…. Saya Cuma bisa nahan napas. Akhirnya setelah berjuang keras, anak saya berhasil ditarik keluar dan cengeerrrrr..suara bayi nangis terdengar keras. Anak dan istri selamat…
Terima kasih dr. Gina dan team di RS Awal Bros, terima kasih Alam. Selamat datang Gaia Xavia.





Agustus 13, 2007 pada 3:56 am
wuihh… gile benerr … ampe musti nunggu puluhan jam yg pada akhirnya operasi juga… tapi istrimu beruntung gil.. ada kamu saat melahirkan… kalo dulu istriku musti berjuang sendirian.. saat itu aku masih sekolah di aussie.
(
anyway selamat yah atas kelahiran Gaia!!
)
Agustus 13, 2007 pada 2:31 pm
hehehe iya, tau gitu dari awal minta operasi ya to?! tapi gak papa yang penting dua2nya sehat dan selamat, badai itu telah berlalu, dan kami pasti lebih kuat untuk badai2 selanjutnya
wah koe sampe aussie juga, kuliah di sana?
Agustus 13, 2007 pada 4:46 pm
selamat….selamat….selamat…..
Agustus 14, 2007 pada 2:18 am
selamet gil… duwe anak kowe sak iki….
jenenge kok koyo film final fantasi toh… gaia the mother of earth… living spirit of the earth…
Agustus 17, 2007 pada 4:03 pm
@danalingga
terima kasih..terima kasih..terima kasih..
@Suluh
kapan nyusul? ora ngo blog wae…hehehe, iya aku pertama kali baca soal gaia (mother earth ato dalam istilahnya James lovelock living spirit of the earth) dari bukunya Fritjof Capra
Agustus 17, 2007 pada 10:40 pm
kuwi salah satu dewa yunani po romawi, po ngendi aku lali pokoke,, gil… mung aku nyantole nang utek pas nonton final fantasy: the spirit within {gaia}
Agustus 18, 2007 pada 7:08 am
@Suluh
Gaia kuwi dewi Yunani, pembahasan singkatnya ada disini, tapi inspirasi nama anakku lebih ke Term nya James untuk living spirit of earth.
Agustus 29, 2007 pada 8:38 am
selamat mas atas kelahiran anak pertamanya
wew kapan aku kawin ya :p
btw dulu waktu nikah gimana mas?
soalnya setauku di indonesia kalo mau nikah harus lewat KUA (meaning : harus berdasar agama tertentu), sedangkan kalo melihat latar belakang mas….
Agustus 31, 2007 pada 4:00 pm
@lambrtz
, jadinya ya ikut aturan negara.
trima kasih,
itu dia karena saya warga yang baik, sopan dan jujur
tapi yang terpenting menurut saya adalah komitmen saya ke istri untuk mbina RT yang sebaik2nya.
udah dapat gawe blm? ato nerusin skolah?
September 3, 2007 pada 6:27 am
iyak betul! saya setuju!
saya masih nganggur sekarang, pinginnya sih bisa ke LN, kuliah lagi (+ perbaikan keturunan :p)
September 10, 2007 pada 2:19 pm
@lambartz
Iya setau saya yang namanya lembaga perkawinan itu sudah ada bahkan sebelum agama2 besar dirumuskan. jadi ya komitmen saya anggap jauh lebih penting dari ritual2/upacara pernikahan itu sendiri, karena komitmen tadi yang akan menjaga saya dalam keseharian bersama istri dan anak.
Ok selamat berburu sekolah di LN atau bekerja, semuanya sama2 bagus
September 16, 2007 pada 4:12 pm
gil, congrats ya….
you’re so lucky…you have a very beautiful daughter…
seneng gil…bisa main kerumahmu dan ngobrol2…trus liat si gaia lagi tidur…
rambutne funky gil…lahir langsung gondrong…heheheh…hope she will inspire many people someday..
yo weis pak…you’re a married man,tentunya udah banyak pencerahan2 dan tingkat kesadarannya lebih tinggi..hehe…brarti kapan2 gw bisa tanya2 about building a family…sip!!!
September 17, 2007 pada 3:55 pm
@rully irawan


thanks bro, senang juga bisa bukain pintu untuk mu
iya saya beruntung dikelilingi teman2 seperti mu
sukses juga buat mu dan nisa
Salam
September 20, 2007 pada 6:32 pm
Oi, udah jadi bapak ya?
Cihuy, bawa sini ke bali Gil…
Selamat yaw!
September 23, 2007 pada 11:32 am
Thanks Vi koe kapan nyusul, ato malah udah??
ke Bali? ntar klo dah gede biar bisa nikmatin ajibnya Bali
Januari 11, 2008 pada 6:31 pm
Selamat yak, bro..
Sory gw telat..
hidup memang selalu indah pada waktunya..
Januari 12, 2008 pada 4:25 pm
@qzink
thanks, segera nyusul, punya anak itu juga pengalaman spiritual lho
Juli 4, 2008 pada 4:26 am
sedihhh, ndak punya pengalaman spiritual setelah sekian thn menikah, pdhl sah, disaksikan langit & bumi, alam opo sing tak alami yo