Arsip untuk Agustus, 2007

Sahabat yang Terluka

Agustus 31, 2007

23 Agustus 2007,

Suatu ketika seorang sahabat datang pada saya, saat itu ia sedang berbahagia karena diliputi cinta yang sudah sekian lama nggak pernah dirasakannya (falininluv kata sahabat tadi), ya jatuh cinta yang sebenar2nya melebihi cinta2nya yang lalu. Dengan semangat dan gembira ia menceritakan bahwa malam sebelumnya ia bertemu sang pujaan hati, mereka berbicara dari hati ke hati, hingga waktu tak terasa, malam pun jatuh kepangkuan pagi. Esoknya dengan mata yang masih berat sahabat bangun diselimuti rasa kasih dan sayang yang sangat dalam, wajah dan nama sang kekasih telah terpatri dalam hati dan memori. Sahabat pun bertekad tahun depan setelah lebaran haji dan sunatan masal di Desa SukaMaju selesai ia akan meminang dan melafalkan ikrar sehidup semati bersama sang pujaan hati. Saya pun mengamini.

Baca entri selengkapnya »

Tentang Saya dan Tuhan 1

Agustus 17, 2007

Dua hari lalu disela2 pekerjaan yang nggak begitu banyak, sempat saya ngobrol dengan beberapa rekan kerja. Awalnya mereka bertanya tentang agama atau keyakinan saya. Oh ya sejak awal masuk kerja saya mengumumkan ke mereka kalo saya tidak memeluk agama formal, walopun di KTP (Kartu Tanda Penduduk) tertera salah satu agama pupuler. Jujur saya malas berpura2 dan ingin jadi diri sendiri.

Baca entri selengkapnya »

Gaia Xavia Anakku

Agustus 12, 2007

Citra Batam – Selasa, 31 July 2007, 19.00 WIB,
Malam itu seperti malam2 sebelumnya, biasa sepulang karja, mandi dan makan malam saya dan istri nonton film. Film nya bisa macem2 tapi sudah sebulan ini kami ngikuti film seri smallvile. hehehe smallvile memang lebih cocok ditonton teenage. Dan dulu komentar saya pas kami pertama nonton, “ah iki sih nggo cah nom” (ah film ini sih untuk anak muda). Yah walopun kami juga masih terhitung muda, saya 26 dan istri 24, hehehe masih muda kan klo dibandingin 40 ato 60 tahun :) . Nah setelah beberapa kali nonton smallvile, selain pemainnya yang ’seger2′, ceritanya juga menarik dan gak jarang sarat pesan moral (kasih sayang, kekeluargaan, persahabatan dan sportifivatas), juga tidak seperti filem2 superhero yang sudah2, di film ini kekuatan Clark Kent, sebagai manusia super yg berasal dari planet Krypton tidak banyak dieksploitasi, Clark Kent lebih banyak ditampilkan sebaga manusia dengan segenap problematika kemanusiannya (jatuh cinta, persahabatan, dilema, marah dll) wah pokoknya komplit.

Smallvile berdurasi 50 menit-an, jadi kira2 jam 8 sudah selesai acara nontonya. selanjutnya saya dan istri biasanya ngobrol dan topiknya bisa macem2 dari soal kerjaan (kebetulan kami kerja diperusahaan yang sama), temen kerja, tetangga, berita nasional hari ini, gosip artis dan lainnya. tapi paling bikin bad mood klo topiknya “berita nasional hari ini”, bisa2 obrolan diakhiri dengan caci maki dan nyebut aneka nama binatang, paling sering sih anj**t dan mon**t. Yah ngomongin negara dan pemerintah Indonesia tercinta gak ada benernya. Misalnya aja, kami kan tinggal di Batam yang penduduknya (gak lebih dari 1 juta jiwa) mayoritas adalah pekerja pebrik/industri, thus pajak yang dihasilkan melimpah, blm lagi pajak dari perusahaan2 asing dan lokal yang ada di Batam. Mustinya pemerintah Batam tu kaya. Eeeee kenyataanya jalan2 utamanya banyak yang berlubang dan gak ber-trotoar, banyak sampah masih berserak disana sini. Beberapa waktu lalu (sekitar 1 mgg sebelum tulisan ini saya post), jln2 utama batam diperbaiki dan diaspal ulang. Sempat saya komentarin juga, “wah lumayan kayaknya pemerintah mulai sadar dan berbenah”, Eeeee belakangan saya tau ternyata Wapres JK mo berkunjung ke Batam. SIAL!!! ANJ**T!!! tu kan…maap.

Singkat kata malam itu, jam 9 kami berdua sudah teler. Paginya saya dibangunin istri, samar2 saya dengar dia bilang,”Yang bangun tapi jangan kaget ya”, sambil melek merem kriyip2 saya nyoba mencerna omongan istri, dalam hati, celaka telat bangun ni. kemudian istri bilang, “Udah bocor Yang tapi ini jam 3 pagi”. Krik…krik…krik…setelah beberapa saat saya baru konek, oh air ketuban istri yang usia kehamilannya udah 9 bulan pecah, ini masih jam 3 pagi berarti saya harus bangunin Pak Iwan (tetangga sebelah rumah), pinjam mobilnya dan antar istir saya ke rumah sakit. 10 menit kemudian saya dan istri sudah berada dalam mobil dan melaju ke Rumah Sakit Awal Bross Batam.

RS Awal Bros Batam – Kamis 1 Agustus 2007, 03.30 WIB.
Tiba di rumah sakit kami langsung ke UGD, dari sana kami diantar ke unit bersalin, setelah diperiksa oleh suster dan bidan jaga, diputuskan bahwa istri harus stay di RS karena air ketubannya sudah merembes ke luar, istri kemudian di pindah ke kamar perawatan, saat itu kami mengambil kamar kelas 2, pertimbanngannya karena istri akan melahirkan secara normal sehingga gak perlu berlama2 di RS (tanggal 2 Aug sudah bisa pulang).

RS. Awal Bros – Rabu, 1 Augustus 2007, 08.00
Pagi menjelang, dan matahari telah menyinsing. Dokter Gina, dokter kandungan istri saya datang dan memeriksa, kerena pertimbangan air ketuban yang sudah merembes beliau memberi instruksi ke suster jaga untu meng-induksi (memasukkan obat berbentuk pil ke dalam liang lahir istri saya) agar proses kelahiran bisa dipercepat. Beberapa menit kemudian istri mules2 teratur dan puncaknya jam 15.00 istri mulai kesakitan. Karena ini pengalaman pertama, saya bingung, lalu memangil suster jaga lagi. Suster datang kemudian mermeriksa bukaan liang lahir, ternyata baru bukaan 4 (dari 10). Suster bilang, sabar Pak, Bu, memang sakit, ditunggu saja.

Hingga jam 20.00, istri masih mules2 dan kesakitan teratur. Saya pikir mungkin bukaan nya sudah nambah, dan untuk memastikan saya panggil Suster jaga. Setelah diperiksa ternyata bukaan masih 4, dan dari pantauan detak jantung anak saya ternyata tidur, bukannya cari jalan keluar, hehehe cah gemblung kata Pak De-nya yang di Jakarta. Akhirnya suster memutuskan untuk melakukan induksi lagi. Jam 09.30 Dokter Gina datang dan mengatakan klo hingg jam 4 pagi keesokan harinya tidak ada perkembangan, maka induksi kan dilakukan melalui infus, yang lebih responsif dan agresif.

Malamnya kami berdua gak bisa tidur hingga akhirnya jam 04.00 mejelang, 2 suster jaga masuk dan langsung memeriksa istri, ternyata bukaan belum nambah, akhirnya sesuai petunjuk dr. Gina, istri diinduksi melalui selang infus. Oh ya pada saat ini air ketuban sudah berhanti merembes, mungkin sudah habis, saya gak tau. Benar saja, induksi kali ini lebih responsif dan agresif, istri langsung ngerang kesakitan, dan sepertinya yang ini lebih sakit. Memang sebelum pergi suster bilang kalo nanti bakal sakit dan itu biasa, jadi sabar dan ditahan saja. Akhirnya dengan melas dan bingung saya cuma liatin istri sambil pegang tangannya dan elus2 keningnya, berharap bisa ngurangi sakit. 2 jam berlalu, melihat kondisi istri yang sudah payah (lebih dari 24 jam kontraksi dan kesakitan) saya memutuskan untuk pindah ke kamar VIP in case klo nanti harus operasi.
Pindah ke kamar VIP istri mulai tambah kesakitan, katanya, “aku mau mati aj, aku dah gak kuat, operasi….bius….” sambil memegang erat tangan saya. Karena gak tega saya panggil suster lagi.

Suster masuk dan melihat kondisi istri, sambil ngelus2 kaki istri dia bilang,”sabar bu, memang sakit tapi itulah caranya, itu tandanya obat induksi sedang kerja”.
Pikir saya udah 30 jam istri kesakitan dan kami tidak tidur, klo dipaksa lahir normal juga, istri gak punya tenaga buat ngejan dan dorong anak kami.
Akhirnya saya bilang, “Sus saya minta operasi, sekarang”
“Pak gak semudah itu”, jawab suster.
“Enggak, saya minta operasi sekarang juga!” sanggah saya.
“Iya pak saya tanya dokter Gina dulu”

Selang beberapa menit, 2 suster datang, yang satu bawa formulir untuk pernyataan operasi dan yang satu nyiapain istri untuk dibawa ke ruang operasi. Tiba2 telp berdering, saya angkat,” hallo”, suara diseberang njawab,”Pak Dokter Gina mau bicara”. Samar2 dibelakang, istri mengerang kesakitan.
dr.Gina,”Gimana Pak, istri dah gak kuat?”
Saya,”Iya Dok, saya gak tega, saya minta dioperasi”
dr.Gina,”Klo gitu tolang disiapkan dananya Pak”
Saya,”Siap Dok”
Klik telp mati.

Setengah jam kemudian kami sudah berada diruang operasi, hijau, bau obat, dan banyak alat disanasini. Istri sudah dibius tapi cuma bius lokal, dia masih sadar dan bisa lihat saya, saya melambai dan acungkan jempol, isyarat bahwa semua bakal OK. Sebelum mulai operasi dokter Gina ngajak semua yang ada diruang operasi tuk berdoa, supaya semua lancar, dan saya tertunduk menyerahkan semuanya ke Alam, karena Alam pasti beri apa yang jadi hak kami.
mama-gia-operasi.jpg
Lima menit kemudian darah mulai mengalir dari perut istri ke sebuah wadah tepat di sebelah kaki kiri saya. Sial darahnya banyak, beberapa menit kemudian Dokter Gina mulai menarik2 sesuatu, putih pucat seperti kaki. Benar itu kaki anak saya yang sedang ditarik2 dengan sekuat tenaga dari dalam perut istri, saking niatnya narik dr. Gina sampe mancik (menjejakkan kaki) di sebuah bangku agar beliau dapat power dan momentum yang cukup buat narik. Sssshhhhhh…. Saya Cuma bisa nahan napas. Akhirnya setelah berjuang keras, anak saya berhasil ditarik keluar dan cengeerrrrr..suara bayi nangis terdengar keras. Anak dan istri selamat…

gaia-and-mom.jpg

Terima kasih dr. Gina dan team di RS Awal Bros, terima kasih Alam. Selamat datang Gaia Xavia.